
Malam hari telah tiba, Sandra sedang berada di taman belakang rumah Satya, dia sedang duduk dan menghirup udara malam.
"Ibu hamil engga baik di luar malam-malam, mau coklat panas? " Arka menghampiri Sandra.
Arka memang berniat untuk melepas penat, setelah seharian suntuk bekerja, tidak sengaja dia melihat Sandra, dia pun langsung membuatkan 2 coklat panas untuk nya dan Sandra.
"Bang Arka?? " ucap Sandra terkejut
"Boleh aku duduk disini? " tanya Arka
"Boleh bang.. " ucap Sandra tersenyum
"Ini coklat panas biar kamu engga kedinginan" memberikan segelas coklat panas untuk Sandra
"Terimakasih bang" menerima gelas dari Arka
"Tumben malem-malem keluar? " ucap Arka
"Lagi pengen di luar aja bang, enak merasakan hawa sejuk dan damai dimalam hari" ucap Sandra.
"Kamu memang suka menyendiri ya? " ucap Arka
"Mungkin karena aku terbiasa sendiri bang.. " ucap Sandra menatap ke atas langit yang terang di hiasi oleh bintang-bintang.
"Sandra.. Apa Satya memperlakukan kamu dengan baik? " tanya Arka sambil terus memandangi wajah Sandra
"Kenapa abang bertanya seperti itu? " langsung beralih menatap Arka.
"Jika dia tidak memperlakukan kamu dengan baik, aku siap menggantikannya" pandangan mata mereka bertemu.
"Bang Arka bicara apa?? Jangan suka bercanda bang" ucap Sandra mengalihkan pandangannya
"Aku tahu kalau pernikahan kalian tidak baik Sand, Satya memberikan mu surat perjanjian cerai di malam pertama kalian kan? " tanya Arka
"Abang tahu darimana? Satya bilang sama abang?? " ucap Sandra
"Abang tahu sendiri saat itu abang berada di luar kamar kamu, tadinya abang mau mengantar baju ganti untuk Satya " ucap Arka
"Abang dengar semuanya?? " Sandra terkejut
"Maaf, tapi aku memang mendengar semuanya " ucap Arka. Namun Sandra masih diam saja
"Sandra.. Aku siap mengantikan posisi Satya menjadi ayah dari anak kamu" ucap Arka
"Maafin Sandra bang, tapi anak ini masih mempunyai ayah kandung nya" ucap Sandra
"Tapi cepat atau lambat kalian akan berpisah kan? Aku yang akan menggantikan itu" ucap Arka menatap Sandra dalam-dalam
"Abang Salah, Satya sudah memperlakukan aku dengan sangat baik, dan kami sudah merobek surat itu.. Dia sudah menyesali semuanya " ucap Sandra
__ADS_1
"Kamu bohongkan? Tidak mungkin Satya secepat itu menyesali kesalahannya, dia orang yang keras " ucap Arka
"Sekeras-kerasnya batu jika terus di tetesi air akan hancur juga, apalagi hati manusia" ucap Sandra
"Tapi aku tulus mencintaimu Sandra " ucap Arka..
"Maaf bang, sebaiknya abang hapus rasa cinta abang, karena aku adik ipar abang aku akan mempertahankan hubunganku dengan Satya apapun resikonya demi anakku aku rela bang, terimakasih untuk semua kebaikan abang.. Sandra permisi" ucap Sandra bangun dari duduknya.
"Aku tidak perduli Sandra.. Aku tetap akan mencintaimu.. Satya hanya mempermainkan mu dia tidak benar-benar mencintaimu, dia seorang direktur banyak di gilai perempuan kamu tidak akan sanggup dengannya. " teriak Arka
"Cukup bang! Lebih baik pembicaraan kita stop sampai disini dan Sandra harap hanya kita berdua saja yang tahu. Permisi! " ucap Sandra berlari masuk ke dalam dengan mata berkaca-kaca
"Aku tidak perduli Sandra.. Aku akan merebut mu walaupun dengan adik ku sendiri.. Aku tidak bisa melupakan mu.. " ucap Arka menunduk.
Sandra berlari masuk kedalam, tiba-tiba dia menabrak seseorang.
"Brukkk (suara tabrakan) maaf aku engga sengaja.. Mas.. " ucap Sandra terkejut dan buru-buru menghapus air matanya yang menetes.
"Sayang.. Kamu kenapa?? Kamu nangis?? " tanya Satya khawatir
"Engga Mas, cuma kelilipan aja.. Aku duluan ke kamar ya mas.. " ucap Sandra lalu meninggalkan Satya pergi ke kamarnya.
"Kenapa.. Engga seperti biasanya dia seperti itu.. Tadi dia berlari dari arah taman belakang, ada apa disana? " dengan rasa penasaran nya dia pun berjalan ke arah taman.
"Bang Arka.. Dia juga ada di taman.. Ada apa ini" gumam Satya.
"Kamu balik lagi??.. " mendengar suara langkah kaki Arka pun langsung memalingkan wajahnya.
"Satya?? " ucap Arka terkejut
"Iya ini aku Satya? Memang abang pikir siapa? Sandra?? " tanya Satya
"Tidak.. Bukan begitu.. " ucap Arka gugup
"Sebenarnya ada apa ini? Sandra tadi berlari sambil menangis, apa yang sudah abang perbuat pada Sandra? " tanya Satya
"Aku ingin menggantikan mu menjadi Ayah untuk anaknya Sandra.. " ucap Arka, kali ini Arka sudah tidak bisa mengontrol emosinya, dia selalu merasa sakit hati setiap melihat Sandra dan Satya bermesraan.
"Apa!!! Abang bilang apa?? " teriak Satya
"Aku mencintai Sandra!! Dan aku juga tau cepat atau lambat kalian akan berpisah kan?? Kamu sudah memberikan surat perjanjian cerai untuk Sandra?? Lebih baik kamu tepati itu! " ucap Arka.
"Tau dari mana kamu tentang itu? " tanya Satya
"Aku mendengar nya sendiri, saat malam pertamamu.. Bodoh kamu Satya harusnya kamu menjaga Sandra dengan baik.. Bukan malah menyakitinya! " ucap Arka
"Iya memang aku bodoh saat itu! Tapi aku sudah menyadari semuanya, sekarang aku tidak akan menyakiti Sandra lagi, aku tidak akan menyakiti ISTRI SAH ku" ucap Satya menekankan kata-kata nya.
"Lebih baik kamu ralat kata-kata mu itu, di istriku, jangan merebut apa yang bukan milikmu! " ucap Satya
__ADS_1
"Kamu yang merebutnya dari aku!! Dari awal aku bertemu dengan dia.. Aku sudah mencintai nya.. 2th lalu aku mengalami pencopetan dikota Y, dan aku tidak bisa pulang aku tidak punya uang sepeserpun, badanku bonyok di hajar pencopet, seketika aku melewati restauran.. Ada seorang gadis cantik yang menolongku dan memberikan makanan untukku dia memakai cadar tapi dia menyebut namanya Sandra, namun saat aku kembali lagi restauran itu sudah tutup dan aku tidak pernah menemukannya lagi, saat kamu membawa Sandra masuk, aku yakin bahwa dia perempuan yang aku cari, jadi bukan aku yang merebutnya tapi kamu yang merebutnya dari ku!!! " teriak Arka.
"Apapun ceritamu tetap saja, Sandra adalah istri ku dia ISTRI SAH ku dan dia juga sedang mengandung anakku, kalian bahkan hanya bertemu sekali belum tentu juga Sandra ingat tentang itu! Atau belum tentu juga itu Sandra istriku nama Sandra banyak, orang yang memakai cadar banyak, dan orang yang mempunyai restauran pun banyak! Jadi aku harap kamu tahu diri dengan posisi mu sebagai kakak iparnya! " ucap Satya.
**
Disisi lain Sandra mendengar apa yang di katakan oleh Satya dan Arka, dia kembali lagi Karena dia takut Arka akan berbicara yang tidak-tidak pada Satya, ternyata benar yang di takutkan Sandra terjadi.
"Menolong seseorang.. Di kota Y, aku tidak ingat kapan itu tapi 2th yang lalu aku memang punya restauran di kota Y" ucap Sandra di balik pintu kaca
**
"Cih.. Kamu tidak berhak melarang ku, kali ini aku akan mempertahankan keinginanku, dia dewi penolongku, dia bahkan mau membantuku untuk membelikan tiket pesawat dan membantuku pulang, aku sudah berjanji bahwa aku akan membalas jasanya, jadi aku tidak akan berhenti! " ucap Arka
"Dan aku tidak akan membiarkan mu merebut istriku!! Walaupun kamu kakak ku, aku tidak akan mundur untuk bersaing dengan mu! " teriak Satya.
Mereka terus beradu argumen sampai di titik akan saling memukul, namun dengan cepat Sandra menghalau mereka.
"STOPPP!!! Kalian apa-apan?? Kalian itu adik kakak untuk apa saling memukul seperti ini?
Bang Arka Sandra mohon, apapun yang dulu Sandra lakukan Sandra ikhlas Sandra tidak pernah berharap abang membalas nya, tapi Sandra juga lupa kalau Sandra sudah menolong abang.. Tapi Sandra mohon sama abang jangan seperti ini, Sandra adik ipar abang, istri dari adik kandung abang jangan jadikan Sandra sebagai penghancur hubungan adik dan kakak, Sandra tidak mau seperti ini " ucap Sandra menangis.
"Sudahlah Sayang.. Kamu tidak berhak memohon padanya, kita pergi saja" ucap Satya merangkul Sandra
"Untuk kamu.. Lakukan apa yang kamu mau! Tapi aku tidak akan membiarkan nya!! Untung kamu abang ku kalau tidak aku sudah menghajarmu!! " ucap Satya, membawa Sandra pergi dari taman
"Saudara kandung!! Dia bukan Saudara kandungku!! " ucap Arka.
#Flash back.
Di dalam kamar Abi dan Umi
"Umi usia Arka kan sudah 20th kita berhak memberitahu dia kalau sebenarnya dia bukan anak kandung kita.. " ucap Abi duduk di sebelah umi.
"Umi tidak tega Bi, umi ga mau buat Arka kecewa biarkan lah dia tau kalau kita orang tua kandungnya" ucap Umi
"Tapi cepat atau lambat dia harus tau mi" ucap Abi
"Tidak boleh, Arka tidak boleh tau Bi, umi tidak mau kehilangan Arka, dia bahkan sudah tidak punya siapa-siapa lagi, terakhir kali Ibu nya meninggal saat melahirkannya dan kebetulan kita sedang berada di rumah sakit yang sama, sedangkan ayahnya sudah meninggal saat Arka masih di dalam kandungan, umi masih ingat betul saat ibunya menitipkan pada umi, biarkan dia tahu kalau kita keluarganya, itu sudah cukup bagi nya, Umi juga tidak pernah menganggap dia bukan anak kandung umi, dia tetap kakak dari Satya, Meira dan Nayla" ucap Umi menangis.
"Baiklah kalau begitu, umi jangan menangis lagi ya" ucap Abi memeluk Umi
Tanpa mereka sadari, orang yang mereka bicarakan mendengarkan semua perkataan mereka dari balik pintu.
#Flashback off.
"Mereka memang tidak pernah pilih kasih pada ku, tidak pernah membeda-beda akan aku dengan yang lain, tapi tetap saja aku bukan anak kandung nya, darah mereka tidak mengalir padaku, dan aku tahu diri akan hal itu, aku juga mengalah tentang posisiku di kantor karena itu bukan milikku, tapi kali ini aku ingin memilikinya, sebagai adik yang baik kamu harus memberikannya padaku" ucap Arka frustasi.
Bersambung...
__ADS_1