Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 129


__ADS_3

Ke esokan harinya Angga dan Agita pergi mengantarkan Alex dan Meri ke bandara, bukan hanya Angga dan Agita saja melain ada ibu dan kakak Meri, Ken dan Gina dan juga Daffa, namun Daffa pergi mengantarkan Alex bukan karna ia sudah dekat dengan Alex namun ada seorang wanita yang selalu mengganggu pikirannya dan itu membuatnya frustasi jika tidak melihat wajah wanita itu, Daffa mengumpulkan keberaniannya dengan mendekati wanita yang selalu menghiasi mimpinya.


ketika Daffa melihat wanita itu ia memanggil wanita itu dan mereka yang berada di sekitar terkejut ketika Daffa memanggil seorang wanita.


"Elena..." panggil Daffa


Agita terkejut mendengar panggilan itu ia mencari-cari wanita yang di panggil oleh abangnya, sedangkan Ken ia langsung menatap ke arah adiknya, Gina. Gina pun terkejut ketika seseorang mengetahui namanya.


Daffa mendekati Gina "Kamu elena kan?" tanya Daffa


Gina hanya diam saja dengan memandangi Angga, Agita,Alex, Meri dan juga Ken ia tidak tau bagaimana Daffa mengetahui namanya itu.


Agita tak habis fikir ternyata wanita yang di panggil abangnya itu adalah Gina. "Gina, benarkah nama kamu elena?"


"iya Agita, itu adalah nama yang selalu di gunakan oleh orang tuaku, setelah kepergian mereka aku mengganti namaku menjadi Gina, dan kakaku Ken juga setuju dengan itu"


"Kenapa harus di ganti Gina, nama kamu bagus loh"


"Nama itu terlalu banyak kisah Agita, dan aku gak bisa mengatakan alasanku menggantinya"


Gina adalah wanita yang selama ini ia cari, dengan bergantinya tahun Gina berubah dari fashion, kecantikan bahkan dari postur tubuhnya sehingga ketika pernikahan Agita dan Angga. Daffa tidak mengenalinya. setelah beberapa Minggu di Prancis Daffa terkejut ketika seseorang memanggil Gina dengan sebutan elena dan itu membuat Daffa mencari taunya. ketika ia mendapatkannya Daffa putuskan datang ke pernikahan Alex dan Meri teman Agita adiknya.


Kini Alex dan Meri sudah berada di dalam pesawat mereka hanya menunggu pesawat yang mereka naiki akan lepas landas.


Setelah keberangkatan Alex dan Meri,mereka berpisah dengan kembali ke rumah mereka masing-masing namun tidak dengan Daffa dan Gina mereka masih melakukan makan siang bersama sebagai tanda perkenalan mereka.


Ken pun mengambil keberangkatan hari itu namun berbeda jam keberangkatan, ada urusan mendesak yang harus ia selesaikan di prancis.


Adit dan ibunya kembali setelah melihat Meri dan Alex berangkat, ibunya Meri meneteskan air mata bahagia kini ibunya tidak perlu lagi mengkhawatirkan kehidupan rumah tangga putrinya Meri lagi, karna Meri sudah mendapatkan suami yang baik, perhatian dan bertanggung jawab terhadapnya.


Dalam perjalanan pulang Agita terlihat pucat dan aneh di dalam mobil agita terlihat gelisah dan berkeringat, melihat istrinya yang mulai aneh Angga menepikan mobilnya dan mendekati Agita.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Angga pada istrinya


"Gak apa-apa mas, aku hanya gak enak badan saja"


"Sudah ku ingatkan jangan makan sambil bicara, dan juga kamu terlalu banyak makan tadi sayang"


"Mungkin saja mas"


"kita ke dokter ya untuk memeriksa keadaan kamu"


"Gak usah mas, aku ingin pulang saja istrahat di rumah"

__ADS_1


"Baiklah"


Angga menghidupkan mobilnya ia melajukan mobilnya, ia tidak ingin istrinya kenapa-napa dengan begitu Angga ingin segera sampai ke rumahnya agar Agita bisa istrahat. kini Angga dan Agita telah sampai, ketika Agita masuk ke dalam rumah ia hampir saja terjatuh karena pusing untung saja Angga berada di sampingnya dan menangkap agita dengan memegang pundak istrinya.


"Sayang kamu kenapa, jangan bercanda sayang tolong jangan buat aku khawatir" ucap Angga


"Mas kepalaku sakit dan pusing" ucap Agita dengan tubuhnya penuh dengan keringat


"Sayang kamu kenapa?" ucap Angga dengan suara yang keras.


Angga dengan histerisnya menanyakan keadaan istrinya, dan itu mengundang orang-orang di rumah itu keluar menghampiri Angga.


"Kamu kenapa Angga? dan apa yang terjadi dengan Agita?"


"Angga gak tau mi, tiba-tiba Agita terjatuh dan untungnya Angga bisa menangkap Agita ketika mau jatuh" ucap Angga dengan suara penuh khawatir, Sedangkan Agita terlihat lemas di pangkuan Angga.


"Kamu kenapa sayang, jangan buat aku khawatir"


"Coba kamu bawah dia ke kamar biar papi menelfon dokter Ebit"


Angga menggendong Agita masuk ke dalam kamar mereka, ia membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur, Angga duduk di samping Agita dengan menggenggam tangan istrinya.


"Sabar Angga, dokter Ebit sedikit lagi akan sampai" ucap nyonya Amel. namun Angga terus mengkhawatikan keadaan istrinya "mami tau kamu begitu mengkhawatirkan Agita"


Tiba-tiba Agita meminta air minum dengan cepatnya Angga mengambil gelas yang berada di atas nakas, namun gelas itu kosong sehingga membuat Angga berteriak.


"Angga sabar, kita berdoa saja semoga Agita baik-baik saja"


"Bagaimana aku bisa sabar mi, melihatnya saja Angga tidak tega, lihat mi Agita begitu pucat dan terlihat lemes" ucap Angga dengan mata berkaca-kaca


"Iya mami tau nak" ucap nyonya Amel


"Tuan, dokter Ebit sudah datang" ucap salah satu pelayan di rumah itu


Tuan aji keluar dari kamar menghampiri dokter Ebit yang masih berada di ruang tamu, dokter Ebit adalah salah satu dokter kepercayaan keluarga Hendrawan.


"Apakah penyakit tuan kambuh lagi?"


"Bukan saya dokter tapi menantu saya yang sakit"


"Saya akan mencoba memeriksanya tuan"


"Baik dokter" ucap tuan aji dengan menunjukan keberadaan Agita menantunya

__ADS_1


Dokter Ebit akan memeriksa Agita namun Angga tak bergerak dari tempat duduknya dan itu membuat dokter Ebit kesusahan untuk memeriksa menantu tuan aji.


"Angga biarkan dokter Ebit memeriksa keadaan Agita"


"Tapi mi"


"Mami tau kamu begitu mengkhawatirkan nya tapi ini demi Agita juga biar kita tau ada dengan Agita"


Angga beranjak dari duduknya dan membiarkan dokter memeriksa Agita istrinya.


Dokter Ebit mulai memeriksa Agita dengan teliti setelah ia memeriksanya dokter Ebit menganjurkan agar Agita di periksa oleh dokter kandungan.


Mendengar ucapan dokter Ebit Angga semakin tak karuan ia memegang kerak baju dokter Ebit "Maksudnya apa dokter kenapa saya harus membawanya ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan kembali"


"Maaf tuan saya takut ada kekeliruan dengan itu jadi saya menganjurkan agar lebih tepatnya nyonya memeriksakan kesehatannya ke dokter kandungan"


nyonya Amel akhirnya menelfon temannya yang bekerja di rumah sakit sebagai dokter kandungan.


tak menunggu lama dokter kandungan telah sampai kini sedang memeriksa Agita menantu nyonya Amel.


"Bagaimana keadaan menantuku Nia?"


"menantumu gak apa-apa mel"


"Trus kenapa istriku seperti itu?" tanya Angga pada dokter yang memeriksa istrinya.


"Setiap wanita yang sedang mengandung akan merasakan hal yang sama" ucap dokter Nia dengan tersenyum


"Maksud kamu apa Nia?"


"Menantumu sedang hamil mel, usia kandungannya 3 Minggu"


"Benarkah Nia?" tanya nyonya Amel lagi.


Sedangkan Angga ia hanya terdiam tidak percaya apa yang di katakan oleh dokter.


"Selamat tuan istri anda sedang mengandung" ucap dokter Nia kepada Angga.


Setelah mendengarkan ucapan dokter, Angga langsung memeluk Agita dan menciumi seluruh wajah istrinya dan tak lupa juga ia mencium perut Agita yang masih datar.


"Terima kasih sayang" ucap Angga dengan penuh bahagia.


_TAMAT_

__ADS_1


Terima kasih semuanya sudah mampir di cerita author, maaf kalau dalam penulisan masih ada typo-typo dan juga ceritanya gak sesuai dengan keinginan kalian sekali lagi terima kasih 🤗


dan oh iya jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan boomlike, rate, dan vote 😘😘


__ADS_2