
Angga duduk di ruangannya memeriksa laporan perusahaannya ia terlihat begitu semangat bekerja, di setiap detik, menit, ia tersenyum seperti orang gila jika ada yang melihatnya akan beranggapan boss dari perusahaan ternama sudah hilang akal.
Alex masuk ke ruangan bossnya dengan membawa kabar baik bahwa pertemuan dengan clien di Eropa berhasil ia selesaikan sehingga mendapatkan kontrak.
Alex berjalan mendekati meja bossnya yang tak lain adalah sahabatnya Angga. ia menatap bossnya yang senyum-senyum entah apa yang merasukinya saat ini, Alex terus menatap Angga bahkan Alex pun heran dengan sikap Angga yang senyum-senyum dan di barengi dengan bernyanyi Alex merasa jika bossnya salah minum obat pagi ini "Apa karna dengan kepulangan kekasihnya si alisa itu membuatnya bahagia?!, tapi tidak mungkin, karna kabar kepulangan Alisa sudah Angga tau dari seminggu lalu, kalau ia senang dari kabar itu sudah dari seminggu ia bahagia tapi pagi ini?!! dan Kekasihnya kan akan kembali sebulan lagi tidak mungkin dia sebahagia itu, dan ini juga pertama kalinya aku melihat Angga bertingkah seperti ini seperti ia pertama jatuh cinta, jika benar ia jatuh cinta lantas dengan siapa" batin Alex mencari alasan Angga menjadi seperti orang gila pagi ini
"Apa jangan-jangan ia sudah jatuh cinta pada istrinya?!, jatuh cinta dengan alisapun sikapnya tidak seperti pagi ini" batin Alex
Alex memberanikan diri memanggil bossnya dari pada dia harus berfikir sendiri dengan sikap Angga, ia tidak mau jadi ikutan gila seperti Angga.
"Angga..." panggil Alex namun tak mendapatkan respo dari Angga. Alex mencoba memanggilnya kembali
"Angga.."
"Anggaaa.." 2-3 kali Alex memanggil namun tak di reapos juga, yang ke empat kalinya Alex memukul meja dengan berkas yang di pegangnya.
__ADS_1
"Bruuukk...." anggap saja bunyi meja yang di pukul dengan berkas-berkas kantor seperti itu yaa
Angga yang mendengarkan itu sontak kaget dan langsung menatap ke alex sekretarisnya dengan tatapan membunuh, rasanya Angga ingin membunuh habis Alex sahabatnya itu karna sikap Alex yang mengagetkannya.
"Ada apa denganmu Lex, kenapa sikapmu kurangajar ke atasan seperti itu, ingat aku ini adalah boss kamu" ucap Angga dengan nada marah gak terima dengan sikap Alex terhadapnya.
Alex yang mendengarkan ocehan dan melihat tatapan bossnya itu hanya cuek saja menurut Alex itu sudah hal biasa bagi dirinya jadi dia maklumi sikap bossnya seperti itu.
"Aku sudah memanggilmu beberapa kali bahkan kamu tak menyadari aku masuk ke ruanganmu, berdiri di hadapanmu, memangnya ada apa denganmu di pagi ini sudah seperti orang gila senyum-senyum sendiri sambil menyanyi, sikapmu pagi ini terlihat aneh Angga gak biasanya kau seperti ini" jelas Alex pada Angga
mendengar ucapan Angga. Alex menggaruk kepalanya tidak gatal sambil menatap Angga.
"Sebenarnya siapa yang lebay aku atau dirimu boss" ucap Alex kepada Angga
"Sudah gak usah di bahas Lex"
__ADS_1
"Bagaimana tugas yang ku berikan padamu ?!"
"Tenang boss, masalah itu beres aku mendapatkan kontrak dengan perusaan tuan Edwar di Eropa"
"Tidak sia-sia aku mengangkat kau jadi sekretaris ku, kau selalu bisa di andalkan" puji Angga pada sahabatnya Alex
"Jangan terlalu memujiku boss bisa-bisa kepalaku meledak di sini"
keduanya pun tertawa dengan bersamaan, Angga memperlakukan Alex bukan hanya sebagai sahabat ataupun sekretarisnya namun Angga menganggap Alex sebagai keluarganya sebagai saudaranya sendiri.
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗
__ADS_1