
Acara pernikahan Angga dan Agita telah selesai para tamu kembali ke rumah mereka masing-masing, Angga dan Agita saat ini sedang berada di kamar mereka, mereka terlihat begitu canggung. Agita duduk di depan meja rias dengan membersihkan wajahnya dan juga melepaskan semua perhiasan yang ia gunakan.
Angga masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya menurutnya seharian menemani tamu membuatnya gerah. di dalam kamar mandi Angga berdiri di depan cermin sambil tersenyum. setelah selesai membersihkan tubuhnya Angga mengganti pakaiannya. Angga mengganti pakaiannya tanpa menghiraukan kalau Agita saat ini sedang berada di kamar bersama dengannya. sebelum Angga melepaskan handuk yang melilit di pinggangnya Agita berlari pergi ke dalam kamar mandi untuk menghindari pemandangan tubuh Angga.
Angga yang melihat sikap Agita yang berlari tersenyum, padahal Angga hanya ingin menjahili istrinya dengan melepaskan handuk yang di pakainya.
Agita mengunci pintu kamar mandi dengan menyandarkan tubuhnya di belakang pintu sambil memegang bagian dadanya dengan bernafas keras. ia berjalan dengan pelan menuju bathup sambil mengibaskan tangannya pada wajahnya seolah ia merasa begitu panas.
Angga pun sama halnya dengan Agita yang terlihat begitu gugup, saat ini Angga mondar mandir entah apa yang akan ia lakukan ketika Agita keluar dari kamar mandi. "Ada apa ini, kenapa aku merasa gugup pada hal aku dan Agita pernah melakukan ini sebelumnya bahkan kini aku dan dia sudah memiliki Deon" ucap Angga dengan terus mondar mandir. "Kenapa dia begitu lama Skali berada di dalam kamar mandi, apa yang sedang ia lakukan di dalam" ucap Angga dengan berjalan mendekati pintu kamar mandi, Angga berencana untuk mengetuk pintu kamar mandi namun dirinya tidak memiliki keberanian.
__ADS_1
Dari dalam terdengar suara kunci yang di putar untuk membuka pintu, Angga yang mendengar itu berlari ke arah shofa untuk menghindari agar tidak ketahuan kalau dirinya sedang berdiri di depan pintu.
Agita keluar dengan memakai handuk saja, sebelum keluar ia menatap Angga yang sedang duduk di shofa sambil mengotak Atik leptopnya. Agita melihat Angga begitu serius sehingga ia berfikir jika ini adalah kesempatannya mengganti pakaiannya. Agita mulai mengganti pakaiannya sedangkan Angga sedikit demi sedikit ia menatap Agita. agar tidak ketahuan ia mencuri-curi pandang pada Agita.
"Kenapa kamu harus mengganti pakaianmu di sana, kenapa gak di kamar mandi saja, jika si boy bangun aku tidak bisa membantu kamu untuk menghindari si boy nanti" batin Angga.
Sedangkan Angga terus menelan salivanya ketika melihat Agita. dari keluar kamar mandi, mengganti pakaian sampai Agita tidur di tempat tidur. setelah 5 menit mengotak Atik leptopnya Angga pergi ke tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk itu. dengan kakunya angga tidak bergerak-gerak sama skali hanya matanya yang kesana kemari. sampai akhirnya Angga dan Agita membalikan tubuh mereka bersama-sama, sehingga saat ini wajah mereka terlihat berdekatan, mata mereka saling bertatapan sampai akhirnya Angga memberanikan dirinya dengan mencium bibir Agita dan melu**tnya dan di balas oleh Agita. kemudian Angga melepaskan ciuman itu dan berbisik.
"Apakah kita bisa melakukannya malam ini?" tanya Angga pada istrinya.
__ADS_1
Dengan malu-malu Agita menganggukan kepalanya dan menjawab "iya"
Angga tersenyum mendengar jawaban Agita, Angga berbisik kembali ke telinga Agita "Aku akan melakukannya dengan lembut" ucap Angga dan itu berhasil membuat wajah Agita memerah karna malu.
"Aku akan melakukannya skarang" ucap Angga dengan langsung melu**t bibir cantik Agita, jika bibirnya mulai beraksi tak lupa juga dengan tangannya yang mulai beraksi di dalam piyama milik Agita, Angga menyentuh dua gun*ng milik Agita dan mere**snya dengan aksi tangannya berhasil membuat Agita mengeluarkan rintihan dari mulutnya. Angga tersenyum dan melanjutkannya ke area yang sensitif yaitu di bagian **** * Agita. Angga mulai memainkannya dan dengan lantang Agita mengeluarkan suara rintihan yang terdengar tepat di telinga Angga. sebelum melanjutkannya Angga melepaskan pakaian yang di pakai Agita dan juga pakaiannya.
Malam itu adalah malam paling bahagia untuk sepasang suami istri yang sedang memadu kasih, mereka menikmatinya bersama sehingga Angga beberapa kali melepaskannya melebihi dari Agita. dan itu membuat keduanya kelelahan, dengan olahraga yang di lakukan mereka pada malam hari membuat Agita tertidur lelap karna kelelahan. sedangkan Angga terus menatap wajah Agita sambil menyentuh hidung mancung milik Agita dan terus menciumnya menandakan Angga begitu bahagia.
"Terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya" ucap Angga dengan memeluk Agita dengan erat dan mencium kepala Agita. dengan perlahan Angga pun memejamkan matanya.
__ADS_1