
Angga kaget dengan tingkah laku istrinya yang langsung main dorong mendorong saja di saat ia mulai menciumi bibir istrinya. Angga tak habis pikir dengan sikap istrinya yang berani-beraninya membohongi suaminya. di saat suaminya mengajaknya mengobrol ia hanya diam saja ketika suaminya mulai tak bisa menahan keinginannya mencium istrinya malah istrinya mendorongnya. Angga menatap wajah Agita dengan tatapan mengintimidasi "Berani-beraninya kau mendorongku, apa kau mulai melawanku apa kau lupa apa yang kau tanda tangani saat itu" ucap Angga dengan nada yang marah
Agita yang melihat tatapan suaminya itu merasa takut, sekujur tubuhnya merasa kaku dan sudah mulai berkeringat karna takut. saat itu AC di kamar Angga bersuhu tidak terlalu dingin sehingga masih bisa merasakan berkeringat.
"Apa kau lupa dengan poin-poin yang ada di surat kontrak itu saat kau menandatanganinya?"
lagi-lagi Angga mengingatkan isi kontrak yang di tanda tangani Agita saat akan menikah dengan Angga yaitu syarat-syarat ketika menjadi istri kontraknya.
Agita terdiam sambil mengingat-ngingat apa saja isi poin itu karna saat itu Agita tidak terlalu jelas membacanya ia hanya membacanya sekilas dan langsung menandatangani kontrak itu mengingat dirinya membutuhkan biaya untuk kesembuhan ibunya ia tidak peduli dengan syarat yang diajukan angga padanya. tetapi saat ini ia kepikiran dengan kontrak yang ia tanda tangani "Kenapa aku bodoh skali sih, kenapa aku tidak membacanya dulu astaga" batin Agita sambil memiringkan kepalanya menggerutu kebodohannya.
Angga tersenyum licik melihat istrinya yang sudah terjebak dengan permainannya
"ada apa sayang, apa kau sudah mengingat isi kontraknya istriku tercinta" ucap Angga dengan senyuman yang membuat Agita takut melihat tingkah Angga suaminya.
Agita melihat senyuman itu merasa ngeri jantung Agita semakin berdetak cepat bukan karna ia jatuh cinta melainkan karna takut apa yang akan suaminya lakukan padanya pikirannya mulai berlari-lari dengan apa yang akan di lakukan suaminya.
Angga melihat istrinya hanya diam saja ia mengulang apa yang ia katakan itu "apa kau sudah mengingat isi kontraknya istriku tercinta" ucap Angga dengan mendekatkan mulutnya ke telinga Agita dan membisikkannya.
__ADS_1
sontak saja Agita langsung terkejut dengan apa yang di lakukan suaminya "ia, ia aku ingat, aku ingat semuanya, puas kau?!!" ucap Agita. pada hal dirinya tidak mengingat semuanya yang ia ingat hanyalah dalam hubungan mereka tidak ada yang bisa ikut campur walaupun berstatus suami istri.
Angga tersenyum licik "Kalau kau sudah ingat apakah kita bisa melakukannya ?" ucap Angga penuh dengan kemenangan
Angga mulai melancarkan aksinya dengan mengusap kepala istrinya dan mulai mencium dari kepala, telinga dan sampai di leher Agita yang putih itu.
Agita terdiam tubuhnya terasa kaku saat merasakan sentuhan pada bagian telinga dan lehernya, rasanya ia ingin kabur tapi tak kuasa karna tubuhnya saat ini tertimpah benda yang berat (Tubuh suaminya ). saat ini suaminya masih dengan posisi yang sama mengukuh tubuh Agita dengan tubuhnya yang posisi Angga di atas dan istrinya di bawah.
"melakukan apa? aku tidak paham dengan maksudmu" Agita pura-pura tidak paham dengan maksud suaminya agar suaminya lelah menghadapi sikapnya, jika suaminya lelah maka malam ini akan terlewatkan tanpa melakukan apa pun yang di inginkan suaminya.
Angga menghentikan aksinya ketika mendengarkan apa yang di katakan istrinya, ia bangun dari posisinya dan menatap wajah istrinya, menatap kedua bola mata istrinya. "Kau tidak paham dengan maksudku sayang, jika kau tidak paham biar aku jelaskan" ucap Angga dan lagi-lagi senyuman itu di tunjukan Angga pada istrinya.
"Angga aku sudah mengantuk, aku capek aku butuh istrahat apa kau bisa minggir dari posisimu itu?!" ucap Agita tanpa takut sedikitpun
Angga kaget mendengar apa yang istrinya katakan
"tidak, kau gak boleh istrahat malam ini"
__ADS_1
"Tapi Angga, aku capek bekerja seharian atau besok saja terserah kau mau melakukan apapun padaku, besok malam aku adalah milikmu" bujuk Agita kepada suaminya agar malam ini ia terlepas dari suaminya
Angga berfikir mendengar penawaran istrinya bahwa besok malam istrinya adalah miliknya seutuhnya.
"Bagaimana ?, apa kau setuju dengan tawaranku " tanya Agita pada suaminya.
Angga menatap Agita dan berkata "apa kau bisa di percaya ?" tanya Angga
"Aku berjanji besok malam aku adalah milikmu seutuhnya" jawab Agita meyakinkan Angga suaminya agar menerima tawaran Agita, agar malam ini ia bisa terlepas dari rencana suaminya.
Angga turun dari posisinya namun ia kembali lagi mendekat pada Agita "jika kau membohongiku ku pastikan kau akan ku buat menderita nanti" ucap Angga dengan tegas dan penuh pengancaman
Agita mendengarkan itu hanya mengangguk-nganggukan kepalanya tanda bahwa Agita siap menerima semua hukumannya jika ia melanggar janjinya ke suaminya besok malam nanti.
Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.
__ADS_1
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗