Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 51


__ADS_3

Empat puluh lima menit Agita duduk di taman itu sambil menangis ia teringat kenangannya bersama ayah dan ibunya yang penuh dengan canda dan tawa.


Tanpa Agita sadari ada seseorang yang menatapnya dari kejauhan, orang itu tidak sengaja melihat Agita yang sedang duduk ketika ia melewati taman.


Sedari tadi ia melihat Agita menangis sambil menyebutkan ayahnya. ia ingin mendekati Agita ketika datang namun ia mengurungkan niatnya karna Agita sedang menangis.


orang itu melihat Agita sudah membaik, Agita tidak menangis lagi, maka orang itu memutuskan untuk mendekati Agita yang sedang duduk.


"Agita, sedang apa kau di sini?" ucap orang itu seolah ia tidak tau apa-apa, pada hal sedari tadi ia menyimak semua yang di lakukan Agita.


Agita yang mendengar seseorang menyebut namanya ia menatap orang itu.


"Tuan ken!" ucap Agita


Orang yang sedari tadi memerhatikan agita adalah Ken sahabat Angga.


"sedang apa kau di sini?"


"Gak ngapa-ngapain tuan"


Ken tertawa "Hahahahaha"

__ADS_1


Agita yang melihat ken tertawa merasa bingung dengan sikap Ken yang tidak ada Guntur, tidak ada hujan tiba-tiba Ken tertawa.


"Kenapa tuan tertawa?"


"Gak kenapa-kenapa git, aku hanya merasa lucu saja ketika kau memanggilku tuan"


Agita yang mendengar itu merasa lebih bingung karna ia Hanya memanggil tuan saja bukan yang lain.


Ken yang paham dengan raut wajah Agita. ia pun menjelaskan alasan dirinya tertawa.


"Kau tidak usah panggil aku tuan, panggil saja namaku, Ken."


"Tapi tuan kan.." ucapatan Agita tidak di lanjutkan karna Ken sudah melambungkan kalimatnya.


"Okelah tuan, ee Ken maksud aku" ucap Agita sambil tersenyum


"Maaf aku belum terbiasa"


"Makanya di biasakan git, kalau kau panggil aku tuan aku merasa kau itu adalah pelayanku seperti pandangan orang lain pasti mereka mengira kau adalah pembantuku, bisa-bisa aku mendapatkan doa dari orang-orang"


"Bagus dong Ken. kalau mereka mendoakanmu"

__ADS_1


"kalau mereka mendoakan aku yang baik-baik ya tidak apa-apa, tapi kalau mereka mendoakanku yang ngak-ngak gimana"


"Jangan su'udzon seperti itu"


"Aku gak su'udzon tapi aku hanya berfikir saja jika sampai doa mereka berisi kalau aku gak akan mendapatkan jodoh gimana" ucapan Ken membuat Agita tertawa dan Ken yang melihat itu tersenyum akhirnya Agita tersenyum kembali.


"Mana ada orang berdoa seperti itu, mungkin mereka hanya mendoakan biar mereka berjodoh denganmu Ken" ucap Agita dengan tersenyum


"aaaaa jangan mengada-ngada kau git, masa laki-laki juga berdoa seperti itu"


"Iya siapa tau aja, dari penampilan dan ketampananmu saja sudah membuat orang lain tertarik, siapa sih yang gak mau Ken, pasti mereka mau jangankan pria nenek;nenekpun aku yakin pasti mau". ucap Agita dengan masih tertawa.


"Aku gak mau kalau kayak gitu, masa aku menikah dengan nenek-nenek atau laki-laki sih"


"Ya, gak apa-apa Ken namanya juga jodoh gak ada yang tau" ucap Agita dengan masih tertawa.


Ken yang melihat Agita tertawa ia tersenyum akhirnya ia bisa menghibur Agita malam ini.


#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊


dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar aku lebih bersemangat lagi up nya.

__ADS_1


terima kasih buat kalian yang masih setia dengan cerita novelku.🤗


__ADS_2