Istri Kontrak

Istri Kontrak
Episode 145 (Part2)


__ADS_3

Tak terasa perut Agita sudah memasuki 6 bulan, dirinya dan Angga selalu memeriksakan kesehatannya dan bayinya.


Angga begitu bahagia mendengar perkembangan calon buah hatinya yang semakin hari semakin sehat dan baik-baik saja.


Angga bahkan sudah menyiapkan nama untuk calon anaknya, nama anak perempuan dan nama anak laki-laki. saat ini mereka belum mengetahui jenis kelamin buah hati mereka karna mereka tidak ingin mengetahuinya agar menjadi kejutan bagi mereka berdua.


Deon mulai mengambil les privat karna iya ingin seperti Daddy nya pebisnis muda yang bisa membanggakan kedua orang tuanya.


Angga dan Agita mensuport apapun yang Deon inginkan, bahkan saat ini Angga dan Agita tidak mengetahui kalau Deon mempelajari materi tentang berbisnis.


Deon adalah putra Angga yang bisa di katakan anak yang tegar dan suka dengan tantangan, ia menceritakan apa yang dia hadapi kepada orang tuanya jika dia tidak mampu menyelesaikan nya, selagi ia mampu ia akan menyelesaikan nya sendiri.


Angga dan Agita begitu bangga memiliki putra seperti Deon yang mengerti dengan keadaan orang tuanya, bahkan Deon tidak seperti dulu yang setiap harinya bermain dan membeli mainan.


Deon sekarang seperti seorang pria yang pemikirannya dewasa, ia melakukan semuanya yang menurutnya penting dan bisa menguntungkan dirinya contoh seperti les privat, belajar bisnis. Menurut Deon ia ingin mempercepat sekolahnya agar bisa fokus ketujuannya yaitu menjadi pengusaha muda dan cerdas.


Angga selalu datang ke sekolahnya karna undangan dari kepala sekolah putranya, bahwa Deon adalah anak yang cerdas sehingga ia bisa loncat kelas karna kepintaran yang ia miliki.


"Maaf tuan Angga, saya sudah mengganggu waktu berharga tuan Angga" ucap kepala sekolah putranya


"Gak apa-apa pak, ini juga begitu penting karna menyangkut putra saya" jawab Angga dengan sopan


"Tuan Angga tidak perlu khawatir dengan saya mengundang tuan"

__ADS_1


"Iya pak, kalau bisa langsung aja pak, sebenarnya ada apa dengan putra saya?"


"Ini adalah kabar bahagia untuk keluarga tuan Angga, karna Deon memiliki kepintaran dan kecerdasan yang tak dimiliki oleh siswa lain, sehingga kami tenaga pendidik akan menaikan Deon ke kelas 6 SD"


"Tapi pak, usia Deon sangatlah mudah dia seharusnya baru kelas 3 SD kenapa sekarang udah mau kelas 6 SD?"


"Saya sudah jelaskan jika putra tuan Angga adalah anak yang pintar dan cerdas, sehingga ia bisa mengerjakan pelajaran yang ada di kelas lain tuan"


Angga tidak tau ia akan bahagia dan bangga dengan putranya atau akan sedih, karna menurutnya Deon terlalu dini jika harus menyelesaikan sekolahnya dan tidak akan ada pilihan lain Deon akan terjun di dunia bisnis nanti.


Jika Deon kelas 6 berarti sebentar lagi ia akan menghadapi ujian dan akan melanjutkan sekolah lanjutan.


Kepala sekolah dan guru perwalian Deon. memperlihatkan semua nilainya kepada Angga. Angga yang melihat nilai Deon yang rata-rata di atas 90. Angga tersenyum betapa bangganya ia memiliki putra yang begitu pintar dan cerdas.


Awalnya Angga marah dengan mereka yang tidak mempercayai putranya, namun pendidik di sana menjelaskan alasan mereka, sehingga Angga menerimanya, dan untuk putranya yang akan di loncatkan ke kelas atas, Angga belum memberikan keputusannya karna ia harus membicarakan dengan sang istri karna menurutnya mengambil keputusan hanya sepihak bisa menimbulkan masalah yang tak di inginkan.


Angga pulang ke rumahnya lalu membicarakan masalah tentang Deon kepada Agita dan juga orang tuanya.


"Apa kamu bilang tadi Angga?"


"Deon akan di loncatkan di kelas atas bisa di katakan Deon akan lulus sekolah beberapa bulan lagi Pi"


Ny.Amel dan suaminya yang mendengar penjelasan Angga terkejut mereka tidak pernah mengetahui jika cucu mereka memiliki iQ yang tinggi sehingga bisa menyelesaikan sekolahnya dengan cepat.

__ADS_1


Sang kakek, tuan aji menatap cucuknya yang saat ini sedang makan.


"Kamu adalah cucuk kebanggaan keluarga Hendrawan, kakek begitu bangga padamu" ucap tuan aji kepada sang cucuk sambil mengusap rambut cucuknya.


"Ingat Pi, ada cucuk papi yang lainnya di dalam perut istri Angga Pi"


"iya papi tau tapi untuk sekarang Deon adalah kebanggan papi, nanti kalau mereka lahir papi akan berlaku adil Angga"


"Iya, tenang aja kamu Angga. papimu gak mungkin pilih kasih kepada cucuknya"


"Angga hanya khawatir aja mi, jangan sampai akan menimbulkan keirian nanti di antara mereka"


Agita yang mendengar percakapan mereka dengan satu tangannya memegang perutnya, karna saat ini buah hati mereka sedang bergerak di dalam perutnya.


"Kamu percaya aja sama papi dan mami mas, mereka gak mungkin melakukan itu"


Angga menatap Agita dengan memegang tangan Agita yang ada di atas meja makan.


"Iya sayang aku percaya kepada mereka, aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu nanti"


Agita tersenyum dengan memindahkan tangan Angga ke perutnya.


"Rasakan mas, anak kita tidak menyukai jika daddy nya harus berdebat dengan kakek dan neneknya hanya masalah mereka"

__ADS_1


Angga yang merasakan gerakan itu tersenyum, ia tidak sabar menunggu kelahiran sang buah hati.


__ADS_2