
Setelah mengobrol tiba-tiba Satya berdiri dan mengajak Sandra untuk berpamitan, begitu pula Dewi dan Satya menyuruh Andika untuk mengantarkan Dewi kembali ke butik.
"Bang kita duluan ya.. " ucap Satya. Memegang tangan Sandra untuk berdiri
"Aku juga ikut pamit deh" ucap Dewi. Ikut berdiri dan juga Andika
Melihat semuanya berpamitan, Raya pun ikut berdiri.
"Kamu mau kemana Ray? " tanya Sandra
"Mau pulang, kalian juga mau pulang kan? " ucap Raya.
"Kamu bareng sama bang Arka aja ya.. Kita ada perlu sebentar " ucap Sandra
"Kalau gitu gue balik sendiri aja deh " ucap Raya.
"Engga usah, kamu biar saya yang antar saja" ucap Arka.
"Kalau gitu kita pamit ya bang. " ucap Satya
"Aku titip Raya ya bang.. Pulangin tepat waktu" ucap Sandra tersenyum pada Arka.
"Iya.. Kamu tenang aja, kalian hati-hati ya.. " ucap Arka.
Setelah kepergian Sandra, Satya, Dewi dan Andika, mereka pun duduk kembali.
"Saya mau ucapin terimakasih karena kamu sudah mau menolong saya saat itu, dan izinkan saya untuk membalas budi saya kepada mu dan membayar ganti rugi kemarin" ucap Arka.
"Tidak perlu bang, saya melakukan semuanya ikhlas, jadi abang tidak perlu membayar apapun" ucap Raya.
"Tapi saya sudah berjanji untuk membalasnya. " ucap Arka.
"Ucapan terimakasih juga sudah cukup untuk membalasnya bang" ucap Raya sambil meminum jus nya.
"Baiklah lain waktu nanti semoga saya bisa membalas budi padamu ya.. " ucap Arka tersenyum
__ADS_1
"Ganteng sekali.. Jadi ini yang Sandra bilang kakak ipar nya, yang baik dan perhatian.. Tapi kenapa dia diam saja ya, beda saat bersama dengan Sandra, apa dia mencintai Sandra??" Batin Raya sambil sesekali melirik ke arah Arka.
"Raya... Kamu mau pulang atau kemana dulu?? " tanya Arka pada Raya
Raya tidak menjawab karena masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Ray.. Raya..?? Heii..?? " panggil Arka.
"Ahh.. Iya.. Maaf bang.. Tadi apa ya? " tanya Raya gugup
"Bodoh banget sih lo Ray, ketauan ngelamun di depan cowok " Batin Raya berkata
"Kamu mau saya antar pulang atau masih mau ke tempat lain?? " tanya Arka
"Emm.. Pulang aja deh bang" ucap Raya
"Baiklah kalau gitu, ayo saya antar pulang" ucap Arka berdiri.
Arka dan Raya pun berjalan pulang beriringan.
Sedangkan Sandra dan Satya sudah berada di dalam rumah.
"Kamu tutup mata dulu sebentar ya.. " teriak Satya dari luar ruang tidur.
"Emang nya ada apa?? " ucap Sandra
"Udah kamu tutup mata kamu dulu sebentar " Satya berjalan ke arah Sandra dan membawa Sandra ke arah balkon kamar
"Kamu mau bawa aku kemana sih?? " tanya Sandra
"Udah kamu tutup dulu aja mata nya sebentar lagi juga kamu akan tau" ucap Satya.
"Aku belom ganti baju loh Mas.. " ucap Sandra
"Sabar dong sayang sebentar" ucap Satya.
__ADS_1
"Sudah sampai, kamu boleh buka mata " ucap Satya.
Satya berlutut sambil membuka sebuah kotak perhiasan berwarna merah.
"Wah.. ini apa Mas?? " ucap Sandra terkejut.
Satya membuka kotak perhiasan tersebut.
"Cincin?? " ucap Sandra lagi
"Iya.. Ini cincin untuk mu, cincin ini untuk menggantikan cincin pernikahan kita " ucap Satya.
"Kenapa di ganti mas? " ucap Sandra
Satya berdiri
"Karena cincin ini terlalu murah untuk wanita seindah dirimu, aku memilih cincin ini secara asal dulu (membuka Cincin lama pernikahan mereka) dan ini (memasangkan kembali cincin yang ada di kotak perhiasan pada Sandra) aku memesannya secara khusus ada ukiran insial nama kita di dalam cincin sini" ucap Satya.
"Cantik sekali Mas, padahal cincin yang dulu pun aku tidak apa-apa, aku juga tidak perlu cincin yang mahal mas, asal kamu tulus memberinya pada ku" ucap Sandra.
"Maafkan aku dulu, tidak memberikan yang terbaik untukmu, izinkan aku untuk menebusnya sekarang" ucap Satya.
"Kamu tidak perlu membalas apapun Mas, yang penting kamu selalu ada bersama ku, menyayangiku, itu sudah lebih dari cukup " ucap Sandra
"Terimakasih sayang, sudah selalu bersabar menanti aku" ucap Satya memeluk Sandra.
Satya memeluk Sandra dari belakang sambil menghirup udara malam.
------------------
Setelah mengantar Raya pulang Arka langsung memutar balikkan mobilnya, untuk pulang ke rumah. Di luar pagar rumah nya dia melihat dua Satya dan Sandra dari arah balkon kamar Satya.
"Sedang apa mereka?? Padahal aku tahu kalau bukan Sandra wanita yang aku cari, tapi kenapa aku masih berharap kalau dia wanita itu dan saat dia sedang bermesraan dengan Satya, hati ku menjadi sakit, apa artinya ini Sandra?? " ucap Arka di dalam mobilnya.
Bersambung..
__ADS_1