
Setelah makan malam bersama, walaupun Gina mengatakan ke Daffa agar dia tidak perlu menggangu dirinya lagi, Daffa tidak mendengarkan apa yang Gina ucapkan.
Daffa tidak ingin kehilangan Gina lagi, dulu ia kehilangan Gina hanya karna keegoisannya, dengan waktu lama mereka baru bertemu dan itu tidak akan pernah Daffa sia-siakan.
Daffa terus menghubungi Gina, walaupun Gina tidak pernah membalas pesan Daffa. tapi itu tak membuat Daffa menyerah.
Sehingga akhirnya dengan berjalannya waktu Gina tak menghindari Daffa lagi, walaupun Gina tetap cuek ke Daffa. Daffa menerimanya karna ia tau kesalahannya di masa lalu seperti apa.
Gina terus mengawasi gerak gerik Bu Yeni. ia tidak pernah mengizinkan Bu Yeni keluar dari restoran.
Gina takut jika Bu Yeni melakukan sesuatu ke Agita. Gina begitu menyayangi Agita seperti saudaranya sendiri.
****
Angga dan Agita dalam perjalanan menuju ke rumah Alex dan Meri, tapi sebelum sampai ke rumah Alex. mereka pergi ke supermarket untuk membelikan sesuatu untuk Meri. Agita adalah orang yang merasa tidak enakan yang tak membawakan sesuatu untuk mengunjungi teman ataupun keluarganya.
Agita masuk ke supermarket bersama dengan Angga. Angga sudah melarang Agita agar dia tidak perlu turun cukup Angga saja tapi Agita bersikeras untuk turun juga.
__ADS_1
Mereka memilih apa yang akan mereka beli untuk di bawakan ke Alex dan Meri terutama untuk Meri.
Agita yang memilih apa yang harus ia beli sedangkan Angga ia membawa keranjang belanjaan. dengan perut yang semakin membesar membuat Agita berjalan dengan pelan bahkan dirinya kelihatan muda kecapean.
Setelah semuanya sudah di pilih oleh Agita, Angga menggandeng Agita karna Angga melihat istrinya yang kecapean.
Sesampainya di kasir Angga membayar belanjaan mereka dengan kartu ATM nya. menunggu barang pembelanjaan di kemas, Angga memeluk pinggang Agita dari belakang dengan satu tangan kanannya, tidak lupa juga Angga mencium kepala Agita.
Kedua kasir supermarket itu terus memperhatikan pasangan suami istri di depan mereka, sikap Angga ke istrinya membuat kedua kasir itu memuji Angga yang begitu sayang pada Agita.
"Beruntung banget mbaknya mendapatkan suami yang begitu perhatian' ucap salah satu kasir.
Angga tak menghiraukan kedua kasir itu, bahkan Angga tak peduli ia melakukan apapun ke Agita. Angga terus mencium kepala Agita. bahkan Angga tak pernah melepaskan tangan dari pinggang Agita dan juga hidungnya dari kepala Agita yang tetap menempel mencium.
Namun sebelum selesai, Agita pergi meninggalkan kasir karna ia melupakan sesuatu yang harus ia beli.
"Kamu mau kemana sayang?"
__ADS_1
"Bentar sayang, aku lupa membeli sesuatu" ucap Agita dengan terus berjalan ke arah buah yang akan ia beli.
Setelah mengambil buah itu, Agita hendak pergi ke arah suaminya berdiri, tiba-tiba seseorang menabraknya dan mengatakan sesuatu ke Agita.
"Berbahagialah saat ini, sebelum waktu kehancuranmu akan tiba" ucap wanita yang menabrak Agita
Agita yang mendengar ucapan wanita yang menabraknya, Agita mencari wanita itu dengan mengikutinya namun Agita tidak menemukannya ia kehilangan jejak wanita itu.
Agita yang tak menemukan wanita itu, ia kembali ke arah Angga.
"Kamu kenapa lama skali sayang?" tanya Angga dengan mengambil buah di tangan Agita lalu memberikannya ke kasir.
Agita terus mencari-cari wanita yang menabraknya dengan melebarkan pandangannya, namun tak ketemu juga.
Angga yang merasa jika Agita terlihat aneh yang terus menatap ke arah tempat buah Dan makanan lainnya
"Kamu kenapa sayang?"
__ADS_1
"Gak apa-apa sayang"
Setelah menyelesaikan pembelanjaan semua, Angga dan Agita melanjutkan perjalanan mereka ke rumah Alex dan Meri.