
Di tempat Angga makan malam di awali dengan perdebatan antara maminya dan juga dirinya, sedangkan di tempat lain dengan perdebatan yang berbeda.
Alex dan istrinya bernama Meri sedang makan malam bersama yang awalnya adem-adem saja tapi dengan sebutan yang sering di sebut Meri untuk dirinya membuat dirinya seolah panggilan yang setiap hari itu membuatnya tak suka.
"Mas, gimana kabar mbak Agita?" tanya Meri
"Kata Angga, Agita tidak baik-baik saja karna saat ini Agita sedang ngidam jahat"
"semua wanita seperti itu mas, hanya saja ngidamnya berbeda-beda"
"Sayang...." panggil Alex dengan menatap Meri yang ada di hadapannya
"Ada apa ?" tanya Meri pada suaminya
"Aku bisa minta sesuatu gak sama kamu?"
"Apa mas?"
"Kamu bisa gak, gak usah manggil aku dengan sebutan itu?"
"Sebutan apa mas?"
"tuh kan di sebut lagi" ucap Alex dengan menggaruk kepalanya.
Meri menghentikan sendok yang di pegangnya ketika mendengar apa yang Alex katakan.
"Kamu gak mau aku panggil mas?"
"bukannya aku gak mau, tapiii"
"kalau bukan gak mau trus kenapa dengan sebutan itu mas?"
"Karna aku gak mau kamu manggil aku dengan kata mas sama seperti Agita memanggil Angga mas juga"
"Haaaa" Meri terkejut mendengar apa yang di katakan Alex. yang menurutnya gak masuk akal
"Pokoknya aku gak suka sayang"
"Tapi aku udah terbiasa manggil kamu kayak gitu"
"Aku gak mau tau pokoknya kamu harus menggantinya."
"Kamu aneh mas" ucap Meri dengan melanjutkan makannya yang tertunda
Alex melihat istrinya yang cuek saja tak menanggapi apa yang ia inginkan malah istrinya mengatakan kalau dirinya aneh.
__ADS_1
"Aku gak aneh sayang"
"trus apa, dari kita nikah kenapa baru sekarang kamu gak mau ku panggil kayak gitu kan aneh" ucap Meri dengan mulai membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di atas meja.
Alex berdiri dari tempat duduknya dengan membantu istrinya membersihkan meja makan.
"Aku gak mau ketika kamu manggil aku mas, Angga yang menoleh ke kamu bukan aku" ucap Alex dengan wajah yang cemberut dengan berdiri di dekat Meri.
"Jadi itu alasan kamu biar aku gak manggil kamu dengan sebutan mas?"
"bukan cuma itu aja, aku ingin biar kita terlihat pasangan romantis"
"trus kalau aku gak manggil dengan sebutan itu, aku manggil apa coba"
Alex langsung bersemangat dengan meletakan kedua lengannya di pundak istrinya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya
"Kamu tenang aja sayang aku sudah menyiapkan sebutan untuk kita berdua"
"Apa?" tanya Meri dengan terus menatap Alex.
"Mulai sekarang kamu harus manggil aku dengan sebutan suamiku, dan kamu aku bakal memanggilmu dengan sebutan istriku, gimana terlihat romantis kan?"
Meri yang mendengar apa yang di katakan suaminya tertawa, melihat sikap suaminya dulunya terlihat sangat berwibawah, sekarang berubah seperti anak kecil.
"Buahahahaha... kamu gak bercanda kan mas?"
"Gak, tapi kamu seperti anak-anak yang sedang mabuk cinta mas, harus manggil dengan sebutan kayak gitu lagi astaga" ucap Meri dengan terus tertawa merasa lucu dengan suaminya.
Alex yang merasa harga dirinya turun karna istrinya, ia pergi dengan pelan meninggalkan istrinya yang masih tertawa, ia menuju ke ruang tamu, Alex menghidupkan tv dan duduk dengan diam tanpa suara.
Meri yang melihat suaminya pergi dengan wajah cemberut menggeleng-gelengkan kepalanya dengan tersenyum, sambil mencuci piring yang habis mereka pakai buat makan malam.
Setelah selesai beres-beres, Meri pergi menyusul suaminya yang berada di ruang tamu dengan jarak 5 meter Meri memperhatikan suaminya yang sedang menonton namun tak bersuara sedikitpun hanya suara tv yang terdengar. Meri mendekati suaminya, ia duduk di dekat suaminya namun Alex tetap cuek walau istrinya duduk berdampingan dengan dirinya.
Meri tersenyum melihat tingkah suaminya seperti anak kecil yang ngabekan, dengan pelan Meri melingkarkan kedua tangannya di pinggang suaminya, namun cara itu tetap tidak berhasil. Alex tetap dengan sikapnya yang diam saja tanpa suara.
Meri yang melihat suaminya tetap seperti itu membuatnya harus melakukan sesuatu agar suaminya tak mengabaikannya lagi.
"Suamiku sayang, bisakah besok kita pergi menjenguk mbak Agita?" tanya Meri. dengan menyebutnya suamiku dengan lembut dan semanja-manjanya.
Alex yang mendengar sebutan itu keluar dari mulut sang istri, yang awalnya cuek saja pada istrinya sekarang dengan pelan ia memeluk Meri dengan senyum-senyum tak lupa juga ia mencium dahi milik istrinya.
Meri yang merasakan gerakan pelukan dari suaminya tersenyum, ia tidak menyangka ternyata selama ini ia salah menilai suaminya, ia pikir suaminya adalah orang yang cuek ataupun pemarah waktu pertama kali ketemu dulu. tapi selama berumah tangga ternyata sikap suaminya seperti inilah manja, ngambekan, seperti anak-anak dan penyanyang.
"Kamu manggil aku tadi apa istriku?"
__ADS_1
tanya Alex dengan posisi memeluk istrinya, dan istrinya menyandarkan tubuhnya di dada bidang Alex dengan tangan melingkar di pinggang sang suami.
"Emang aku manggil apa tadi mas?" tanya Meri dengan pura-pura tidak menyebutkan apa-apa.
"Kamu manggil aku suamiku tadi sayang dengan suara manja"
"Aku gak manggil seperti itu mas, kamu salah dengar kali mas" ucap Meri
Dengan pelan Alex melepaskan pelukannya namun Meri memeluknya dengan erat.
"Kamu terlihat lucu seperti itu suamiku sayang" ucap Meri dengan tersenyum malu-malu
Alex yang mendengar ucapan istrinya yang kedua kali, langsung melepaskan pelukannya. ia memegang dagu milik istrinya lalu mengangkat wajahnya menatap wajah suaminya.
"Kamu bilang apa tadi sayang, coba katakan lagi aku ingin mendengarnya" ucap Alex dengan menatap wajah sang istri.
Sedangkan Meri tak berani menatap wajah suaminya, kini wajahnya memerah karna malu.
"Kamu tidak perlu malu-malu seperti itu, di rumah ini hanya kita berdua sayang" ucap Alex menatap bola mata istrinya.
Meri menarik nafasnya lalu mengeluarkannya kembali, ia menatap wajah suaminya lalu berkata
"suamiku sayang, bisakah kita menjenguk mba Agita besok?" ucap Meri dengan wajah yang memerah karna malu
Alex tersenyum mendengar apa yang Meri katakan, ia langsung memeluk erat istrinya dengan berkata.
"Aku sangat mencintaimu istriku"
Meri membalas pelukan Alex padanya. dengan beberapa menit mereka berpelukan, Alex melepaskan pelukannya lalu menatap sang istri dengan perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya, sehingga kini bibir mereka saling bertautan.saling membalas.
Dengan penuh gairah Alex menciumi bibir istrinya sehingga membuat istrinya kualahan. Alex mulai menciumi leher putih milik istrinya tak lupa juga tangannya mulai menjelajahi milik istrinya.
Alex membaringkan tubuh istrinya dengan pelan di Shofa, ia mulai membuka kancing baju milik istrinya dan menciumi tubuh istrinya dari wajah, leher kini ia menciumi tubuh istrinya yang bagian dada sampai pusar. dengan apa yang di lakukan Alex membuat istrinya tidak tertahan lagi sehingga mengeluarkan suara desahan dan desahan itu membuat Alex bersemangat menelusuri tubuh milik istrinya.
malam itu menjadi malam yang sangat menggairahkan bagi dua insan yang sedang dimabuk cinta. Alex mencoba membuat sang istri agar merasa puas dan mencapai klikmaks. dengan beberapa kali sang istri mengeluarkan cairan di bagian **** * nya. setelah itu Alex mengangkat tubuh sang istri dengan menggendongnya menuju ke kamar mereka namun Meri begitu malu sehingga ia tidak menatap wajah Alex sedikitpun karna saat ini ia tak memakai pakaian sehelaipun dan itu membuat Meri begitu malu.
Alex yang melihat sikap sang istri ia membisikan sesuatu "Kamu tidak perlu malu karna seluruh milikmu adalah miliku dan begitupun semua miliku adalah milikmu" ucap Alex
dan itu membuat Meri tambah malu maka ia memukul dada bidang milik suaminya lalu memeluknya dengan menyembunyikan wajahnya di dada milik suaminya.
Sedangkan Alex terus menatap istrinya yang malu-malu sambil tersenyum.
Kini telah sampai di kamar mereka, ia meletakan tubuh sang istri dengan pelan, tanpa menunggu lagi Alex melanjutkan aksinya sehingga membuat sang istri berteriak karna geli, namun Alex tidak memperdulikannya malah melanjutkan aksinya. malam itu begitu panas untuk Alex dan sang istri sehingga membuat mereka baru bisa istrahat pukul 2 dini hari.
Mereka tidur saling berpelukan, mereka tidur tanpa memakai sehelai pakaian, yang saat ini yang menutupi tubuh mereka hanyalah selimut.
__ADS_1
Alex terus memeluk sang istri dengan erat bahkan tak sedikitpun ia meninggalkan istrinya dengan membelakanginya.