
Hari ini adalah hari pernikahan Angga dan agita, para tamu terus berdatangan memberikan selamat pada mereka berdua, semua orang menikmati hari bahagia ini tapi tidak dengan agita ia merasa sedih di hari pernikahannya ibunya dan adiknya tidak bisa datang, ibunya masih harus mendapatkan perawatan dari dokter dan zio ia harus menjaga ibunya di rumah sakit.
Agita menutupi kesedihannya dengan senyuman yang ia miliki.
Selesai acara mereka meninggalkan rumah kedua orang tua angga, tidak ingin orang tuanya curiga kalau pernikahan ini hanyalah sandiwara di antara mereka berdua, angga membawa agita kerumahnya,.
Agita terkejut melihat rumah milik Angga yang tak kalah besar dan mewah dari rumah kedua orang tuanya.
“ayo masuk” angga menarik tangan agita masuk ke dalam rumah itu.
“aduh, pelan-pelan Ngga, sakit tanganku”,
Agita meringis kesakitan dengan sikap Angga yang tiba-tiba menarik tangannya masuk ke dalam rumah.
“kalau gak mau di tarik ya udah cepat masuk jangan bengong aja”, ucap angga dengan sedikit membentak dan meninggalkan Agita yang masih berdiri.
“sabar agit, semua bisa terlewatkan” batin agita memberikan semangat pada dirinya demi kesembuhan ibunya.
__ADS_1
Agita mengikuti angga masuk ke dalam dan menuju kamar yang akan mereka tempati selama menjadi suami istri.
***
Di tempat lain nampak seseorang dengan raut wajah kesal melihat pernikahan Angga dengan wanita lain yang di tayangkan di beberapa media,
tak sabar ingin segera kembali namun kontrak untuk pemotretannya masih tersisa tiga bulan lagi, ia menahan emosinya agar tidak terburu-buru mengambil keputusan, “tahan Lisa, ia tak akan mengkhianatimu, dia begitu mencintaimu Lisa” gumam Alisa menahan emosinya,
***
Malam ini Agita harus tidur bersama dengan pria yang sama sekali ia tidak sukai dan tidak di cintainya. Bukan hanya malam ini tapi selama enam bulan, agita harus berfikir keras agar angga tidak melewati batas di antara mereka yang bisa di katakan hanya istri kontrak.
Agita yang merasakan tubuhnya seperti tertindis oleh benda berat, terus menggerakan tubuhnya rasanya ia seperti bermimpi, “apa ini, benda apa yang menindihku ini kenapa berat sekali”, batin agita
Sedangkan angga hanya menahan tawanya agar tidak ketahuan oleh istrinya.
Agita mengangkat tangannya menyetuh benda yang menindihnya,”seperti kulit tapi kulit apa ini yang menindihku?” gumam agita dengan mata yang masih tertutup, ia terus menggerakan tangannya memegang lengan, dada bidang milik angga,
__ADS_1
“angin apa ini”, deru nafas angga mengenai wajah agita, dengan pelan agita membuka matanya
“aaaaaa, apa yang kamu lakukan?” agita mendorong tubuh Angga, ia segera beranjak dari tempat tidur.
“seharusnya aku yang tanya ada apa denganmu”, guman angga dengan aktingnya menahan tawanya.
“kamu meluk aku, jangan ambil kesempatan kamu, ingat jangan melewati batas aku akan melaporkanmu”,
Angga tertawa mendengar perkataan agita “kamu yang meluk aku duluan, aku hanya membalas pelukanmu, dan satu lagi apa kamu bilang tadi mau melaporkanku, apa kamu lupa kalau aku ini suamimu”,
Agita terdiam mendengar mendengar apa yang di katakan angga “benarkah aku yang meluk duluan, gak mungkin ini pasti salah” batin agita dan menatap angga mencari kebenaran.
Angga yang melihat agita menatapnya, mendekatkan dirinya “apa kamu lupa sayang kalau aku ini suamimu, jika kamu lupa aku akan mengingatkanmu kembali”,
angga mendekatkan wajahnya dan angga langsung memeluk agita
“aaaaaa.., mesum” agita mendorong tubuh angga
__ADS_1
“buahahahaha..” angga hanya tertawa melihat tingkah lucu istrinya itu, ia puas bisa menjahili istrinya
##.Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊