Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 73


__ADS_3

Arka Tiba dirumah, dia langsung berjalan cepat masuk kedalam kamarnya dengan tersenyum-tersenyum sendiri. Seolah mengacuh kan Nayla dan Meira yang hendak menyapanya.


"Bang Arka kenapa ya.. ko senyum-senyum sendiri gitu kak?" tanya Nayla pada kakak nya Meira.


"Mungkin dia lagi bahagia dek" jawab Meira.


"Bahagia sampe lupa ada adek-adeknya di depannya" ucap Nayla cemberut.


"sudahlah biarin aja " ucap Meira.


"Ekehm.. Ade-ade Abang yang cantik, lagi ngobrolin apa nih kayanya serius banget?" ucap Satya.


"Eh bang Satya, engga tau tuh tadi kita lihat bang Arka senyum-senyum sendiri, sekarang dia langsung masuk ke kamarnya" jawab Nayla.


"Kamu engga tanya bang Arka apa alasan dia senyum-senyum?" ucap Satya


"Gimana mau nanya, dia nya aja langsung masuk kamar, tanpa menghiraukan kita yang jelas-jelas ada di depan matanya" ucap Nayla.


"Yasudah kalau gitu kita berangkat dulu ya bang" ucap Meira.


"Kalian mau kemana?" Tanya Satya


"Aku mau pergi menemui klien, dan Meira minta Nayla temani, karena klien Meira laki-laki" ucap Meira.


"Baiklah, kalau gitu Kalian minta di antar supir ya.. jangan bawa mobil sendiri, ingat ya Meira" ucap Satya.


"Iya bang Satya.." Teriak Meira dan Nayla


Setelah kepergian adik-adiknya Satya langsung naik ke lantai atas, dimana kamar nya berada.


"Nayla bilang bang Arka tadi senyum-senyum sendiri?? Sebenarnya apa yang sedang dia lakukan?" ucap Satya merenung di dekat jendela kamarnya, lalu Satya mengeluarkan Handphone nya. Untuk menelpon seseorang.


"Andika aku perlu bantuan mu, tolong Awasi bang Arka, aku curiga padanya" ucap Satya, lalu mematikan telponnya.


"Jika sampai kamu terlibat dalam masalah ini, aku tidak akan membiarkan mu lagi kali ini" ucap Satya mengepalkan tangannya.

__ADS_1


-------------------------------------


Sandra sedang menggendong baby Satria dia membawanya keluar balkon untuk menghirup udara segar, namun dia malah menemukan pemandangan yang membuat hatinya sedikit pilu.


"Mbak, memang badan mbak sudah enakan? Sini biar Dewi aja yang gendong baby Satria?" ucap Dewi. Namun tidak ada jawaban dari Sandra .


"Mbak kok diem aja? ada yang sakit ya, yang mana yang sakit Mbak?" ucap Dewi, namun Sandra masih tidak menjawab pertanyaan dari Dewi, Dewi pun semakin mendekati Sandra dan mengikuti arah pandangan Sandra.


"Mbak.. Mbak mau bertemu sama mas Satya ya?" tanya Dewi sambil memegang pundak Sandra.


"Eh Dewi, iya kenapa?" ucap Sandra tersadar dari lamunannya.


"Mbak melamun?" tanya Dewi


"Engga kok mbak engga melamun" ucap Sandra


"Mbak kangen ya sama Mas Satya?" tanya Dewi.


"Emm.. Seorang istri pasti kangen sama suaminya Dek, jangankan berhari-hari tidak bertemu, Sehari aja rasanya bagai satu tahun, Jika ada Mas Satya mungkin Mbak bisa mengurus baby Satria bersama." ucap Sandra.


"Tidak usah Dek, mbak tidak apa kok" ucap Sandra tersenyum paksa.


"Mbak maafin Dewi ya.. Dewi engga bisa bantu mbak apa-apa, karena Dewi mendapat kabar kalau kak Bima sedang mencari keberadaan Mbak dan anak Mbak tidak tau apa tujuannya, mungkin dia mau menukar kakak dengan kebebasan Bella nantinya" ucap Dewi.


"Mbak tidak apa jika dia hanya mengincar Mbak, yang Mbak takutkan kalau yang dia incar baby Satria" ucap Sandra.


"Mbak tenang aja dia tidak akan bisa menemukan mbak disini, tempat ini sangat aman dan dirahasiakan oleh pengelola Apartemen ini" ucap Dewi.


"Bagaimana bisa Raya merencanakan seperti itu, ini pasti bantuan dari Arka kan?" ucap Sandra.


"Dewi tidak tahu mbak, sebenarnya Dewi merasa ada yang tidak beres dari kak Arka, tapi Dewi tidak berani untuk berterus terang pada mbak Raya" ucap Dewi.


"Dia memang orang yang patut kita waspadai selain Bima, aku yakin Dia pasti sedang mengawasi kita lewat cctv atau penyadap suara, jadi kita harus hati-hati" ucap Sandra.


"Lalu kita harus bagaimana Mbak?" ucap Dewi panik.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, yang dia mau adalah mbak, jadi dia tidak akan menyakiti kita, namun kita harus waspada padanya dan juga Raya, karena Raya sudah termakan mulut manisnya Arka" ucap Sandra.


"Kenapa semua jadi begini ya mbak?" tanya Dewi.


"Ini semua ujian dari yang maha kuasa, Allah percaya kita mampu melewatinya, jadi kita juga harus percaya Allah akan membatu hambanya yang beriman" ucap Sandra.


"apa kita harus beritahu mas Satya mbak?" ucap Dewi


"Mas Satya akan mengetahui ini segera, mbak percaya itu, karena dia orang yang tidak mudah menyerah" ucap Sandra.


"semoga ya mbak" ucap Dewi.


-----------------------------------


Bima sedang berada di sebuah caffe dia sedang bertemu dengan seorang pria, pria tersebut pun tidak di ketahui siapa orang oleh Bima, tapi di telpon dia meminta Bima untuk menemuinya di Caffe ini.


"Ada perlu apa kamu memanggil ku kemari?" Tanya Bima kepada pria yang menutupi tubuhnya dengan jaket kulit hitam, topi hitam,kaca mata hitam dan Masker bergambar tengkorak.


"Duduk saja dulu" ucapnya pada Bima, Bima pun duduk di seberang kursi.


"Langsung intinya saja, apa yang mau kamu tawarkan pada Saya?" tanya Bima


"Kekuasaan dan Jabatan, saya akan mengembalikan semua milikmu yang sekarang hilang, tapi kamu harus bantu saya" ucap Pria bermasker tengkorak tersebut.


"Apa yang harus saya lakukan?" tanya Bima


"Wijaya Grup, saya mau Wijaya Grup." ucap Pria bermasker itu.


"Kalau gitu kamu salah jika menghubungiku, aku bahkan menjadi seperti ini karena Wijaya Grup, bagaimana aku bisa mengalahkan mereka" ucap Bima.


"Aku kan sudah bilang, kamu tinggal mengikuti arahanku saja, aku yang akan memikirkan Ide nya" ucap pria bermasker itu.


"Baiklah Deal" ucap Bima tersenyum sinis.


Bersambung.

__ADS_1


Teman-teman semuanya aku mau ngasih tau kalau aku updet IYTDA satu hari sekali ya.. Kalau aku upload hari ini, berarti kelanjutan nya besok lagi, Sorry aku belum bisa Crazy up yaa karena aku juga masih nulis novel ku yang lain. TERIMAKASIH atas dukungannya.😘😘


__ADS_2