
Karena Sandra tidak kunjung mengabari Raya akhirnya Raya menghampiri Sandra di rumahnya, saat taxi online yang Raya tumpangi masuk ke area rumah Sandra, seperti biasa Raya melihat dua pria yang biasa mengikuti mereka, sedang berjaga di depan pagar rumah Sandra.
"Jadi yang mereka incar itu Sandra? Sebenarnya untuk apa mereka berjaga disini? Sandra pasti tau sesuatu" Raya berkata sendiri sambil masuk kedalam rumah Sandra.
"Assalammualikum Sand? Sandra? " teriak Raya, karena tidak mendapat jawaban Raya pun langsung masuk ke dalam kamar Sandra, yang kebetulan tidak Sandra kunci.
"Sandra? " panggil Raya lagi, namun Raya tidak menemukan keberadaan Sandra, saat Raya akan keluar kamar, tiba-tiba dia mendengar suara tangisan dari kamar mandi milik Sandra, Raya pun langsung mendekatkan telinganya di pintu kamar mandi tersebut, memastikan kalau itu benar suara milik Sandra.
"Sandra?? Lo kenapa?? Buka pintunya?? " ucap Raya khawatir karena yang Raya dengar memang benar suara Sandra yang sedang menangis.
"Tok.. Tok.. Tok.. Sand lo kenapa? " ucap Raya mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi Sandra.
"Sand? Ya ampun, buka pintunya, kalau engga gue dobrak ya? " ucap Raya khawatir.
"Sandra!! gue gak main-main yaa?? " ucap Raya lagi.
Raya bersikeras membuka pintu kamar mandi Sandra, namun tiba-tiba Sandra membuka pintunya.
"Sandra?? Lo kenapa?? Kenapa lo nangis gini?? " tanya Raya melihat Sandra keluar dengan bercucuran air mata.
__ADS_1
"(Memeluk Raya seketika) Ray.. Hiks.. Hiks.. Maafin aku? " ucap Sandra menangis di pelukan Raya.
"Maaf buat apa Sand? Lo kenapa? Cerita sama gue? " ucap Raya sambil mengelus-ngelus punggung Sandra.
"Ak.. Aku.. " ucap Sandra menggantung. Sandra masih bingung harus bilang apa pada Raya.
"Tunggu ini apa? " ucap Raya sambil mengambil benda yang di pegang oleh Sandra, Sandra berusaha menahannya, namun karena rasa penasaran Raya, Raya pun mampu mengambil benda itu dengan sedikit paksa.
Raya melepaskan pelukan Sandra, dia melihat benda yang sedang dia pegang, betapa terkejutnya Raya melihat benda yang sedang dia pegang, yang lebih terkejut nya lagi, dia melihat hasil nya.
"Sand ini punya siapa? " ucap Raya yang masih terkejut. Namun Sandra hanya menangis tanpa menjawab pertanyaan Raya.
"Sand jawab gue? Ini punya siapa? Ngapain benda ini ada di tangan lo? " ucap Raya mulai emosi.
Karena Sandra merasa terpojok, Sandra hanya menganggukkan kepalanya sambil menangis.
"Jadi ini bener punya lo Sand? Kapan lo lakuin ini? Kenapa lo bisa sebodoh itu sih Sand? " ucap Raya yang ikut menangis.
"Aku bisa jelasin Ray" ucap Sandra.
__ADS_1
"Kenapa lo bisa ngelakuin hal kaya gini Sand? Siapa yang lakuin ini sama lo? Siapa bapak nya?? " ucap Raya merasa kecewa.
"Aku bisa jelasin Ray?? " ucap Sandra pelan.
"Jelasin sekarang?? " ucap Raya merasa lemas dan duduk di tempat tidur.
"Sebenernya.... " Sandra menjelaskan semuanya pada Raya sejelas mungkin, dia tidak mau kalau Raya salah paham kembali padanya.
"Apa? Jadi lo di perkosa Sand? Cowok itu pelakunya? Dan dua orang di bawah itu siapa? Lo pasti tau tentang mereka kan? " ucap Raya.
"Mereka suruhan Satya, mereka disuruh mengawasi aku. " ucap Sandra menundukkan kepalanya.
"Gue engga nyangka. Maafin gue Sand, gue engga bisa jagain lo dengan baik, sampe-sampe lo kaya gini, maafin gue Sand harus nya gue enggak ninggalin lo waktu itu. " ucap Raya meneteskan air matanya.
"Ini bukan salah kamu Ray, ini salah aku yang engga bisa jaga diri aku sendiri maafin aku Ray, aku bikin kamu malu, aku buat dosa " ucap Sandra menangis.
"Sudahlah Sand, ini sepenuhnya bukan salah lo, ini salah Tuan muda sok kuasa itu!! Gue harus buat perhitungan sama dia!! " ucap Raya dengan wajah emosi.
"Ini mungkin sudah takdir aku Ray, kalaupun dia tidak mau bertanggung jawab, aku akan tetap membesarkan anak ini" ucap Sandra sambil mengelus perutnya.
__ADS_1
"Dia harus bertanggung jawab, ini juga ulah dia Sandra, lo enggak boleh nanggung masalah ini sendiri! " ucap Raya.
Bersambung..