
Beberapa minggu kemudian, setelah kejadian Andika yang berobat dan di tangani langsung oleh Lisa, mereka menjadi semakin dekat.
Seperti sore ini setelah selesai bertugas, Lisa dan teman-temannya sedang duduk di lobby rumah sakit, tanpa menunggu lama ada mobil berhenti tepat di depan mereka, benar saja yang turun adalah Andika.
"Cie.. Lisa di jemput oleh pangeran bermobil" ucap Rika teman Lisa.
"Apaan sih Rika, jangan kencang-kencang nanti terdengar kan malu" ucap Lisa menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa dia memang ganteng kan, seperti pangeran, bedanya hanya pak Andika mengendarai mobil, kalau pangeran menunggangi kuda" ucap Rika tertawa dengan ucapannya sendiri.
"Terserah kamu saja lah" ucap Lisa..
Anda berjalan menghampiri Lisa dan Rika.
"Sudah pulang?" tanya Andika pada Lisa.
"Sudah Kak" Jawab Lisa
"Mau bareng? " Tanya Andika kembali
"Boleh" ucap Lisa tersenyum.
Namun sebelum pergi Andika melirik ke arah Rika, karena merasa dilirik oleh Andika Rika pun langsung berbicara.
"Saya juga lagi nunggu jemputan, jadi kalian duluan saja" ucap Rika seolah tau isi pikiran dari Andika.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu kami duluan ya?" ucap Andika tersenyum.
"Silahkan" balas Rika sopan.
"Bye Rika selamat menunggu" ucap Lisa.
"Meledek ya kay Lis" ucap Rika gemas
Lisa pun berjalan mengikuti Andika dari belakang.
"Akhirnya kamu bisa tersenyum lagi Lis, semoga kali ini dia yang terbaik untuk kamu" ucap Rika.
...----------------...
"Gue kangen banget kita yang kaya gini" ucap Raya
"Gini gimana sih Ray?" tanya Sandra.
"Jaman kita muda dulu" ucap Raya
"Hush memang kamu sudah menganggap dirimu tua.. Kalau aku sih masih muda" ucap Sandra tertawa.
"Masih muda tapi dirumah dasteran ya.." ucap Raya membalas tawa dari Sandra.
"Yang penting masih muda wle" Sandra meledeki Raya.
__ADS_1
"Dewi sudah menikah, Kamu sudah punya anak, gue kapan ya?" tanya Raya.
"Kok kapan? bukannya kalian sudah menyiapkan semuanya?" tanya Sandra
"Entah lah gue bingung, gue ga tau bagaimana cara berfikir dari Arka, kita sudah lama mempunyai hubungan, sudah lama juga menyiapkan pernikahan tapi seperti jalan di tempat, mungkin dia memang ga serius sama gue Sand" ucap Raya sendu.
"Suusstth jangan bicara aneh, mungkin memang bang Arka sedang menyiapkan acara yang spesial buat kamu" ucap Sandra mencoba menenangkan Raya.
"Gue ga tau harus bersikap bagaimana lagi, agar menjadi wanita yang dia inginkan, gue sudah berusaha sabar walau di perlakukan seperti ini, gue sudah berusaha mengalah walau gue ga tau di mana letak kesalahan gue, gue sudah berusaha menjadi wanita yang paling mengerti dia, walau dia tidak mengerti gue sama sekali, jadi dimana letak kesalahan gue?" ucap Raya mulai meneteskan air matanya.
"Kamu tetap harus menjadi diri sendiri, jangan merubah diri demi orang lain, jangan terlalu mempunyai ekspetasi yang terlalu tinggi pada diri orang lain, karena tidak semua yang kita rencanakan sesuai dengan jalannya, tidak semua yang kita mau sesuai dengan hasilnya, tetap jadi diri sendiri, memperbaiki diri tidak untuk orang lain tapi untuk dirimu" ucap Sandra mengelus pundak Raya.
"Makasih" ucap Raya terbata dengan air mata yang tidak bisa dia tahan lagi.
Bersambung.
***Hallo semuanya.. Ada yang kangen ga smaa aku?? Gak ada ya??
Yaudah deh balik kanan .. Tapi boong hahahha..
Wah di kotaku mulai lockdown lagi, di kota kalian gimana??
Karena lockdown melanda, ga bisa keluar-keluar.. jadi waktunya aku menemani kalian lewat karya-karya ku lagi.. Di follow terus yaa ceritanya.. Akan ada karya baru juga untuk kalian, semoga suka ya..
Yang mau tanya aku.. boleh juga nanti aku jawab di komen kalian , love you guys semoga kalian ada yang masih inget aku yaa*** ...
__ADS_1