Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 44


__ADS_3

Keesokan paginya Agita bangun dari tidurnya ia melakukan aktivitasnya seperti biasa bangun pagi menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya, dan pakaian kantor untuk suaminya, setelah Agita selesai menyiapkan sarapan pagi ia hendak pergi ke kamar untuk mandi, tapi ketika ia masuk dirinya sudah melihat suaminya tengah bersiap-siap berangkat, yang membuat Agita bingung kenapa pagi ini Angga hanya memakai pakaian santai saja bukan pakaian kantor, hari ini kan adalah hari Selasa masih di katakan adalah hari kerja namun Agita melihat suaminya tidak memakai pakaian kantor melainkan pakaian santai. jika suaminya tidak pergi berangkat bekerja kenapa ia harus rapi, harus staylish.


Agita masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket, sesampainya di dalam kamar mandi Agita masih bertanya-tanya pada dirinya kemana suaminya akan pergi pagi ini, Agita ingin bertanya tapi ia masih ingat batasan-batasan dalam kontrak, tidak ada yang ikut campur dalam urusan pribadi sekalipun mereka sudah menikah.


Setelah menyelesaikan aktivitasnya di dalam kamar mandi. Agita keluar menuju ke lemari pakaian mereka ia memakai pakaiannya yang biasa ia pakai ketika berangkat kerja. Agita begitu penasaran tujuan Angga pagi ini, walaupun ia mencoba untuk tidak memperdulikan apapun yang Angga lakukan.


Angga tenga bersiap-siap untuk pergi ke bandara ia menunggu Alex menjemputnya dengan merapikan pakaiannya. ia sesekali melirik istrinya yang sibuk dengan urusannya.


tak berapa lama Alex telah datang kini ia sudah berada di ruang tamu menunggu sang majikannya yang sombong itu.


Agita yang melihat Angga membawa koper hendak menanyakan apakah ia tidak ingin sarapan dulu.


Angga menghentikan langkahnya dan menatap istrinya sambil berkata:


"Aku akan ke luar negeri selama 4 hari, kau tidak perlu menungguku makan malam, dan memasak makanan untukku selama aku di luar negeri" ucap Angga yang begitu tidak berperasaan. setelah mengatakan itu Angga meninggalkan Agita dan Alex ia pergi keluar menuju mobil.

__ADS_1


Alex yang mendengarkan ucapan Angga merasa sakit bahwa ucapan Angga tak berperasaan. Alex menatap Agita ia paham apa yang di rasakan istri bosnya itu tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Agita yang mendengar ucapan Angga membuatnya begitu sesak, tidak seharusnya Angga mengatakan seperti itu, walaupun mereka berdua hanya berstatus kan di atas kertas. tapi Agita tetaplah istri sah nya di depan tuhan.


"Iya, hati-hati di jalan" ucap Agita walaupun hati nya begitu sakit ia mencoba menyembunyikan perasaannya itu.


berbeda dengan Alex. bahkan Alex paham bagaimana perasaan Agita saat ini.


"kita pamit pergi dulu Agita" ucap Alex dengan berbalik mengejar Angga yang sudah lebih dulu keluar dari dalam rumah.


Agita menatap punggung mereka yang sudah keluar dari dalam rumah dan masuk ke dalam mobil, Agita melangkahkan kakinya menuju meja makan. di pagi ini Agita sarapan pagi sendirian dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Aku tidak boleh menangis, lupakan semua tentang rasa ini, aku akan berusaha menghilangkan perasaan ini" batin Agita dengan mengunyah nasi goreng di dalam mulutnya.


Dalam perjalanan menuju bandara Alex dan Angga tak berbicara satu katapun.

__ADS_1


Alex melihat Angga dari kaca spion yang di dalam mobil, ia tak menyangka jika Angga akan berkata seperti itu pada istrinya.


Angga merasa risih karna dirinya di perhatikan oleh Alex mulai membuka mulutnya "Kenapa kau Lex menatapku, berangkat dari rumah kau slalu menatapku sepeti itu" tanya Angga pada Alex


"Aku hanya tidak habis pikir tega skali kau mengatakan seperti itu pada istrimu"


"Trus aku harus mengatakan apa, jika memang apa yang aku katakan itu benar. Agita tidak perlu berharap aku sarapan pagi bersamanya, dan menungguku pulang"


"Tapi seharusnya kau mengatakannya dengan lembutlah, kalau seperti tadi kau seperti seorang suami yang kejam"


Angga tidak menanggapi apa yang di katakan Alex sahabatnya itu, ia menyandarkan kepalanya di bagian tempat duduk sambil memejamkan matanya.


Alex dan Angga sudah berada di dalam pesawat kali ini Angga tidak menggunakan jet pribadinya ia naik pesawat lain layaknya seperti pada umumnya, jika bukan untuk memberikan kejutan kepada Alisa kekasihnya ia tidak rela harus satu ruangan dengan orang yang ia tidak kenal, apalagi dalam ruangan itu banyak penghuninya membuat Angga merasa tidak nyaman.


#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊

__ADS_1


dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.


terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗


__ADS_2