
Pagi telah datang semua orang melakukan aktivitas mereka masing-masing di pagi ini. Agita yang semalaman menjaga ibunya kini ia harus pamit pulang kepada adiknya dan ibunya mengingat ia harus bekerja demi memenuhi kebutuhan ibu dan adiknya. Agita memegang tangan ibunya ia tidak tega melihat ibunya yang terbaring di tempat tidur RS harus menanggung semua rasa sakit penyakitnya itu. Agita meneteskan air matanya rasanya ia ingin menggantikan posisi ibunya. melihat tangan ibunya yang mulai bergerak pertanda kalau ibunya sudah bangun sebelum ibunya membuka mata Agita segera menyeka air matanya agar tidak terlihat sedih di depan ibunya, ia tidak ingin menambah beban kepada ibunya dengan khawatir padanya jika ia sedih. "Bu, ibu harus kuat, harus sabar Agita akan berusaha agar ibu secepatnya mendapatkan pendonor, Agita tidak ingin ibu merasa sakit lagi dan satu lagi ibu harus mendengarkan apa kata dokter harus banyak istrahat bu" ucap Agita pada sang ibu
"iya nak, ibu akan mendengarkan semua kata-kata dokter, ibu juga sudah tidak tahan tinggal di sini ibu ingin pulang, beraktivitas seperti semula lagi nak" kata ibu Agita
"ibu tenang saja serahkan semuanya ke Agit Bu. semua akan baik-baik saja selama Agit melakukannya Bu".
"Dengar nak, kamu harus menjaga kesehatanmu, jangan sampai telat makan"
"Iya Bu, Agit akan selalu mengingat nasehat ibu".
ibu Agita tersenyum melihat anaknya tersenyum namun Agita tidak mengetahui betapa sedihnya ibunya di saat harus mengalami semua ini, ia tidak bisa melakukan apa-apa dengan penyakit ini, ia merasa sedih harus melihat putrinya yang harus bekerja untuk kebutuhan mereka, dan demi kesembuhan dirinya.
"Pergilah bekerja nak, sebelum kau akan terlambat".
"Sebentar Bu, Agit akan berangkat kerja setelah ibu makan"
" kau pergilah nak, biarkan zio yang menemani ibu makan"
__ADS_1
"Tapi Bu"
"Pergilah, ibu tidak ingin kau mendapatkan masalah di tempat kerja"
"Baiklah Bu, Agit berangkat dulu" tak lupa Agit mencium tangan dan kepala ibunya
"Hati-hati nak"
"iya Bu"
"Zio kakak berangkat kerja dulu kau harus menjaga ibu, ibu harus sarapan tepat waktu begitupun istrahat kau pastikan Zio agar ibu tidak merasa sedih lagi tidak melamun lagi"
"Iya kak, sebelum kakak bilang aku juga tau karna dokter selalu mengatakan itu kalau ibu harus banyak-banyak istrahat"
"Ya sudah, kalau begitu kakak berangkat kerja dulu"
"Apa kakak gak mau mandi dulu" Zio mengatakan itu sambil menahan tawanya, bagaimana gak ketawa kakaknya terlihat acak-acakan seperti itu.
__ADS_1
"Napa kau tertawa, hmmm" Agita mengangkat kepalanya sambil bertanya pada adiknya.
"gak ada apa-apa kak, kakak berangkat kerja saja sana
"Kakak nanti mandi di tempat kerja"
"Ya sudah sana kak sebelum teman-teman kerja kakak pada datang"
"Iya bawel, kakak berangkat kerja dulu Babay jangan lupa jaga ibu" Agita pergi keluar dari ruangan ibunya, ia berjalan keluar mencari taksi tak menunggu lama taksi datang, dengan rasa penasarannya apa yang di tertawakan adiknya waktu di ruangan ibunya, Agita memutuskan untuk bercermin memperhatikan penampilan wajahnya dan benar saja iapun terkejut melihat wajahnya dan rambutnya yang acak-acakan, Agita segera merapikan rambutnya dan menutupi wajahnya dengan tisu.
beberapa menit Agita telah sampai di tempat kerjanya ia bergegas pergi ke ruangan mereka untuk berganti pakaian sebelum mengganti pakaiannya dengan pakaian kerjanya ia membersihkan dirinya dulu sebelum teman-teman dan boss nya datang.
##Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.
terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗
__ADS_1