Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 133 (part2)


__ADS_3

"Ken kamu beneran akan kembali lagi kemari dan akan melanjutkan bisnis kamu di sini?" tanya Alex


"Aku gak tau Lex, aku hanya gak bisa ninggalin Gina sendirian di sini, kamu tau lah Gina adalah adiku satu-satunya dan kita hanya hidup berdua setelah kedua orang tuaku meninggal karna kecelakaan"


"iya aku paham, trus kalau kamu fokus di sini bagaimana dengan di Prancis?"


"Aku akan meminta bantuan kepada orang-orangku yang ku percaya untuk mengontrol dan menggantikan posisiku sementara waktu"


Di tengah obrolan Alex dan Ken, Angga datang dengan wajah yang tidak terbacakan.


"Ada apa denganmu Angga?"


"Kenapa lagi bos?"


"Kalian bantu aku"


"Bantu apa?" ucap Alex


"Aku ingin menggugurkan kandungan Agita"


"Kamu gila bos"


"kamu mau membuang Agita lagi seperti dulu" ucap Ken dengan suara kesal


"Bukan, kalian jangan emosi dulu aku kasian sama dia melihat dia menanggung semuanya karna kehamilan ini"


"Maksud kamu?" tanya Ken


"Kalian tau gak apa yang terjadi semalam bahkan aku gak bisa melakukan apa-apa buat dia"


#Flashback on


Malam itu Agita dan Angga sedang beristirahat, Agita tidur dalan pelukan Angga sedangkan Angga mengelus-elus kepala Agita dan menciumnya beberapa kali.


Waktu menunjukan pukul 10 malam, Angga mulai tertidur, beberapa jam kemudian tepat pukul 1 malam Angga kaget mendengar suara seseorang yang sedang muntah-muntah yang tak ada hentinya di dalam kamar mandi, Angga melihat di sampingnya tidak ada Agita jika Agita tidak berada di sampingnya berarti Agita berada di kamar mandi yang sedang muntah-muntah.


Angga bergegas bangun dari tidurnya pergi ke kamar mandi untuk melihat istrinya yang saat ini sedang duduk di atas kloset duduk. melihat istrinya yang lemas Angga lari menghampiri Agita.


"Kamu gak apa-apa sayang?"


Agita membuka matanya dengan lemas, dan memegang tangan Angga.


"Mas"


"Kenapa kamu gak bangunin aku" ucap Angga dengan menggendong Agita ke tempat tidur


Angga mengambilkan baju ganti buat Agita karna saat ini agita terlihat begitu basah, sebelum Angga mengganti pakaian Agita. Angga mengelap tubuh dan wajah Agita.


Jiwa lembut Angga keluar yang selama ini tak di ketahui orang-orang di luar sana yang mereka tau hanyalah Angga adalah orang yang dingin, sombong, dan egois, ia tidak bisa membendung air matanya lagi ketika melihat istrinya yang lemah.


Agita menatap wajah suaminya lalu ia mengusap air mata suaminya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku gak apa-apa mas"


"Bagaimana bisa kamu mengatakan gak apa-apa sedangkan kamu terlihat begitu lemah dan pucat sayang"


"Aku benar gak apa-apa mas, dan ini hanyalah sementara saja mas"


Angga mengenggam tangan Agita lalu menciumnya dan menempelkan tangan Agita ke wajahnya dan sambil menangis Angga melakukannya.


"Kamu mau apa, kamu mau makan apa sayang biar aku buatkan"


"benarkah mas, kamu mau membuatkan ku makanan?"


"iya sayang"


"tidak apa-apa kah aku merepotkan mu"


Angga mendengar ucapan Agita, ia menatap mata Agita.


"kamu jangan ngomong seperti itu, aku akan melakukan semuanya demi kamu apapun itu, aku memang pernah menyakitimu tapi aku bersumpah gak akan melakukannya lagi dan gak akan menyia-nyiakan kesempatan yang di berikan padaku"


Agita memegang tangan Angga lalu meletakkannya di perutnya. "Bukan aku yang minta mas tapi anakmu yang minta di buatkan bubur ayam"


Angga tersenyum mendengar ucapan Agita, setelah mendengar ucapan Agita. Angga mengalihkan pandangannya kearah perut Agita,


"Baiklah Daddy akan membuatkanmu bubur ayam apapun kamu inginkan Daddy akan lakukan, tapi satu pesan Daddy jangan menyusahkan mommy kasian mommy" ucap Angga dengan mengelus-elus perut Agita lalu menciumnya.


Agita tersenyum melihat apa yang Angga katakan pada calon anak mereka.


Setelah mengatakan semua itu pada calon anaknya ia beralih menatap Agita.


"Aku pergi dulu" ucap Angga dengan mengecup wajah Agita.


Agita menahan tangan Angga sebelum pergi, Agita bangun dari tidurnya


"Kamu mau apa sayang, kenapa kamu bangun"


"Aku ingin ikut denganmu mas"


"Gak usah, kamu di sini saja istrahat yaa"


"Gak mas"


"Ya sudah tapi kamu gak boleh jalan aku akan menggendongmu"


Agita menganggukan kepalanya.


Sesampainya di dapur Angga mulai melakukannya dengan menyiapkan bahan-bahan yang di masak namun sesekali Angga menatap istrinya sambil tersenyum. karna tidak tahan lagi melihat istrinya Angga menghampiri istrinya lalu mencium istrinya.


"Mas kapan selesai masaknya kalau gini"


"Oh iya aku lupa, habis kamu bikin aku gemes sayang"

__ADS_1


Sudah beberapa kali Angga melakukannya sehingga Agita berani ngomong seperti itu. angga kembali membuatkan bubur ayam buat Agita.


beberapa menit bubur ayam yang di buatkan Angga sudah matang kini ia akan menghidangkan buat Agita istrinya, namun Agita yang menunggunya memasak tertidur dengan kepalanya di letakan di atas meja makan.


Angga pergi mendekati Agita dengan membangunkan Agita dari tidurnya karna ia tau Agita begitu lapar karna semua isi perutnya di keluarkan dengan muntah-muntah di kamar mandi.


"Sayang, sayang..." panggil Angga dengan mengelus-eluskan pipi istrinya


"Hmmmm"


"Buburnya sudah matang sayang, ayo makan aku suapin"


Agita membuka matanya lalu menatap suaminya dan juga bubur yang di buatnya.


"Sudah matang ya mas?"


"iya sayang, mas suapin yaa"


Angga mulai menyuapinya namun baru beberapa sendok saja tiba-tiba Agita pergi ke kamar mandi yang berada di ruang itu, Agita mulai mual-mual dan itu membuat Angga khawatir lagi karna makanan yang baru Agita makan di muntahkan kembali.


Angga menghampiri Agita dengan memijit punggung Agita. setelah selesai Agita terlihat lemah, Angga mengambil air minum lalu di minumkan ke Agita.


"Aku mau istrahat mas"


"Tapi kamu belum menghabiskan makanannya"


"Aku udah kenyang mas"


Tanpa menjawab ucapan Agita. Angga langsung menggendongnya ke kamar. Angga membaringkan Agita di tempat tidur. Angga menjaga Agita sampai tertidur bahkan sesekali Angga membuka matanya takut Agita ke kamar mandi sendirian.


#Flashback off


"Aku gak sanggup lagi melihat Agita menderita, aku ingin menggugurkannya"


"Astaga Angga, anak itu tidak bersalah dan dari yang aku tau semua wanita hamil seperti itu paling lama 3 bulan masa ngidamnya Angga" ucap Alex


"Apa kamu gila Lex, maksud kamu Agita akan seperti itu selama 3 bulan? aku gak akan membiarkannya tersiksa seperti itu"


"Sadar Angga. seharusnya kamu mendukungnya mensufort dia karna dia saat ini sedang berjuang mempertahankan buah hati kalian" ucap Ken


"Tapi Ken. Agita tersiksa bahkan apa yang ia makan akan di muntahkan kembali"


"Kamu gak pikir perasaan Agita bagaimana jika kamu sampai menggugurkan kandungannya aaa" ucap Ken dengan kesal kepada Angga. sedangkan Alex terdiam melihat sikap Ken yang seperti dulu beberapa tahun lalu ketika Angga mengusir Agita.


"Stop kalian berdua, intinya sekarang kamu harus menjadi suami yang berperan menjaga istrimu bos, kamu harus bisa mengontrol emosi dan ucapanmu, kasian Agita jika sampai ia mendengarkan ucapanmu itu"


"Kamu sebagai suami harus bertanggung jawab bukan mengambil jalan pintas seperti itu, semua orang tidak ingin Agita menderita tersiksa begitu tapi semua itu demi buah hati yang ia nantikan"


Angga terdiam mendengar ucapan sahabat-sahabatnya itu, Angga harus sabar melihat Agita seperti itu dan kuat untuk menemani Agita di setiap saat.


Angga seperti itu karna ia tidak tau pasca ngidam saat wanita hamil, karna yang ia tau hanyalah bekerja, kerja dan kerja, dan saat itu juga ia tak berada di sisi Agita waktu Agita hamil anak pertama mereka jadi sikap Angga begitu egois jika menyangkut Agita. baginya Agita adalah segala-galanya baginya. Angga tidak ingin kehilangan Agita.

__ADS_1


__ADS_2