
Setelah selesai minum jus, Sandra berjalan-jalan di Mall, sambil memasuki beberapa toko bayi dia terlihat sangat bahagia melihat pernak pernik bayi membuat nya tidak sabar untuk segera membeli, karena mengikuti ucapan dari keluarganya dia baru boleh beli setelah usia kandungannya mencapai 7 bulan.
"Sabar Sandra 4 bulan lagi kamu akan membeli semua itu " ucap Sandra
Setelah puas melihat isi toko bayi dia pun pergi ke toko pakaian, dia ingin membeli beberapa pakaian untuk ibu hamil, karena baju-baju nya sudah mulai sempit.
Dia memilih beberapa pakaian yang cocok dengan dirinya. Saat beralih ke pakaian pria, dia melihat Satya sedang memilih-milih pakaian di ikuti oleh Andika, Sandra pun mendekati dia berniat untuk menyapa mereka, tapi ternyata ada seorang perempuan di samping nya. Karena rasa penasarannya dia pun mendekati Satya dengan perlahan agar tidak terlihat. Tadinya Sandra ingin memilihkan beberapa pakaian untuk mang ujang. Tapi tidak di sangka dia melihat suami nya sendiri.
Sandra melihat di balik jejeran Jas
"Padahal dia kan suami aku, kenapa aku ngumpet-ngumpet gini yaa?? Sejak kapan kamu ngurusin hidup orang lain sih Sand?? " Batin Sandra.
"Pak Satya kayanya warna ini cocok dengan bapak " ucap seorang perempuan pada Satya sambil membawa sebuah kemeja dengan warna terang.
"Begitu kah? Tapi saya tidak suka warna terang" ucap Satya.
"Kalau begitu yang ini?? " ucap perempuan itu lagi dengan membawa kemeja warna navy
"Boleh, biar saya coba " ucap Satya mengambil kemeja tersebut. Untuk di jajal
Satya pun kembali dan sudah berganti dengan kemeja yang tadi dia bawa.
"Wahh ini cocok sekali" ucap wanita itu
__ADS_1
"Ini dasi nya pak" ucap seorang wanita.
Satya pun hendak mengambil dasi itu namun di tahan oleh wanita tersebut.
"Biar saya aja yang pasangkan pak " ucap Wanita tersebut mendekati Satya.
Terlihat Andika hendak mencegah nya namun Satya menahan Andika menggunakan tangannya. Wanita itu pun memasangkan dasi dengan tersenyum bahagia.
"Terimakasih" ucap Satya pada wanita itu.
"Sama-sama pak" ucap wanita itu, wanita itu adalah klien Satya, terlihat dari wajah nya kalau dia menyukai Satya.
"Bahkan dengan wanita lain dia bisa tersenyum, beda kalau lagi sama aku" batin Sandra.
"Kenapa hatiku, hatiku terasa perih melihat dia dengan wanita, jangan bilang kamu suka sama dia Sand, kamu gak boleh suka sama dia, itu akan membuat kamu terluka " ucap Sandra pelan.
Sandra memesan beberapa makanan, terlihat dia memesan semua makanan yang ada di dalam buku menu.
Saat Sandra memakan makanannya, tiba-tiba terlihat beberapa orang masuk ke dalam cafe tersebut yang Sandra tahu ternyata dia adalah Satya. Satya duduk di pas di depan Sandra di temani oleh Andika, klien wanitanya dan Asisten wanita itu.
"Sedang apa wanita itu disini, makan begitu banyak seorang diri" Batin Satya melirik Sandra.
"Ceh.. Dia pura-pura tidak melihat, awas saja nanti dirumah" Batin Satya lagi. Sambil menatap Sandra.
__ADS_1
....
"Ngapain sih dia ngeliatin aku terus" batin Sandra pura-pura tidak melihat Satya.
....
"Pak?? Pakk..??? Pak Satya??? " Panggil wanita itu.
"Eh.. Iya.. " ucap Satya.
"Bapak kenapa?? Bapak kenal dengan perempuan di sana?? " tanya Wanita itu..
"Enggak.. Saya enggak kenal!! " ucap Satya sinis sambil menatap ke arah Sandra.
"Oh, saya kira kenal, bapak mau mesan apa?? " ucap wanita itu memberikan buku menu pada Satya.
....
"Kalau gak kenal, ngapain kamu liatin saya terus!! " batin Sandra kesal.
Sandra pun memakan makanannya dengan kesal sambil mencabik-cabik steak di di piring nya. Dan itu malah membuat Satya semakin memandangi Sandra.
Bersambung....
__ADS_1