
Satu minggu kemudian, Sedikit demi Sedikit keperluan pernikahan Dewi dan Andika sudah mulai terpenuhi dari mulai dekorasi, catering, gedung, semua sudah Andika siapkan untuk Dewi. Walaupun disisi lain Andika masih bingung dengan perasaannya apalagi dengan perasaan Dewi apa bisa mereka menikah dengan Alasan mengabulkan permintaan Bima. Bukan cinta.
"Hayy... Kenapa lu melamun?" ucap Satya pada Andika, yang sedang menunggu Dewi untuk mencoba gaun pernikahan nya.
"Eh.. Sat Kaget.. engga ada apa-apa pak Bos.." ucap Andika.
"Masih aja ya kaku sama gue?" ucap Satya duduk di sebelah Andika, Mereka sedang berada di Butik nya Sandra, karena Raya memang menginginkan Gaun yang di rancang khusus oleh kakak nya.
"Apa keputusan ini tepat ya?" ucap Andika.
"Kenapa lo ngomong begitu?" tanya Satya
"Ini sebuah pernikahan Sat, Bukan mainan, Dewi bahkan tidak mencintai gue, gue mau menikah hanya sekali seumur hidup, bagaimana kalau di tengah jalan sudah berakhir, gue gak mau itu" ucap Andika.
"Cinta akan tumbuh dengan sedirinya, berjalannya waktu, lu lihat pernikahan gue dulu, tapi sekarang kita bisa bahagia bersama" ucap Satya
__ADS_1
"Itu karena Kalian masing-masing tidak mencintai orang lain, dan itu sangat mudah untuk kalian membuka hati, beda dengan posisi gue dan Dewi" ucap Andika sendu
"Percayakan saja pada yang maha kuasa, jika dia jodoh lu, kalian akan di satukan mau sesulit apapun percayalah kalian akan bersatu" ucap Satya menepuk pundak Andika berusaha menenangkan.
"Amin" ucap Andika.
Disisi lain Sandra dan Dewi sedang mencoba gaun pernikahannya.
"Subhanallah, Kamu sungguh cantik sekali Dewi" ucap Sandra memuji kecantikannya Dewi.
"Kamu pasti akan jadi Ratu paling bahagia di acara pernikahan mu nanti" ucap Sandra mendekat ke arah Dewi.
"Semoga ya Mba" ucap Dewi sendu.
"Apa kamu masih belum yakin? Kenapa kamu terlihat sedih seperti itu?" ucap Sandra.
__ADS_1
"Aku takut mba, Dewi takut kalau tidak bisa jadi istri yang baik, Dewi takut kalau setelah menikah dengan kak Andika, tapi Dewi masih mencintai laki-laki lain, bukan kah itu Dosa" ucap Dewi menundukkan pandangannya.
"Cinta memang tidak bisa di paksakan, tapi percayalah, Allah maha membolak-balikan hati manusia, berdoalah agar hati mu teguh, karena kalian tidak akan menikah kalau tidak ada campur tangan dari takdir" ucap Sandra tersenyum.
Mendengar dari perkataan Sandra membuat Dewi meneteskan air matanya.
"Kenapa kamu menangis??" tanya Sandra
"Tidak apa-apa mba, Dewi hanya merasa sedih, Dewi tidak bisa sesabar mba, padahal kisah Dewi ini tidak ada apa-apanya jika di bandingkan mba dulu" ucap Dewi memeluk Sandra.
"Kamu bisa sayang.. kak Andika lelaki yang baik, dia juga sangat menyayangi kamu" ucap Sandra. membalas pelukan Dewi
"Justru itu mba, karena kak Andika laki-laki yang baik, Dewi jadi tidak tega, kak Andika harus nya bisa mendapatkan yang lebih baik dari Dewi, diluar sana pasti banyak wanita yang tulus pada kak Andika, kalau saja ada keajaiban, Dewi lebih baik mundur mba, Dewi tidak mau menjadikan kak Andika korban disini" ucap Dewi meneteskan air matanya.
"Sabar sayang... Semua akan indah jika sudah tepat waktunya, berdoalah agar di berikan yang terbaik" ucap Sandra mengusap-usap punggung Dewi yang bergetar karena menangis.
__ADS_1
Bersambung..