
Di dalam kamar Dewi.
Selesai bersih-bersih Dewi merebahkan tubuhnya di atas ranjang empuk nya. Dewi menatap langit-langit kamar nya, tiba-tiba dia terbayang wajah Andika.
"Ish.. Kenapa tiba-tiba aku membayangkan wajah kak Andika sih" ucap Dewi.
"Tapi kak Andika baik juga sih sudah gitu tampan, pemberani dan pekerja keras, tapi sepertinya pemilih, buktinya dia belum menikah" sambung Dewi.
"Argh.. Dewi kenapa kamu memikirkan sejauh itu sih, yang harus kamu pikirkan bagaimana caranya bisa terlepas dari Bima, Bima orang yang nekad, bagaimana jika dia benar-benar ingin menikahiku, aku memang mencintai nya tapi itu dulu, sebelum aku tahu kalau dia laki-laki penyebab kecelakaan kakak ku, Jika saja Bima masih Bima yang dulu, tanpa dia paksa aku juga bersedia, tapi percuma saja orang tuanya tidak menyukai ku" ucap Dewi.
Tok..tok..tok.. (tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar Dewi).
"Tunggu.." ucap Dewi berlari ke arah pintu, untuk membukakan pintu.
"Kak Raya.." ucap Dewi, ternyata Raya yang datang.
"Assalamualaikum... Gue boleh kan kesini numpang rebahan" ucap Raya.
"Waalaikummusalam.. Boleh dong mau nginep juga boleh, ayo masuk kak" ucap Dewi mempersilahkan Raya masuk.
"Ah.. Kalau nginep nanti kamar Lo yang rapih ini gue acak" ucap Raya duduk di ranjang Dewi.
__ADS_1
"Untuk kakak ku Tersayang aku persilahkan " ucap Dewi tertawa.
"Kau ini, sepertinya kamu sedang bahagia yak, ketawa terus" ucap Raya.
"Tidak juga kak" ucap Dewi.
"Ah kau bohong" ucap Raya menghela nafasnya
"Kakak kenapa? sepertinya sedang ada Masalah?" tanya Dewi.
"Hemmm.. Aku ingin cerita tapi..??" ucap Raya menggantung.
"Cerita saja kak, aku kan adek nya kak Raya, masa kakak tak percaya sama aku?" ucap Dewi.
"Jika aku mencintainya aku lebih baik menunggu, karena meninggalkannya tidak akan mudah, kita akan tetap terjebak dengan bayangannya" ucap Dewi.
"Tapi apa itu tidak menurunkan harga dirimu?" tanya Raya lagi.
"Dalam Cinta tidak ada harga diri kak, kecuali laki-laki yang kita cintai sudah memiliki pasangan, kita harus melepaskannya, jangan turun kan harga diri kita walaupun kita mencintainya" ucap Dewi
"Apa yang kakak maksud kak Arka?" sambung Dewi
__ADS_1
"Iya.. Keliatan banget ya Dew?" ucap Raya tersenyum tipis.
"Kalau memang kak Arka, lebih baik kakak menunggu dan membantunya buat lupain mbak Sandra, Cinta kak Arka tidak sehat, mbak Sandra sudah bahagia dengan Mas Satya dan Satria, jadi jangan biarkan kak Arka terpuruk dalam hal yang tidak pasti" ucap Dewi.
"Kamu benar, Terimakasih ya Dew, kakak tidak tahu mau cerita kesiapa kan Sandra lagi liburan, kakak gak mau ganggu waktu mereka" ucap Raya.
"Tidak apa-apa kak, kita saling berbagi saja" ucap Dewi tersenyum.
...----------------...
"Satria nya sudah tidur, sini biar aku tidurkan di kasur saja" ucap Sandra
"Biar aku saja, kamu istirahat juga ya.." ucap Satya mengusap lembut pipi Istri nya.
"Aku mau buatkan kamu makan dulu Mas" ucap Sandra.
"Kita pesen makan aja, kamu istirahat saja, pasti kamu lelah seharian ngurusin baby Satria" ucap Satya.
"Itu memang kewajiban ku Mas" ucap Sandra.
"Tapi kewajibanku juga untuk memanjakan kamu" mencium tangan Sandra, membuat wajah Sandra merah merona.
__ADS_1
Bersambung.