Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 126


__ADS_3

Setelah Agita dan Deon keluar, dan sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi Angga memerhatikan pakaiannya dan juga rambutnya di depan cermin, rasanya ia ingin mengurung diri saja di dalam kamar namun itu tak mungkin karna ia harus menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Angga masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya namun di dalam kamar mandi ia terus melihat dirinya di depan cermin dengan pakaian yang ia gunakan.


"Aaaaa kenapa aku sangat memalukan pagi ini, kenapa ini harus terjadi padaku dan apa ini astaga" teriak Angga dengan mengacak-acak rambutnya sendiri.


Agita dan Deon kini sedang berada di meja makan bersama dengan orang tua Angga.


"Mana Angga nak?"


"Mas Angga masih di dalam kamar mi"


"Dia tidak apa-apa kan nak?!" tanya nyonya Amel


"Gak apa-apa mi, hanya sedikit shok saja"


"Oh iya kenapa Angga tidur di kamar tamu?"


"itu..itu" Agita tidak tau harus menjawab apa, jika ia mengatakan yang sebenarnya berarti ia mempermalukan dirinya juga pada mertuanya


"Ya sudah kamu ke kamar saja ajak Angga turun untuk sarapan pagi"


"Baik mi"


Agita menyusul Angga ke kamar, ketika sampai di depan pintu kamar Agita membuka pintu kamar ia terkejut karna Angga sudah berada di depan pintu dengan pakaian kantornya namun ia tidak berani untuk keluar, Angga mondar mandir di depan pintu dan terus memikirkan kejadian di pagi ini.


"Kamu kenapa mas? mereka sudah nungguin kamu untuk sarapan bersama"


"Aku sarapannya nanti di kantor saja"


"Mas, kamu harus sarapan sekarang aku gak mau kamu sarapan di kantor"


"Tapi sayang"


"Gak ada tapi-tapian mas, sekarang aku temanin kamu"


Sebelum turun untuk sarapan Angga menarik nafas dan menghembuskanya keluar, dan dengan cool nya angga berjalan bersama dengan Agita menuju ke meja makan. sedangkan Agita terus tersenyum sambil menggandeng tangan suaminya.


"Kamu terlihat ganteng pagi ini mas" Agita mencoba mengalihkan pikiran Angga dengan pujian yang ia lontarkan pada suaminya


Angga menghentikan langkahnya lalu memandang Agita dengan tatapan penuh cinta "Kamu juga terlihat begitu menggemaskan pagi ini, bukan pagi ini saja tapi dari semalam sayang" ucap Angga dengan mencoba menggoda istrinya


"Mas.." ucap Agita dengan wajah memerah karna malu lalu memukul dada suaminya

__ADS_1


Angga menahan tangan Agita lalu menggandengnya kembali setelah ia mencium kepala istrinya.


nyonya Amel dan tuan aji menatap putra dan menantu mereka yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.


"Kalian ini seperti pasangan yang baru menikah saja, dan kamu Angga kenapa sih selalu terlambat untuk sarapan pagi" ucap nyonya Amel


"Selamanya Angga akan menganggap kalau Angga dan Agita baru menikah mi dan kenapa Angga selalu terlambat untuk sarapan pagi karna ada proyek yang harus Angga selesaikan mi dan itu memakan waktu yang banyak" ucap Angga menatap istrinya sambil tersenyum


"ternyata putra kita punya sisi Romantis ya Pi, selain sikap kasar, dan dingin"


"Mami, Angga sudah berubah mi tapi hanya berlaku untuk kesayangan aku saja sikapku ini mi"


"Udahlah mi, skarang kita sarapan nanti mereka terlambat berangkatnya" ucap tuan aji pada istrinya


"ih papi" ucap nyonya Amel dengan kesal


Angga tak merasa canggung lagi dalam sarapan pagi ini karna Agita dan nyonya Amel yang mengalihkan perhatian Angga agar tidak mengingat kejadian pagi tadi.


Selesai sarapan pagi Angga mengantar Deon berangkat ke sekolah, Angga dan Agita pergi ke kantornya karna hari ini Adit ataupun Alex belum bisa datang ke kantor maka Angga mengajak Agita agar menemaninya di kantor.


Angga dan Agita telah sampai di perusahaan Golden Group yaitu kantor suaminya. mereka berjalan menuju ke lift namun Agita melepaskan tangannya yang di genggam suaminya, merasa tak enak Agita tidak ingin di gandeng karna para karyawan Angga melihat mereka ia tidak ingin pandangan karyawan padanya dan juga suaminya menjadi gak bagus, dengan itu Agita menjaga jarak agar tidak menimbulkan cerita yang gak enak di dengar, itu menurut pikiran Agita namun berbeda dengan Angga ia bahkan menggandeng tangan Agita dengan erat dan tidak akan melepaskan tangan istrinya.


"gak, aku gak akan melepaskan genggaman ini"


Agita tetap bersih keras melepaskan tangannya tapi perkataan Angga membuat Agita pasrah dengan apa yang suaminya lakukan.


"Jika kamu melepaskan genggaman ini aku akan menggendongmu sampai ke ruanganku" ucap Angga pada Agita di saat Agita mulai melepaskan tangan Angga.


Agita mendengar ucapan suaminya ia hanya pasrah saja, karna menurutnya Angga adalah suami yang tidak main-main dengan ucapannya.


*****


Agita mulai memeriksa semua pekerjaan yang di kerjakan Alex dan adit. Angga terus memperhatikan Agita yang sedang bekerja di depan leptop miliknya. dengan pelan Angga mendekati istrinya dengan langsung tidur di atas pangkuan milik istrinya dengan meletakan kepalanya di pangkuan agita. dan itu membuat Agita kaget.


"Mas, aku sedang bekerja"


"Aku hanya ingin istrahat seperti ini saja sayang"


"Nanti kalau ada yang datang bagaimana mas"


"Gak ada yang akan datang sayang kecuali si Alex dan Adit"

__ADS_1


Agita melanjutkan pekerjaannya dengan membiarkan Angga tidur dengan kepalanya di letakan di pangkuannya.


Angga memejamkan matanya namun sekali-kali ia membuka matanya untuk menatap Agita yang tenga serius menatap layar leptopnya.


"Bos.." panggil Alex dengan masuk ke ruangan Angga. Alex terkejut melihat adegan romantis itu.


"Kenapa Lex?" tanya Agita dengan tatapannya fokus ke layar leptop


"Aku hanya ingin mengecek saja, apakah bos kesulitan atau gak"


"Tenang saja kamu Lex, aku sedang di bantu oleh peri ku" ucap Angga sambil membuka matanya, lalu ia bangun dari pangkuan Agita. "Kamu tenang saja ada peri cantik yang selalu menemaniku jadi kamu tak perlu mengkhawatirkan semuanya"


"duduk Lex, aku baru saja menyelesaikannya nanti kamu periksa kembali"


"Baik, terima kasih karna sudah membantuku untuk mengerjakannya"


"Gak apa-apa"


Agita menutup leptop dan merapikan semua berkas-berkasnya.


"Oh iya karna kamu sudah ada di sini sekalian saja ada yang ingin aku tanyakan padamu"


"Apa yang ingin kamu tanyakan?"


"kamu mau hadiah pernikahan apa Lex?" tanya Agita


Alex menatap Agita lalu mengalihkan pandangan ke Angga bosnya yang sekaligus sahabatnya itu


"Doa saja sudah cukup untuk rumah tanggaku nanti"


" Benar kamu gak mau hadiah pernikahan?" tanya Angga


"Terserah bos saja"


"Okey, nanti kalau aku ngasih hadiah kamu di larang protes Lex"


"Tapi hadiahnya jangan yang aneh-aneh bos"


"Ya terserah aku Lex, kamu kan sudah ngomong kayak gitu jadi terima saja apapun itu"


Agita hanya menjadi sebagai penyimak dalam percakapan dua sahabat itu. menurutnya menjadi penyimak lebih asyik dari pada harus ikutan mengobrol bersama dengan mereka.

__ADS_1


__ADS_2