
Dewi sudah menceritakan semuanya pada Sandra dan Satya, sekarang mereka sedang bertemu di rumah Satya.
Sandra, Satya, Dewi dan Andika, duduk di sofa yang ada di dalam ruangan kerja Satya.
"Andika, lo pasti sudah tau kan kenapa kita panggil lo kemari?" tanya Satya
"Ada apa? apa gue melakukan kesalahan?" tanya Andika.
"Tidak, lo tidak melakukan kesalahan, tapi ada satu hal yang ingin kami sampaikan" ucap Satya dengan nada serius nya.
"Ada apa katakan saja?" ucap Andika
"Bima meminta lo untuk menikahi Dewi, secepatnya" ucap Satya menatap kearah Andika.
"Menikahi Dewi? Secepatnya?" ucap Andika mengulang pertanyaan dari Satya dengan kebingungan
"Kondisi Bima semakin hari semakin melemah, dan Bima selalu menitipkan pesan agar lo menikahi Dewi" ucap Satya.
"Apa semakin menurun? Apakah lo tidak bisa mengusahakan semua kenalan lo untuk mendapatkan donor jantung?" ucap Andika
"Gue sudah berusaha tapi tidak ada yang cocok dengan Bima" ucap Satya.
"Tapi Sat, apa Dewi mau menikah sama gue? Laki-laki yang Dewi cintai kan Bima bukan gue" ucap Andika melirik ke arah Dewi
"Aku mau kak Andika" ucap Dewi masih menundukkan wajahnya.
"Apa semua karena paksaan Bima, kamu tenang saja, saya akan terus mencari donor yang sesuai dengan tubuh Bima" Ucap Andika.
__ADS_1
"Percuma kak, Kak Bima menolaknya" ucap Dewi
"Kenapa dia begitu keras kepala" ucap Andika
"Kak Andika maafkan Dewi, Dewi tidak bermaksud untuk memanfaatkan kakak, tapi Dewi bingung harus bagaimana, Dewi seakan tidak bisa menolak, maafkan Dewi kak, Dewi sudah menyeret kakak masuk dalam permasalahan ini" ucap Dewi menundukkan kepalanya.
"Tapi pernikahan bukan sebuah permainan, aku ingin menikah hanya satu kali seumur hidupku" ucap Andika
"Ingin nya Dewi juga begitu kak, Dewi mohon maaf kakak bisa menolak nya" ucap Dewi
"Kalau gitu jangan anggap pernikahan ini main-main, Karena kalian menikah SAH di mata hukum dan agama" ucap Satya.
"Cinta akan tumbuh dengan sendirinya, seperti kami dulu, kalian mungkin lebih tau perjuangan kami dulu" ucap Sandra sambil memegang tangan Dewi.
"Betul kata Sandra, bagaimana perjuangan kami dulu, bagaimana kesabaran Sandra dulu sampai akhirnya sekarang kami bersama" ucap Satya sambil matanya menatap ke arah Sandra.
Andika pun menepikan mobil nya di pinggir jalan.
"Ada apa kak?" tanya Dewi
"Apa kakak ada perlu? Kalau gitu Dewi turun disini aja" ucap Dewi hendak membuka pintu mobil nya namun dengan cepat Andika menarik kembali tangan Dewi.
"Maaf" ucap Andika melepaskan kembali tangannya.
"Ada apa?" tanya Dewi lagi.
"Dewi apa kamu benar-benar mau menikah denganku?" Tanya Andika. Dewi diam sejenak
__ADS_1
"Maksudku demi Bima?" sambung Andika lagi.
"Iya kak (menganggukkan kepalanya) maafkan Dewi bukan maksud Dewi Mau memanfaatkan kakak, tapi kakak juga berhak untuk menolaknya" ucap Dewi menatap Andika
"Aku mau menikah denganmu, walaupun itu bukan karena Bima aku juga mau" gumam Andika
"Ah maaf tadi kakak bicara apa? Tadi ada mobil lewat aku kurang denger nya" tanya Dewi
"Aku mau menikah dengan mu" ulang Andika
"Yang terakhirnya?" tanya Dewi lagi
"Ah tidak ada, kamu salah dengar" ucap Andika dengan nada gugupnya
"Apa kakak yakin mau menikah dengan ku? Kakak tidak terpaksa kan, kakak berhak mendapatkan yang lebih dari aku" ucap Dewi.
"Tidak, Aku sudah yakin, kita akan menikah secepatnya" ucap Andika.
"Terimakasih kak, dan maafkan Dewi" ucap Dewi menundukkan kepalanya.
"Benar kata Satya dan Sandra, Cinta akan tumbuh dengan sendirinya, tidak akan ada yang tau kedepannya scenario apa yang akan kita jalani" ucap Andika.
"Aku percaya jika Allah merestui kita akan bersatu sejauh apapun kita berpisah, seberat apapun rintangan yang harus kita lewati, kita akan tetap bersatu" sambung Andika.
"Terimakasih kak" ucap Dewi dengan mata yang berkaca-kaca.
Bersambung.
__ADS_1