Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 120


__ADS_3

"Bagaimana dengan semua persiapannya Lex? apa sudah beres?"


"Sudah bos, hanya tinggal fitting baju dengan Meri"


"Nanti kalau kamu butuh sesuatu ngomong saja ke aku, nanti aku yang akan mengurusnya"


"Terima kasih bos"


"Ada apa?"


"aku mau minta izin keluar bos, ada janjian sama Meri mau beli keperluan kita berdua bos"


"Ya sudah pergi saja, biarkan semua ini Adit yang kerjakan"


Alex meninggalkan Angga di ruangannya, ia pergi menjemput Meri untuk membeli semua keperluan mereka dari pakaian, perhiasan dan yang lainnya.


Setelah menjemput Meri kini mereka menuju ke mall milik Agita, dan merekapun sudah mengabari Agita sehingga siang itu Agita menunggu kedatangan mereka untuk menemani Meri dan Alex berbelanja di mall nya.


"Hay Meri, Alex"


"Hay mba " balas Meri


"Bagaimana kabarmu Meri? ibu kamu baik-baik kan mer?"


"Alhamdulillah mba, ibu udah sehat karna bantuan mba dan juga tuan Angga"


"Alhamdulillah kalau begitu, ya udah kalian mau cari apa dulu biar aku temanin belanjanya"


"Gak usah mba nanti malah ngerepotin mbanya"


"iya Agita gak usah nanti kalau bos tau bisa berabe nanti aku bakal di marahin"


"Gak usah takut aku sudah ngomong koq ke suamiku"


"Ya sudah kalau mba maksa gak apa-apalah" ucap Meri dengan tersenyum


Agita membawa Alex dan Meri mengelilingi mallnya untuk memilih semua keperluan yang mereka inginkan, sudah hampir 3 jam mereka memutari isi mall Agita dan yang mereka beli baru sebagian dan sebelum melanjutkan untuk membeli pakaian mereka. Agita mengajak dua orang yang sedang mabuk cinta itu untuk sarapan karna adanya perbedaan di antara mereka sehingga belanja kali ini benar-benar menguras tenaga.


Agita mengajak mereka untuk makan siang di restorannya yang masih di sekitaran mall, dan itu ia menyuruh kalau meri dan Alex menerima traktirannya untuk mereka.


Menunggu pesanan makanan mereka Alex pamit pergi ke toilet sedangkan Meri sedang mengobrol dengan Agita tentang perihal pernikahan, Agita menjelaskan semua dan memberi nasehat kepada Meri. setelah menikah nanti dan membangun rumah tangga. Agita menjelaskan ke Meri jika menikah bukanlah hal yang gampang karna menjadi seorang istri akan di hadapkan dengan berbagai masalah contohnya berbeda pendapat, satu sama lain keras kepala gak ada yang mengalah dan berumah tangga kita akan di hadapkan dengan sifat suami yang asli dan begitupun sebaliknya, menikah bukan hanya mengucapkan saling menerima satu sama lain tapi kamu juga harus melakukannya menerima satu sama lain dan langgengnya dalam berumah tangga yaitu saling terbuka satu sama lain walaupun hanya hal kecil, karna kalau kita sudah membohongi dengan hal kecil maka ke depannya kita gak akan takut berbohong dengan hal yang besar. saling mengerti satu sama lain, melengkapi semua kekurangan yang di miliki dengan cara menutupi kekurangan itu di mata orang lain.


"Terima kasih mba"

__ADS_1


"iya sama-sama, ingat apa yang aku katakan mer"


"iya mba Meri akan selalu ingin dengan ucapan mba Agita"


Alex keluar dari toilet menuju ke tempat Agita dan Meri namun ia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita, wanita itu meminta maaf kepada Alex karna menabraknya namun wanita itu tidak menatap Alex ketika meminta maaf, ia terus berjalan meninggalkan Alex.


Sedangkan Alex terdiam ketika mendengar suara wanita itu, menurutnya suara itu sangat familiar baginya, ia seperti mengenal suara itu tapi ia melenyapkan pikiran itu karna menurutnya itu tidaklah penting saat ini,yang penting saat ini yaitu calon istrinya dan juga hari pernikahannya.


Seseorang berjalan mendekati Agita dari belakang, ia ingin memberikan kejutan pada wanita itu, dengan pelan ia berjalan dan langsung memeluknya dari belakang


Agita berteriak kaget dengan laki-laki yang langsung memeluknya dari belakang sambil mengecup kepalanya "Mas kamu mengagetkanku" laki-laki itu ternyata adalah Angga suami Agita.


"Aku ingin memberimu kejutan sayang"


"kenapa ke sini bukannya di dekat kantor banyak mas tempat untuk makan siang?"


"Bos tidak bisa jauh-jauh dari kamu Agita, nyatanya si bos datang jauh-jauh dari kantor makan siang di sini" ucap Alex dengan mendekati tempat duduknya.


"Aku hanya gak ingin kalau istriku menjadi obat nyamuk di antara kalian berdua jadi aku datang menemaninya"


"Alasan saja , ngaku aja bos"


"Diam kamu Lex, sekali lagi kamu ngomong ku pastikan besok kamu gak bisa ngomong nanti"


"Biarin aja siapa suruh dia membuatku kesal"


"Astaga, maaf ya Meri atas perkataan suamiku, tapi Angga hanya bercanda koq ngomong seperti itu jangan masukin ke hati ya"


"ada apa dengan Meri, aku kan hanya ngomong ke Alex aja"


"Mas, Alex tuh calon suami Meri"


"iya aku tau sayang tapi aku gak ngomongin Meri"


"ini, ni yang aku maksudkan kalau bos akan seperti ini di dekat istrinya"


"memangnya kenapa, kamu cemburu Lex?"


"Mas sudah, malu di lihat orang"


"ngapain malu, orang kita tidak berbuat salah" ucap Angga dan Alex bersamaan


Sedangkan Agita dan Meri terlihat bingung melihat sikap Angga dan Alex. untuk menghindari dari tatapan orang di sekitaran restoran Agita dan Meri berdiri pelan untuk pindah ke meja lain karna apa yang di buat Alex dan Angga sangat memalukan seperti anak kecil yang berebutan permen lollipop.

__ADS_1


Angga dan Alex masih dengan perdebatan mereka, bahkan mereka tidak menyadari kalau Agita dan Meri sudah berada di tempat yang lain.


Beberapa menit kemudian Angga dan Alex merasa ada yang hilang di samping mereka bahkan mereka tak mendengar suara wanita mereka. Angga dan Alex bersamaan melirik ke arah samping mereka untuk melihat wanita mereka namun yang mereka lihat hanyalah kursi kosong. dengan kekompakan yang mereka miliki bahkan mereka bersamaan mencari Agita dan Meri di bawah kolong meja.


mereka saling menatap dan bertanya satu sama lain " kemana mereka pergi?"


Sedangkan Agita dan Meri duduk 1 meter dari tempat Angga dan Alex, mereka menutupi wajah mereka dengan daftar menu makanan agar orang-orang tidak menatap mereka berdua. dengan lirikan-lirikan Agita dan Meri melihat tingkah Angga dan Alex. Agita dan Meri tidak habis fikir dengan adanya mereka menghilang malah membuat mereka berdua terus beradu mulut dengan saling menyalahkan satu sama lain.


Agita dan Meri saling bertatapan lalu membuang nafas bersamaan. mereka tidak menyangka jika laki-laki yang mereka lihat tegas dan gagah ternyata kekanak-kanakan jika bertemu.


"Bagaimana menurutmu Meri" tanya Agita


"Aku baru tau mba kalau mas Alex memiliki sikap seperti itu"


"Mereka seperti itu kalau bertemu Meri, jadi kamu harus sabar yaa" ucap Agita dengan tertawa lalu bersedih.


Agita dan Meri tidak menyadari jika laki-laki yang mereka bicarakan kini berdiri di hadapan mereka berdua sambil melipat kedua tangan di dada mereka.


Agita dan Meri tersenyum melihat Angga dan Alex yang sekarang duduk di hadapan mereka " gimana udah dramanya?" tanya Agita dan Meri bersamaan


"Drama apaan " ucap Angga dan Alex bersamaan


Mereka saling bertatapan "ini semua salah si bos, ini semua salah Alex" ucap Angga dan Alex bersamaan saling menunjuk satu sama lain.


"Sudah mas, jika kalian masih seperti ini aku dan Meri akan pergi dari sini"


Angga langsung menatap Agita begitupun dengan Alex langsung menatap Meri calon istrinya.


"Kalian mau kemana?" tanya mereka bersamaan


"Mau mencari seseorang yang tidak kekanak-kanakan seperti kalian"


Mendengar ucapan Agita, Angga dan Alex merasa panas kuping mereka ketika mendengar ucapan Agita.


"Baik-baik" ucap Angga dengan menarik tangan Agita " kami tidak akan melakukannya, janji" ucap Angga dengan memegang kedua kupingnya.


"iya benar, aku dan si bos gak akan melakukannya lagi. janji" ucap Alex sambil memegang kedua kupingnya juga.


Agita dan Meri menahan tawa karna tingkah lucu para lelaki mereka. "Baiklah kita maafin tapi janji gak akan melakukan hal seperti itu lagi"


Keduanya menganggukan kepala mereka.


tak lama kemudian makanan yang mereka pesan telah sampai dan siang itu sebelum melanjutkan aktivitas, mereka menikmati setiap hidangan pada makan siang di restoran milik Agita.

__ADS_1


__ADS_2