Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 81


__ADS_3

Angga berjalan dengan pelan mendekati tempat Agita dan Ken, ia memikirkan cara awal untuk menyapa Agita. dirinya tidak ingin pertemuan awal dengan Agita akan kacau gara-gara caranya yang salah.


sesampainya di tempat itu Ken dan Agita serius mengobrol bahkan mereka tak menyadari Angga berada di samping mereka.


Dengan canggungnya Angga memulainya dengan berbatuk agar mengalihkan pandangan mereka ke dirinya. "Ekhem...ekhemm"


Ken dan Agita bersamaan menengok arah suara itu dan Agita yang melihat siapa yang mengeluarkan suara itu dirinya terkejut dan menelan salivanya dengan mengalihkan pandangannya ke Deon. Agita menatap putranya yang duduk di dekat Ken, ia menyuruh Deon agar duduk di dekatnya dan Angga duduk di dekat Ken.


Setelah Deon duduk di sampingnya ia mengenggam tangan Deon putranya dengan erat ia takut jika suatu saat nanti Angga akan mengambil Deon darinya, jika itu sampai terjadi Agita tidak tau lagi bagaimana dirinya setelah di tinggalkan putranya.


Deon yang merasakan genggaman Agita semakin erat Deon memegang tangan mommy nya sambil memanggil Agita.


"Mom.., mommy kenapa?"


Agita yang mendengar panggilan itu ia tersadarkan dari lamunannya dan menatap Deon.


"mommy gak kenapa-napa sayang" ucap Agita sambil tersenyum dan mengelus pipi putranya


Angga menatap Agita lalu mengalihkan tatapannya ke Deon ia merasa kalau dirinya dan anak itu ada ketertarikan seolah ia merasa seperti sudah mengenal lama pada hal ini adalah pertemuan awal mereka.


Ken yang paham akan situasi seperti ini ia mengajak Deon untuk bermain dengannya agar Angga dan Agita bisa leluasa bicara tentang masalah mereka.


"Deon mau main dengan uncel gak?"


"Main apa uncel"


"Main apa aja Deon tinggal bilang aja ke uncel"


"Benar yaa uncel"


"iya bener, uncel gak bohong"

__ADS_1


Deon kini menatap Agita agar Agita memberinya izin untuk bermain.


Agita yang paham dengan tatapan itu ia menganggukan kepalanya seolah ia memberikan izin pada putranya untuk bermain.


"iya boleh, tapi dengan syarat jangan minum-minuman dingin atau Bergas"


"iya mommy,Deon janji. Deon minum air putih saja"


"Bagus,itu baru putra mommy yang pintar dan juga ganteng"


Sebelum Deon pergi bersama dengan Ken ia mencium wajah mommy nya dulu dan berkata.


"Mommy jaga diri baik-baik yaa"


"Iya sayang"


Di dekat Ken. Alex juga bersuara ikut dengan Deon dan Ken untuk bermain karna ia tidak mau menjadi penghalang di antara Agita dan Angga.


Mereka bertiga meninggalkan Angga dan Agita. kini hanya tinggallah mereka berdua.


Dan akhirnya Angga memberanikan dirinya berbicara lebih dulu.


"Bagaimana kabarmu?"


"Aku baik-baik saja" jawab Agita dengan mengautkan kedua jari tangannya.


Angga yang melihat sikap Agita seperti itu ia merasa curiga jika ada sesuatu yang di sembunyikan Agita darinya.


"Kau kenapa?" tanya Angga


"Aku gak kenapa-napa" jawab Agita dengan selalu memandang ke arah pintu melihat apakah Deon sudah kembali atau belum.

__ADS_1


"Apa yang kau takutkan?" ucap Angga dengan menatap Agita.


"Apa Deon adalah putraku?"


Agita yang mendengar ucapan Angga yang mengatakan Deon putranya ia terkejut, dan apa yang ia pikirkan terjadi juga, Agita sangat ketakutan jika Deon akan di ambil Angga darinya.


"Jika Deon benar adalah putraku maka biarkan..." ucapan Angga terpotong karna Agita sudah memohon agar Angga tidak mengambilnya dari Agita.


"Aku mohon biarkan Deon bersamaku, biarkan dia dewasa bersamaku" ucap Agita dengan mata berkaca-kaca


Angga yang mendengarkan ucapan dari mulut Agita sendiri mantan istrinya itu, ia menunduhkan kepalanya dan tersenyum seolah ia merasa bahagia kalau Deon adalah putranya bukan putra laki-laki yang ia lihat kemarin, berarti ia masih memiliki kesempatan untuk memulai semuanya dari awal lagi dengan mendekati Agita dan juga Deon putranya.


Angga menatap Agita. ia melihat agita menangis namun apa yang di lakukan Angga di luar dari pikiran Agita.


"Kau tidak perlu takut dan merasa sedih, aku tidak akan mengambilnya darimu" ucap Angga sambil menghapus air mata Agita.


Agita yang mendengar ucapan Angga. ia menatap wajahnya dan kedua bola matanya mencari kebenaran apakah Angga berkata jujur atau hanya menenangkan dirinya saja.


"Aku tidak akan mengambilnya darimu, kau berhak bersama Deon hingga ia dewasa. kau juga berhak merawat Deon karna aku tidak pantas merawat Deon sebagai putraku" ucap Angga dengan mata yang berkaca-kaca


"Aku tidak pantas mengambilnya darimu karna aku bukan ayah yang baik untuknya, bahkan aku tidak mengakuinya sebagai anakku dulu, aku malah menuduhmu dan mengatakkan Deon adalah anak laki-laki lain bukan anakku. aku tidak pantas menjadi seorang ayah baginya, aku adalah ayah yang buruk untuknya ayah seperti apa aku, bahkan aku berani menuduhmu yang tidak-tidak, aku memang tidak pantas menjadi seorang suami dan juga ayah, aku bahkan tidak mengetahui kalau istriku sendiri sedang berjuang untuk kesembuhan ibunya ibu mertuaku, kematiannya pun aku hanya mengataimu dengan semua tuduhan bahkan aku menghinamu di depan temanku-temanku ucap Angga dengan meneteskan air matanya.


"Aku minta maaf dengan sikapku yang dulu padamu, aku benar-benar seorang suami yang tidak bertanggung jawab, aku membiarkanmu merawat ibumu sendiri, membiarkan orang-orang menghinamu tanpa memnolongmu dari mereka yang menghinamu. aku mohon tolong maafkan aku." ucap Angga dengan mengangkat tangan Agita dan menempelkan kewajahnya sambil menunduk di kedua tangan Agita.


Agita hanya diam saja ia tidak menanggapi apa yang di ucapkan Angga, baginya masa lalu itu sudah di kuburnya dalam-dalam dan ia tidak ingin mengingat masa lalunya yang kelam itu. namun dengan mengingat masa lalu itu Agita hanya diam saja ia memang sudah memaafkan Angga dulu namun ia masih memikirkan jika nanti Angga mengajaknya bersama lagi dan ingin sendiri dulu untuk menenangkan pikirannya.


"Aku tidak akan memaksamu agar kau memaafkanku tapi berilah aku kesempatan memulainya lagi denganmu dan bersama Deon, aku janji akan menebus semua waktu yang terbuang sia-sia itu dengan menemanimu dan Deon sampai kau dan aku tua nanti sampai kita melihat Deon menikah"


Agita tetap hanya diam saja ia tidak menanggapi ucapan Angga.


Angga yang melihat Agita diam saja ia hanya tersenyum sedih.

__ADS_1


"aku tidak menyuruhmu menjawabnya skarang, tapi aku akan tetap menunggu jawaban darimu" ucap Angga dengan berdiri dan meninggalkan Agita.


Sedangkan Agita tetap diam saja sampai Angga tak terlihat lagi di restoran itu.


__ADS_2