Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 127


__ADS_3

Hari yang penuh kebahagian bagi dua insan yang akan mengikat sebuah janji dalam hidup mereka yaitu Alex dan juga Meri.


hari pernikahan Alex dan Meri telah tiba, begitu banyak tamu yang hadir dalam pernikahan mereka bahkan Meri kecapean karna harus berdiri selama acara itu di langsungkan, bukan hanya para tamu saja tapi Alex dan Meri juga di banjiri dengan begitu banyak hadiah pernikahan dari rekan-rekan mereka salah satunya Angga, Agita, Ken, dan Gina.


Tak lupa juga Daffa datang di hari pernikahan Alex. kini dia sedang bersama dengan Deon keponakannya tersayang, ketika Deon meminta makanan manis dan Daffa harus menemani Deon dan membantu mengambilkan makanan untuk keponakannya itu.


Ketika Daffa ingin mengambil makanan manis atau cake untuk keponakannya, seorang wanita pun berniat mengambil cake itu, seketika mereka saling bertatapan dan tatapan itu membuat Daffa tak berkedip sekalipun namun berbeda dengan wanita itu, ia hanya menundukkan kepalanya lalu mengambil cake itu setelah ia mendapatkannya ia meninggalkan Daffa yang sedang berdiri dengan memegang sebuah piring kecil.


Deon terus menarik jas Daffa namun Daffa tak menghiraukan Deon. ia terus menatap wanita itu pergi, seketika senyuman itu terbit di wajah Daffa


"Uncle.." panggil Deon namun Daffa tetap pada posisinya yaitu memperhatikan wanita itu dari jauh.


"Uncle... uncle.." panggil Deon sekali lagi dengan menarik-narik jas nya.


Daffa tersadarkan ketika mendengar seseorang memanggilnya dan ada yang menarik jasnya.


ia mengalihkan pandangannya ke arah Deon.


"Maafkan uncle" ucap Daffa sambil memegang telinganya di depan Deon


"Uncle sedang ngapain sih, Deon tuh sudah lapar"


"Okey sekarang Deon mau makan apa?"


"Bukannya tadi Deon bilang kalau Deon mau makan cake uncle"


"oh iya maafkan uncle sekarang uncle ambil untuk Deon"


Tapi sesekali Daffa menatap ke arah wanita itu dan tanpa ia sadari Deon juga terus menatapnya dan menatap wanita itu.


"ini cakenya.." ucap Daffa dengan memberikannya pada Deon


"Deon mau uncle menyuapi Deon"


"okey baiklah, apapun itu uncle akan menuruti ke inginan Deon"


"Uncle sedang melihat apa?" tanya Deon pada unclenya


"oh gak ada, uncle gak lihat apa-apa koq"


"trus kenapa uncle mengabaikan panggilan Deon tadi"


"itu... itu karna uncle sedang serius mencari cake yang enak dan pas buat Deon" ucapan Daffa dengan memberikan alasan kepada Deon.


Angga dan Ken menghampiri Alex dan juga istrinya


"Akhirnya kamu menikah juga Lex" ucap Angga


"iya, sekarang kalian gak akan menyuruhku mencari wanita untuk merawatku lagi karna aku sudah menemukannya" jawab Alex

__ADS_1


Ken mendekati Meri dengan memberikan selamat sambil memegang tangan Meri, dan itu membuat emosi alex terpancing dan melepaskan tangan Ken yang sedang memegang tangan Meri.


"Jangan pegang-pegang dia itu istriku"


"iya aku tau dia adalah istrimu Lex dan jika dia istrimu berarti dia adalah adikku karna kamu lebih mudah dari aku dan Angga"


"iya aku tau tapi kalian gak ada hak memegang tangan istriku"


"Alex, Alex. Ken kan hanya memegang saja dengan mengucapkan selamat bukan karna ada maksud yang lain"


"Kan siapa tau bos"


"Sialan kamu Lex, kamu pikir aku adalah sahabat yang suka merebut istri orang" ucap Ken


"Kan kita gak tau Ken"


"Sialan kamu" ucap Ken menarik kepala Alex dengan menjepitkannya di lengannya.


Mereka tertawa penuh bahagia 3 sahabatku selalu menghabiskan waktu bersama, namun setelah bekerja, pekerjaan selalu menyibukkan mereka sehingga membuat mereka tak memiliki waktu untuk berkumpul seperti itu.


Agita yang melihat kebersamaan itu tersenyum ia melihat suaminya yang tertawa lepas dan itu pertama kali Agita melihat suaminya tertawa tanpa memikirkan beban apapun.


Angga mengalihkan tatapan ke arah istrinya lalu ia tersenyum dengan menggenggam tangan istrinya.


Para tamu satu persatu telah kembali dan gedung itu semakin sepi kini hanya tinggal mereka saja bahkan kedua orang tua Angga sudah kembali ke rumah mereka dan ibu Meri juga Adit kakaknya telah kembali.


Angga dan Ken berencana akan menggagalkan malam pertama sahabatnya itu dengan mengajak Alex begadang bersama.


Mereka duduk berpisah para wanita sedang mengobrol begitupun dengan para lelaki. jika Angga, Ken dan Alex tertawa lepas dengan mengingat masa-masa mereka waktu di bangku kuliah, berbeda dengan Daffa wajah wanita itu terus terbayang di kepalanya sehingga ia hanya melamun saja.


Gina terus menjahili Meri bahwa malam ini Meri gak akan tertidur nyenyak karna akan melakukan malam pertama, Gina ingin rasanya tidur bersama dengan Meri agar Meri dan Alex tidak melakukan dan menikmati malam pertama.


"Kamu gak bisa seperti itu Gina"


"Aku hanya ingin menjahili Alex Agita"


"Nanti kalau kamu menikah di ganggu seperti itu gimana"


"iya juga sih pasti aku gak maulah " ucap Gina dengan berpikir "oh iya mer, kamu gak takut kan tidur bersama dengan Alex?"


Meri hanya diam saja, di dalam hatinya ia begitu takut namun apa yang harus ia lakukan jika ia menghindari bisa saja ia berdosa pada suaminya.


"Meri kalau kamu takut aku saranin agar kamu memakai pakaian yang ketak dan berlapis-lapis agar suamimu itu kuawalahan melepaskan pakaianmu"


Mendengar ucapan Gina. Agita dan Meri tertawa tak kalah dengan para pria yang memberikan beberapa cara melakukan malam pertama pada Alex.


"Gimana Lex, apa kamu sudah siap?" tanya Angga


"Aku sudah siap dari jauh hari bahkan aku sudah menyiapkan gaya yang akan aku praktekan" ucap Alex dengan mengundang tawa Ken dan Angga, mereka tertawa terbahak-bahak menebak gaya yang akan Alex pakai malam pertama nanti.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukan pukul 11 lebih Alex dan Meri sudah berada di dalam kamar dengan rasa canggung keduanya hanya diam sampai akhirnya mereka berbicara namun ucapan mereka saling tabrakan.


"Kamu"


"Aku"


ucap Alex dan Meri bersamaan


"Kamu mau ngomong apa Meri?"


"Mas Alex dulu mau ngomong apa"


"gak,kamu aja dulu ngomongnya"


"Gak, mas alex aja"


"Ya sudah, aku hanya ingin mengatakan kalau aku akan mandi sekarang"


"i..i...iya mas"


Alex masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah gerah. Alex menikmati mandinya sehingga memerlukan waktu 40 menit berendam di bathup.


Alex keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya dan itu membuat Meri tak berani menatap Alex.


"Apa kamu gak ingin membersihkan tubuhmu?"


"Aku mandi dulu mas" ucap Meri dengan menerobos langsung ke kamar mandi.


Setelah berganti pakaian Alex duduk dengan membuka leptop miliknya bahkan untuk mengecek pekerjaannya ia tidak fokus.


Beberapa menit Meri keluar dari kamar mandi dengan handuk warna pink yang membalut tubuh mungil itu. dengan pelan ia menuju ke koper untuk mencari pakaian yang akan ia pakai setelah berpakaian Meri duduk di dekat Alex.


Tanpa sengaja Meri memegang tangan Alex yang terletak di atas tempat tidur, ketika mereka saling bertatapan wajah mereka semakin dekat namun ketika mereka akan memulai dengan berciuman pintu di ketuk oleh seseorang siapa lagi kalau bukan Angga dengan alasan memberitahukan hadiah pernikahan darinya.


"Ada apa bos?"


"Aku hanya memberitahu kalau hadiah pernikahan dari ku terbungkus dengan warna merah"


"Baik bos" ucap Alex dengan menutup pintu kamar


Ketika mereka akan melanjutkan telfon tiba-tiba berdering mau tidak mau Alex harus menjawab dan yang menelfon adalah Ken hanya untuk memberitahukan hadiah pernikahannya juga sama seperti dengan Angga.


"Jangan lupa hadiah pernikahan dariku terbungkus dengan warna biru"


"iya aku gak akan melupakan warnanya" ucap Alex dengan mulai emosi Karna malam pertamanya di ganggu.


Waktu terus berputar dan malam pertama Alex dan Meri terus di ganggu sampai akhirnya Meri telah capek karna banyaknya para tamu yang memberikan selamat pada mereka. dengan tertidurnya Meri Alex tidak bisa mengganggu Meri karna saat ini wajah Meri terlihat begitu kecapean. Alex hanya bisa memeluk istrinya sampai mereka tertidur sama-sama.


Sedangkan Angga dan Ken tertawa penuh kemenangan di depan pintu kamar Alex dan Meri. Angga bela-belain gak mengerjakan proyeknya bersama dengan Agita hanya demi menggagalkan malam pertama sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2