
Setelah mendapatkan telfon dan alamat. Gina menuju ke Ken kakaknya, Gina hanya memerlukan waktu 20 menit sampai di restoran.
Ken yang melihat adiknya masuk ke restoran ia memanggilnya sambil mengayunkan tangannya.
Gina yang mendengar namanya di panggil, ia berjalan mendekati tempat di mana kakaknya berada.
Gina menghampiri Ken lalu memeluknya pelukan itu di balas oleh Ken tak lupa ia mencium pucuk kepala adiknya. cara Ken memperlakukan adiknya membuat Angga dan Alex merasa iri karna mereka yang tidak memiliki adik perempuan.
"Kamu gak perlu berlebihan seperti itu Ken, nanti kalau ada yang menyukai kalian berdua dan melihat cara kalian aku yakin mereka akan salah paham" ucap Angga
"betul" sambung Alex
"itu masalah mereka"
Angga dan Alex terdiaam mendengar jawaban Ken.
"Kenapa kakak menelfonku?"
"Aku hanya ingin memberitahukanmu kalau kakak akan pindah ke sini menemanimu dan menjaga kamu"
"Tapi aku kan udah besar kak"
"Bagiku kamu tetaplah gadis kecil yang manja"
"Trus pekerjaan yang di Prancis bagaimana?"
"Kakak sudah urus semuanya dan ada beberapa orang papa yang akan mengurusnya"
"Tapi kakak tinggal di sini jajanku tetap sama seperti kakak di sana kan?"
__ADS_1
"tetap sama, tapi bedanya kamu sekarang tinggal bersama dengan kakak gak boleh tinggal sendirian"
"Kan di tempatku aku gak tinggal sendiri, ada bibi juga di sana"
"Aku bilang gak ya gak, pokoknya kamu tinggal dengan kakak"
"iya, iya"
"Kamu jangan seperti itu Ken, Gina kan udah besar dia bisa koq ngurus dirinya sendiri" ucap Alex
Ken menatap Alex dengan tatapan tak terbacakan
"maaf Ken aku hanya memberimu nasehat sedikit aja koq" ucap Alex dengan tertawa untuk mengalihkan tatapan Ken yang menakutkan
Gina menatap Alex dan juga Angga.
"Agita lagi kurang baik gin" jawab Alex
Angga mengalihkan pandangannya ke Alex sahabatnya.
"Aku hanya menjawab pertanyaan Gina bos, gak ada maksud apa-apa"
"Dia bertanya padaku bukan padamu, dan yang tau Agita adalah aku bukan kamu, karna aku suaminya"
"Sensi banget sih bos, aku kan hanya menjawabnya"
Ken dan Gina yang melihat perdebatan mereka, Gina tak habis pikir hanya karna pertanyaannya tentang Agita membuat mereka berdebat.
"Sudah-sudah, nanti katakan ke Agita salamku dan bilang ke dia aku akan menjenguk dia nanti"
__ADS_1
"Baik gin nanti aku sampaikan" jawab Angga dengan terus menatap Alex.
Ken yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, sedangkan Gina menahan tawanya melihat tingkah mereka berdua.
"Aku punya istri bos, gak mungkin aku mengambil Agita darimu"
"Jangan memancing emosiku Lex"
"Buahahahahaha..." tawa Ken pecah "kalian seperti anak kecil tau gak sih"
"aku gak ngapa-ngapain Ken, si bos yang terlalu sensitif"
"Sekali lagi kamu menjawab pertanyaan tentang Agita yang di lontarkan padaku habis kamu Lex"
"Astaga bos, koq malah main ngancam-ngancem ke aku bos"
"suka-suka aku, siapa suruh kamu cari gara-gara sama aku"
"Kamu harus mendapatkan medali Agita karna sudah merubah bos angku seperti Angga menjadi bos bucin dan cemburuan"
"Tutup mulutmu Lex"
"Okey okey"
"Sekali lagi kamu ngomong ku robek mulutmu Lex"
Alex langsung menutup mulutnya dengan tangan kanannya, seolah dirinya takut dengan ancaman Angga.
Gina dan Ken menahan tawa mereka melihat Angga yang berubah drastis dari sifatnya sebelumnya.
__ADS_1