Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 118


__ADS_3

Kedua orang tua Angga kualahan menangani Deon yang pagi ini terlihat begitu manja kepada kedua orang tuanya. ia menangis ketika di meja makan tak menemukan kedua orang tuanya, ia ngambek dengan tidak ingin sarapan, Deon ingin mommy nya menyuapinya makanan namun keinginan Deon tidak terwujud karna ia tidak menemukan mommy dan Daddy nya.


"Ayo sayang, cucu nenek yang paling ganteng buka mulutnya"


"Deon mau sama mommy nek" ucap Deon dengan menangis


"iya, iya sayang tapi kan mommy lagi punya urusan di luar"


"Deon ingin mommy nek"


Dengan terpaksa ny. Amel menelfon Angga agar segera pulang.


"Mas handphone kamu berdering"


"Biarkan saja mungkin itu Alex"


"Mas lepaskan, aku mau pergi mandi"


"Sebentar saja sayang, aku ingin memelukmu"


tak berapa lama lagi handphone Angga berdering namun Angga tetap tak menjawabnya.


"Mereka lagi sedang apa sih gak mau angkat telfon" ucap ny.amel dengan marah-marah. lalu ny.amel memutuskan untuk menelfon Agita menantunya. tak menunggu lama panggilannya di jawab oleh menantunya.


"Mas, bangun mas ibu menelfon"


Angga tak bergerak sedikitpun dari tidurnya saat ini matanya masih tertutup sambil memeluk Agita dengan erat.


Agita memutuskan mengangkat telfon dari mertuanya. "Hallo, ada apa mi?"


"Kalian di mana? cepat kembali Deon menangis ia tidak ingin makan kalau kamu tidak menyuapinya Agita"


"Trus Deon di mana mi?"


"Deon sedang di bujuk oleh papimu agar diam namun itu hanya berhasil beberapa menit saja habis itu dia menangis kembali sambil memanggil mommy nya"

__ADS_1


"Baik mi, Agita dan mas Angga akan segera kembali" Agita menutup telfonnya dan berusaha bangun namun tubuhnya di peluk erat oleh suaminya.


"Mas, Bangun mas"


"Sedikit lagi sayang"


"Ya sudah kalau begitu lepaskan aku mas, aku mau mandi"


"Gak akan"


"Mas, kalau kamu gak akan melepaskan pelukanmu ini aku gak akan memberimu jatah lagi"


Angga membuka kedua matanya sambil berbicara dengan manja " kenapa sih kamu selalu mengancam ku"


"Aku gak mengancammu sayang, tapi saat ini Deon membutuhkan aku"


"Kan ada mami dan papi yang menjaganya sayang"


"tapi Deon tetap menginginkan aku mas" dengan kesal Agita melepaskan pelukan Angga, dan langsung menuju ke kamar mandi, 15 menit ia menyelesaikan mandinya, baginya saat ini di pikirannya hanyalah putranya sedangkan Angga masih belum beranjak dari tempat tidur.


Agita keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaiannya, ia akan memakai riasan wajahnya di mobil karna saat ini bukan waktunya untuk dirinya tapi untuk putranya.


"udah mas aku pergi duluan" ucap Agita dengan keluar dari kamar hotel sedangkan Angga mencoba menahannya namun tak berhasil.


Angga mengusap wajahnya dengan kasar, ia segera membersihkan tubuhnya, setelah itu ia mengejar Agita. jika ia membiarkan Agita pergi seperti itu Angga tidak tau lagi apa yang akan Agita lakukan padanya.


Ketika Agita memanggil taksi Angga langsung menarik tangannya "Gak usah naik taksi, kita pergi bersama ke rumah mami dan papi"


Agita menuruti apa yang di katakan Angga sebelum Angga masuk kedalam mobil ia lebih dulu masuk kedalam mobil.


Angga pun menyusul Agita masuk ke dalam mobil, ia melirik Agita yang sedang mengatur riasan wajahnya. "Maafkan aku sayang, bukan maksudku mengabaikan Deon"


"kita bahas itu nanti, sekarang aku ingin segera sampai ke rumah mami dan papi"


"Baik.." Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. tak menunggu waktu lama mereka sampai di tempat kedua orang tua Angga.

__ADS_1


Agita turun dari mobil dengan berlari meninggalkan Angga yang masih berada di dalam mobil, ia masuk kedalam rumah dengan mencari Deon, Agita mendengar suara tangisan puteranya ia tau kalau putranya sangat manja padanya.


iya berlari ke arah mertuanya yang sedang menggendong cucunya. "Sayang.." panggil Agita dengan mengambil Deon dari gendongan mertuanya. "Koq menangis sayang, ada apa? hmmm"


"Mommy dari mana"


"mommy keluar sedikit ada sesuatu yang harus mommy urus" Agita menatap mertuanya dengan mengucapakan kata maaf karna telah merepotkan mertuanya "Maafkan aku mi, membuat mami harus menjaga Deon"


Ny.amel menganggukan kepalanya ia mengerti ini semua ulah putranya. jika bukan karna Angga. Agita gak akan pernah meninggalkan cucunya. ia melihat putranya sedang melangkah menuju ke arah mereka. ny.amel mendekati Angga dengan menjewer kuping putranya.


Angga terkejut ketika telinganya di jewer oleh maminya "Aduh sakit mi"


"ini semua salah kamu, kenapa pakai tidur di luar segala jadinya cucu mami menangis seperti itu"


"Apa, Deon menangis"


ny.amel menjewernya lebih kuat lagi "Aku sudah menelfonmu beberapa kali kenapa kamu tidak menjawabnya? hmmm"


"Maaf mi, aku masih mengantuk ketika mami menelfon"


"dasar anak nakal kamu"


"Lepaskan mi, aku mau melihat Deon"


"Sudah tidak perlu, karna saat ini anak itu sudah diam dalam pelukan mommy nya"


"Lepaskan aku mi, aku mau melihat putraku" Angga berlari menuju kearah kamar milik Deon "Jagoan Daddy kenapa menangis?" namun tak mendapatkan respon dari Deon. "Maafkan Daddy, Daddy dan mommy gak akan meninggalkan Deon lagi" ucap Angga dengan meyakinkan Deon.


Agita membawa Deon ke meja makan untuk sarapan karna ia hanya ingin Agita yang menyuapinya "Kita sarapan ya sayang, nanti mommy yang akan menyuapi Deon" ucap Agita pada putranya dan Deon langsung menganggukan kepalanya.


Mereka melakukan sarapan bersama-sama karna drama yang di buat Deon semua orang belum melakukan sarapan pagi.


Agita melakukan beberapa caranya untuk menyuapi Deon, dengan tawanya Deon mereka semua menatap Agita dan juga Deon, mereka bersyukur mendapatkan menantu seperti Agita yang paham apa yang harus ia lakukan sebagai seorang ibu. dengan sikap Agita kedua mertuanya semakin menyayanginya melebihi dari anak kandung mereka sendiri.


karna hari ini adalah hari libur Agita mengajak Deon pergi jalan-jalan ke mall miliknya dan mengajak Deon bermain, sudah lama ia tidak bermain bersama dengan putranya itu. Angga pun ikut bersama dengan Agita dan putranya, weekend kali ini menurut Deon adalah weekend yang paling bahagia karna ia di temani oleh kedua orang tuanya. sedangkan Angga terus menatap Agita ia takut jika sikapnya yang tadi pagi di hotel akan membuat istrinya marah. hampir semua permainan Deon mainkan dengan di temani Angga dan Agita. dengan begitu lamanya bermain akhirnya mereka pergi untuk sarapan siang di restoran. sebagai suami yang baik dan penyayang ia menggendong Deon yang meminta agar Agita menggendongnya.

__ADS_1


"jagoan Daddy udah besar ya" ucap Angga sambil mencium putranya. "sayang kita pergi kesudut sana agar tidak terganggu dengan pengunjung yang akan datang".


Agita mengikuti apa yang di ucapkan Angga. saat ini mereka duduk di tempat yang tersudut, dengan menikmati makan siang yang penuh tawa karna tingkah lucu Deon yang begitu menggemaskan.


__ADS_2