Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 113


__ADS_3

Hari bahagia yang di tunggu oleh Angga dan juga Agita akhirnya tiba, seseorang terlihat senyum-senyum ketika menatap layar handphonenya siapa lagi kalau bukan Alex, diam-diam ia memotret Meri dan selalu menatap gambar Meri.


Sedangkan Angga ia terlihat begitu gugup dengan mengurangi rasa gugupnya dengan mondar mandir seperti setrika pakaian, sambil mengautkan kedua tangannya karna berkeringat. Angga begitu kesal melihat Alex yang hanya senyum-senyum menatap handphonenya dan mengabaikan dirinya. dengan cepat Angga merebut handphone milik Alex. ketika Angga mendapatkan handphonenya ia terkejut melihat layar handphone Alex yang ternyata selama ini Alex berubah karna seorang wanita.


"Bos balikin, gak baik loh ngambil punya orang" ucap Alex dengan berdiri mengambil handphonenya namun Angga mengangkat tangannya memberi isyarat agar Alex berhenti.


"wajah wanita ini begitu familiar tapi di mana aku pernah melihatnya?" batin Angga dengan memikirkannya, sebelum ia mengingatnya handphone telah di rebut oleh Alex.


Angga menatap Alex dengan tatapan penuh tanya dan meminta penjelasan, namun Alex mendekati Angga memegang pundak Angga dan mengajaknya mengobrol untuk mengalihkan tentang dirinya.


"Gimana bos rasanya bisa bersatu dengan wanita yang selama ini kamu nantikan?"


"Bahagia Lex, tapi saat ini aku begitu gugup"


"kenapa harus gugup bos, bukankah ini kedua kalinya bos menikah dengan wanita yang sama?"


"benar apa yang kamu katakan tapi ini berbeda yang dulu aku menikah tidak merasakan gugup sedikitpun"


"iyalah bos gak merasakan gugup pernikahan dulu kan hanya mainan buat bos"


"Tapi aku gak bisa bohong Lex, aku benar-benar gugup saat ini"


Alex tertawa kecil melihat tingkah laku bos nya, ini pertama kali ia melihat bos nya terlihat seperti orang lain bukan seperti bos yang dingin, dan menakutkan.


"Apa yang kamu tertawakan Lex?" ucap Angga dengan menatap Alex


"Gak ada bos, gak usah seperti itu tatapannya sungguh tatapannya menakutkan" ucap Alex


Angga duduk tapi beberapa menit ia berdiri lagi dengan mondar mandir seperti tadi.


"mau gak bos aku beri tips agar rasa gugupnya hilang?"


mendengar ucapan Alex. Angga kembali duduk di tempatnya yaitu tepat di dekat Alex. "Apa Lex ?"


"bos ingat saja kapan bos mencintai Agita, gimana hari-hari yang bos lalui tanpa Agita dan setelah bertemu dengan Agita"


Setelah mendengar ucapan Alex Angga mengingat semua apa yang dirinya lalui sebelum mencintai Agita dan setelah mencintai Agita.

__ADS_1


Angga tersenyum bahkan tertawa ketika mengingat Agita.


Alex menggelengkan kepalanya melihat sikap Angga yang terlihat seperti orang gila yang yang tersenyum dan tertawa terpingkal-pingkal bahkan sambil memukuli tubuhnya, Alex merasa tubuhnya mulai sakit karna pukulan kecil dari Angga. ia berdiri dari tempat duduknya dan menjauh dari Angga.


Beberapa menit kemudian seseorang masuk ke dalam kamar dan terkejut melihat Angga yang tertawa lepas sambil memukuli sofa yang ia duduki. "Ada apa dengan Angga, Alex.?"


"Gak tau Tante" jawab Alex kepada Tante Amel selaku mami Angga sambil menahan tawa.


Ny.amel mendekati Angga dan memanggilnya "Angga...?"


"Eh mami, ada apa mi?"


Ny.amel mengalihkan pandangannya ke arah Alex. Alex hanya mengangkat kedua pundaknya seolah tidak mengetahui apa yang terjadi pada Angga.


"Mungkin bos gak ingin menikah Tante" ucap Alex pada maminya Angga.


Angga yang mendengar ucapan Alex ia langsung berdiri dan berkata "Siapa bilang aku gak ingin menikah?"


"Tadi Tante memanggil kamu, kamunya saja yang cuek , makanya aku jawab ke Tante kalau kamu gak ingin menikah"


"Enak saja kamu ngomong, ia mi ada apa?"


"benarkah mi ?" tanya Angga dengan wajah bahagia bahkan ia tidak terlihat gugup lagi.


Di tempat Agita begitu ramai dengan adanya keluarga, Gina dan Meri pun hadir dalam acara pernikahan Agita. semua orang terlihat begitu bahagia dan Agita pun terlihat bahagia. Deon saat ini bersama dengan uncle nya, Daffa. paman dan ponakan itu terlihat begitu cakep membuat kaum wanita memuji mereka.


Pihak laki-laki telah tiba di tempat agita. mereka memasuki gedung yang akan berlangsungnya acara pernikahan angga. beberapa menit kemudian Agita keluar dengan di dampingi oleh ibu angkatnya dan juga Gina, dengan Meri sebagai teman dekatnya. seketika Angga terkagum melihat kecantikan Agita. sehingga Angga tak berkedip sekalipun. Ny.amel memanggil-manggil putranya agar mendekati ke Agita untuk menuju ke tempat yang telah mereka sediakan untuk raja dan ratu hari ini.


"Angga.., Angga " panggil ny.amel dengan berbisik


"i..i..iya ada apa mi?"


"Cepat gandeng Agita menuju ke tempat duduk kalian, kamu ini banyak melamun"


"Maaf mi, namanya juga bahagia" ucap Angga tersenyum


"Ayo cepatlah kesana"

__ADS_1


Angga berjalan mendekati Agita dengan meraih tangan Agita. mereka berjalan bergandengan dan tersenyum pada setiap orang yang mereka lewati, namun berbeda dengan Angga ia terus menatap Agita.


"Mas tolong perhatikan jalannya, dan tersenyumlah pada mereka"


"iya, baik sayang" bisik Angga pada telinga Agita.


Semua orang tersenyum melihat Sepasang muda mudi yang saat ini telah resmi menjadi sepasang suami istri. dan tak lupa mereka memanjatkan doa untuk kebahagian kedua mempelai.


tamu berdatangan memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Di tempat lain ada seseorang yang terus mencuri pandang pada seorang wanita namun wanita itu mengabaikannya, siapa lagi kalau bukan Alex yang selalu mencuri kesempatan untuk menatap teman Agita. namun ketika Meri menyadari ada seseorang yang terus menatapnya ia hanya memberi senyuman kepada Alex,dan yang benar saja itu membuat Alex kegirangan bahkan ia berlari kecil ke arah Ken.


Ken kaget ketika Alex mendekatinya sambil memukul lengannya "Kamu kenapa Lex?" tanya Ken pada Alex


Alex terus tersenyum sambil mengigit kuku di jarinya.


Ken yang melihat tingkah sahabatnya itu menjadi geli "Sejak kapan kamu menjadi seperti ini Lex?"


Alex menatap Ken lalu melanjutkan gerakannya dengan memukul-mukul lengan Ken.


Ken mulai terlihat risih dan malu dengan sikap Alex seperti wanita, Ken pergi ke tempat adiknya Gina berdiri, dan meninggalkan Alex. Ken mendekati Gina dengan memeluk Gina yang tangannya memegang pundak Gina, sedangkan Meri tersenyum sambil menundukan kepalanya.


"Ada apa sih kak?" tanya Gina


"Gak apa-apa, aku hanya kangen dengan bocah ini" ucap Ken dengan menggoda adiknya.


"Apaan sih kak, aku udah gede loh bukan bocah lagi" ucap Gina dengan merasa kesal


"Tapi menurut kakak kamu tuh masih bocah"


Gina menatap Ken dengan wajah yang di tekuk, karna kesalnya ia menyingkirkan tangan kakaknya di pundaknya.


"Hay, kamu teman Gina?" tanya Ken pada Meri


"iya tuan, saya temannya mba Gina" jawab Meri dengan sopan


"Gak usah panggil tuan panggil saja seperti yang di panggil Gina" ucap Ken dengan memegang kepala Meri, Ken akan menyayangi setiap orang yang dekat dengan adiknya ia akan memperlakukan seperti keluarganya sendiri.

__ADS_1


Raut wajah Alex berubah menjadi merah ketika melihat Ken memegang tangan Meri dan juga memegang kepalanya, namun Alex gak punya keberanian mendekati ke arah mereka untuk memberi pelajaran pada sahabatnya karna berani memegang tangan wanitanya. Alex mengambil minuman yang berada di meja dan meminumnya, melihat pemandangan itu membuatnya menjadi haus.


__ADS_2