Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 124


__ADS_3

Angga dan Adit telah sampai di rumah, sebelum ia turun dari mobilnya ia mengatakan sesuatu kepada Adit.


"kamu tidak perlu memasukan mobil ini ke garasi, kamu bawah saja mobil ini dan ajak ibumu dan adikmu jalan-jalan karna sedikit lagi adikmu akan menikah dan pastinya itu membuat ibumu sedih karna tidak bisa bersama dengan adikmu lagi"


"Tapi tuan"


"Pakai saja dulu dit, dan oh iya besok kamu gak usah masuk kerja bantu ibumu dan temani dia menyiapkan semuanya karna hal yang sangat menyedihkan bagi seorang ibu yaitu ketika putrinya akan menikah dan kelak mengikuti suaminya"


"Terima kasih tuan"


"hmmm"


Adit bergegas turun dan membuka pintu mobil untuk tuannya.


"Terima kasih tuan" ucap Adit sekali lagi


Angga turun dari mobil lalu ia menatap Adit dengan menepuk pundak Adit


"berhati-hatilah untuk pulang dit"


"Sekali lagi terima kasih tuan"


"Hmmm"


Angga meninggalkan Adit yang tengah berdiri menatap tuannya yang sedang berjalan menuju ke arah pintu rumah "Terima kasih tuan, betapa mulianya hatimu semoga selalu dalam lindungan" ucap Adit.


Lalu ia masuk kedalam mobil dan bergegas pulang menuju ke rumahnya untuk menemui ibunya.


******


Angga masuk ke dalam rumahnya ia menuju ke kamarnya, ketika ia masuk ke kamarnya dirinya melihat sang istri Agita sedang duduk dengan piyama tidurnya sambil mengotak Atik leptopnya. Angga tersenyum melihatnya lalu ia mendekati Agita dan mencium dahi milik istrinya.


Agita kaget dengan sikap Angga yang tiba-tiba menciumnya. "Kamu sudah pulang mas? maaf aku gak melihatmu"


"Gak apa-apa sayang"


"Maaf ya mas"


"hmmmm.., masih sibuk?"


"Gak mas, aku hanya melihatnya kembali sambil menunggu kamu pulang"


"Benarkah kamu menungguku pulang sayang" ucap Angga dengan sedikit menggoda Agita


"Mas, kamu mandi dulu badan kamu bau" ucap Agita dengan mendorong suaminya agar pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Angga menuruti ucapan istrinya dengan membersihkan tubuhnya. Angga menikmati percikan-percikan air yang membasahi tubuhnya.


Agita menyiapkan pakaiannya untuk suaminya lalu ia menuju ke dapur untuk menyiapkan makanan yang akan Angga makan, karna makanannya sudah dingin Agita bergegas memanaskannya kembali sebelum Angga turun untuk makan.


Setelah selesai Agita menyediakan makanannya di atas meja sambil menunggu suaminya turun Agita pergi melihat putranya di kamar sebelah.


15 menit Angga belum juga turun, dan Agita terus memperhatikan makanan untuk Angga agar tidak dingin. Agita menyusul Angga suaminya di kamar ia terkejut melihat suaminya yang masih duduk dan belum berpakaian.

__ADS_1


"Mas nanti makanannya keburu dingin loh"


"Aku menunggumu sayang" ucap Angga dengan mendekati istrinya sambil memberikan pakaiannya pada Agita.


"Mas kamu itu bukan anak kecil lagi, tapi kamu itu adalah seorang suami dan ayah"


"Aku gak peduli pokoknya aku gak mau kamu hanya memakaikan pakaian pada Deon saja padaku gak"


"Mas, Deon itu masih kecil"


Angga pergi duduk di atas tempat tidur ia meninggalkan Agita sedang mengomel.


Agita hanya bisa tersenyum melihat tingkah suaminya yang seperti anak kecil bahkan Deon saja tidak seperti Angga. Agita mendekati Angga yang sedang duduk lalu mencium dahi kepala suaminya


"Baiklah aku akan memakaikan pakaianmu mas"


Angga tersenyum mendengar ucapan istrinya, ia bergegas berdiri di hadapan istrinya sambil tersenyum.


Agita hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ia tidak habis pikir jika suaminya seperti anak-anak yang ingin bermanja pada ibunya. setelah selesai memakaikan pakaian pada suaminya Agita dan Angga menuju ke dapur ia menemani suaminya untuk makan malam, Agita sudah mengambilkan makanan dan di letakan di piring suaminya namun siapa yang mengira selain memakai pakaian ternyata Angga meminta agar Agita menyuapinya.


"Aku ingin kamu menyuapiku sayang"


"Mas.."


"Kalau kamu gak akan menyuapiku aku gak akan makan"


"Baiklah aku akan menyuapimu" ucap Agita dengan menuruti permintaan suaminya


Angga langsung membuka mulutnya dengan manja padahal Agita belum menyuruhnya.


Kini Agita dan Angga duduk di dalam kamar dengan menonton film action, sesekali Angga melirik istrinya yang tengah serius menonton, Angga sengaja memutar film action agar Agita tegang dan takut tapi yang Angga putar malah Agita menyukainya. tanpa menunggu lama waktu terus berputar Angga mulai mendekati Agita ketika film itu menunjukan seorang wanita dan juga seorang pria sedang melakukan ciuman. dan menurut Angga ini adalah kesempatannya. dengan pelan ia menyentuh tangan Agita dan memegang dagu milik istrinya lalu mulai menciumi bibir mungil istrinya. ketika Angga sudah berhasil membuat Agita terbuai dalam sentuhannya tiba-tiba pintu kamar di ketuk, awalnya Angga cuek saja namun Agita tetap menyuruh agar Angga berhenti dan membukakan pintu kamarnya.


"Sebentar mas,ada yang sedang mengetuk pintu"


"Biarin aja sayang mungkin mami yang ingin menggagalkan kita malam ini" ucap Angga dengan melanjutkan aksinya


Tak berapa menit pintu itu di ketuk kembali dan terdengar suara yang terus memanggil mommy dan juga Daddy.


"Mas hentikan itu Deon sedang memanggil kita mas"


"Tapi sayang"


Deon terus mengetuk pintu kamarnya dan sambil memanggilnya "mommy..."


"Mas Deon memanggil kita"


"Diam aja sayang pasti dia akan berhenti dan kembali ke kamarnya"


Tapi Deon terus mengetuk pintu kamar mereka dan berteriak memanggil mommy nya "Mommy buka pintunya" ucap Deon


Agita segera bangun dari tempat tidur dan mendorong Angga yang sedang berada di atasnya sehingga Angga terjungkil di ranjang.


"Maaf mas" ucap Agita dengan berjalan menuju pintu kamarnya sambil memperbaiki pakaiannya. Agita membuka pintu ia melihat Deon sedang menangis dan langsung memeluk Agita.

__ADS_1


"Mommy"


"iya sayang, kamu kenapa menangis?" ucap Agita dengan langsung menggendong putranya dan masuk ke dalam kamar


Angga mendekati Agita dan juga putranya "Jagoan Daddy kenapa menangis?"


"Deon mau tidur dengan mommy dan juga Daddy, Deon gak mau tidur sendiri lagi"


Angga membuka mulutnya setelah mendengar bahwa putranya akan tidur bersamanya dan juga istrinya, sedangkan birahinya Sampai saat ini masih tak tertahankan. ia menatap Agita dengan wajah sedih lalu melirik ke arah bawah.


Agita tidak bisa berbuat apa-apa karna dalam hidupnya Deon yang utama dari segalanya.


"Maaf mas Deon membutuhkan kita"


"baiklah Deon bisa tidur bersama kita"


Agita mau menidurkan Deon dengan berada di tengah-tengah mereka namun Angga melarangnya ia ingin jika Agita berada di tengah antara dia dan juga Deon agar ia bisa memeluk Agita nanti ketika tidur.


Malam ini Angga tidur dengan penuh kesedihan karna tidak bisa membuat adik untuk Deon karna putranya sendiri yang menggagalkannya.


Agita menatap Angga lalu mencium dahi milik suaminya "Selamat malam sayang"


"Hmmm"


Angga mendekati Agita lalu memeluknya dari belakang dengan menempelkan miliknya ke belakang Agita.


Agita yang merasakan sesuatu yang aneh menempel di tubuhnya ia menanyakan pada suaminya. " Mas, apa itu?"


"itu adalah juniorku sayang" ucap Angga dengan suara yang ingin menangis


"Kenapa begitu"


"Karna ia ingin membuat kan adik untuk Deon putra kita sayang"


"Kamu tahan dulu untuk malam ini karna di sini sedang ada putra kita mas"


"Tapi aku masih menunggu sayang, jam berapapun itu"


"Mas tapi Deon di sini bagaiman bisa kita melakukannya"


"Kita melakukannya ketika Deon sudah tidur nyenyak"


"iya kalau sudah tidur, trus di mana?"


Angga melihat-lihat tempat lalu menunjuk shofa " kita akan melakukannya di sana"


"Apa kamu gak waras mas, aku gak mau"


"Trus di mana sayang?"


"Malam ini kita belum melakukannya"


"Sayang aku gak bisa menahannya lagi" Angga terus membujuk Agita agar melakukannya namun Agita terus menolak.

__ADS_1


Ketika Agita dan Deon sudah mulai tertidur Angga belum bisa menutup matanya karna birahinya. sehingga ia berfikir keras untuk membujuk Agita sampai Angga menemukan ide di kepalanya yaitu menculik Agita ke kamar sebelah.


__ADS_2