
Ketika Angga sudah tidak terlihat lagi Agita menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia menangis di balik telapak tangannya.
Agita tidak tau apa yang harus ia lakukan, dirinya bingung harus bagaimana. jika ia menuruti keinginannya yang masih ingin sendiri dan merawat Deon sendirian. berarti ia adalah seorang ibu yang egois hanya mementingkan keinginannya tapi tidak memikirkan perasaan Deon putranya yang masih membutuhkan peran seorang ayah dalam hidupnya.
ia tau bagaimana rasanya tanpa seorang ayah dan bagaimana rasanya ada sosok seorang ayah di dalam hidupnya. Agita merasakan itu ketika ayahnya masih hidup dan ayahnya telah tiada, ia harus mengikhlaskan ayahnya pergi untuk selama-lamanya dari kehidupannya. ia tidak ingin jika putranya nanti juga mengalami hal itu apalagi dalam usianya yang masih di bilang dini.
Agita membuka tangannya ia mengambil tisu dan pergi ke toilet untuk memperbaiki riasan wajahnya, ia tidak mau jika sampai Deon melihatnya seperti itu.
Sedangkan Angga ia menyusul keberadaan Ken, Alex dan juga Deon. ia ingin mendekatkan dirinya pada putranya dengan pelan-pelan agar Deon tidak terkejut ketika mengetahui kalau Daddy nya adalah dirinya. dan tidak ada yang perlu di takutkan lagi jika mereka berdua sudah saling mengenal.
Angga memikirkan dengan penuh keyakinannya bahwa ia akan mendekati Deon putranya lebih dulu setelah itu Agita. jika Deon bisa menerimanya sebagai Daddy nya, Angga yakin suatu saat nanti Agita akan menerimanya dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki semua yang terjadi di masa lalu.
Angga berjanji akan meluangkan waktu untuk Agita dan Deon untuk menebus waktu yang terbuang percuma karna keegoisan dirinya sendiri.
Angga berjalan mendekati Ken, Alex dan juga Deon putranya. mereka asyik bermain bahkan Deon berlarian sambil tertawa bahagia. Angga yang melihat dan mendengar Tawa Deon, ia tersenyum dengan meneteskan air mata. rasa bahagianya bahwa Angga tidak menyangka dirinya telah menjadi seorang ayah dan masih di beri kesempatan bertemu dengan Deon putranya. penyesalan dan kebahagiaan yang di miliki Angga menjadi satu. di sisi lainnya Angga menyalahkan dirinya seharusnya ia tidak mengusir Agita keluar dari rumahnya agar ia bisa leluasa menjaga putranya dan istrinya, dan bisa menghabiskan waktu bersama Agita merawat putranya dari bayi.
jika waktu bisa di putar kembali Angga ingin kembali ke waktu dimana Agita sedang mengandung. tapi semua telah terjadi dan yang bisa Angga lakukan saat ini hanya meminta agar berilah ia kesempatan untuk menebus semua kesalahannya yang menyia-nyiakan istri dan anaknya.
Angga menyapa mereka bertiga dan bertanya.
"Bolehkah aku ikut bermain?"
__ADS_1
Ken dan Alex menatap Angga mereka berdua ingin menjawab kalau Angga tidak di perbolehkan bergabung namun sebelum mereka mengatakan Deon lebih dulu mejawab pertanyaan angga. bahwa ia mengizinkan Angga bergabung dengan mereka.
Alex dan ken yang mendengar jawaban Deon kepada Angga mereka berdua hanya saling menatap satu sama lain, mereka merasa ada yang aneh dengan Angga tiba-tiba ingin bermain dengan mereka.
Angga mengerutkan alisnya ketika melihat kedua sahabatnya yang diam.
berbeda dengan Deon. ia malah menarik tangan Angga mengajak Angga bermain bersama dengannya.
Angga begitu bahagia ketika Deon memegang tangannya, tangan seorang anak yang tidak ia akui kini telah memegang tangannya dan itu membuat Angga bahagia dengan mata berkaca-kaca. tanpa aba-aba apapun Angga langsung menggendong Deon. bahkan Angga memeluk Deon dalam gendongannya dan menciumnya.
Ken dan Alex yang melihat itu terkejut dengan sikap Angga yang tiba-tiba menggendong, memeluk dan mencium Deon.
Angga paham dengan tatapan Deon. mungkin saat ini Deon masih bingung dengan sikapnya, ia menurunkan Deon dari gendongannya.
Deon pergi ke arah Alex melanjutkan permainan mereka. namun Ken ia mendekati Angga memukul pundak Angga sambil menatap di arah laut dan berkata.
"Aku tau kau melakukan seperti itu ke Deon. tapi caramu terlalu buru-buru sehingga anak itu menjadi bingung dengan sikapmu.
"Aku hanya bahagia Ken, aku tidak menyangka jika putraku tumbuh dengan sehat" ucap anggap menunduk sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
"Berterima kasihlah pada Agita. dia yang sudah merawat Deon dan mendidik Deon dengan baik"
__ADS_1
"iya Ken, aku ingin memulai semua dari awal bersama dengan keluarga kecilku"
"Apakah Agita sudah tau dengan keinginanmu ini Ngga?"
"Aku sudah bicara padanya tapi Agita belum menjawabnya" ucap Angga dengan wajah yang terlihat sedih.
"Bersabarlah, dan berjuanglah mendapatkan cintanya kembali Ngga, aku yakin Agita pun menginginkan seperti apa yang kau inginkan" ucap Ken dengan menepuk-nepuk pundaknya
"Berusahalah Angga, ingat apa yang kau lakukan di masa lalu"
"iya Ken. aku akan berusaha aku tidak perduli dengan pandangan orang tentangnya. kalau Agita menginginkan aku bersujud di hadapannya aku akan lakukan asal aku bisa bersama dengan Agita dan Deon Ken"
"Aku doakan semoga rencanamu berjalan dengan lancar Angga"
"Makasih Ken"
#Setelah kalian membaca ceritaku mohon dimaklumi jika ada kesalahan dalam penulisannya.
🙏🏻 Aku harap kalian menyukai ceritaku ini. 😊😊
dan jangan lupa berikan rate, vote, like dan coment agar author lebih bersemangat lagi up nya.
__ADS_1