
Keesokan harinya, Setelah mendapat kabar Bima sakit, Satya dan Sandra langsung pulang untuk menjenguk Bima.
Ceklek (Satya membuka pintu ruangan Bima).
"Bima" ucap Satya menghampiri Bima sambil menggandeng tangan Sandra.
"Satya, Sandra" ucap Bima menoleh ke arah Satya dan Sandra
Satya dan Sandra hanya datang berdua, sedangkan baby Satria sudah dititipkan kepada Meira.
Melihat kedatangan Satya dan Sandra, Bima berusaha bangun.
"Udah Lo tiduran aja" ucap Satya menahan tubuh Bima.
"Satya, gue minta maaf sama Lo gue salah banyak, apalagi sama Lo Sandra gue mohon maaf yang sedalam-dalamnya, gue mau bersujud dikaki Lo" ucap Bima pada Satya dan Sandra.
"Gue udah maafin Lo Bima" ucap Satya
"Sebelum kak Bima minta maaf , aku udah maafin ka Bima, sekarang kakak fokus sama kesehatan kakak aja ya.." ucap Sandra.
"Iya Sandra Terimakasih kamu memang berhati malaikat" ucap Bima
"Tidak seperti itu ka" ucap Sandra Tersenyum
"Kenapa Lo sakit engga bilang sama gue?" tanya Satya.
"Gue engga mau ngerepotin orang, lagi pula gue sadar, kalau gue banyak salah sama Lo" ucap Bima.
"Lo ngomong apa sih, gue tau dalang dari semua ini Bella, kalau dia engga hasut Lo, Lo engga akan melakukan itu" ucap Satya.
"Iya Sat, atas nama Bella gue mau minta maaf, gue gak bisa didik adik gue dengan baik ." ucap Bima
"Yang lalu biarkan berlalu Bim, gue dan Sandra sudah maafkan kalian, tapi maaf gue belom bisa keluarkan Bella " ucap Satya.
"Iya gue ngerti, tidak apa biar dia bisa belajar makna hidup" ucap Bima .
__ADS_1
...----------------...
"Ka Andika sedang apa disini?" tanya Dewi melihat Andika yang ada di depan butik
"Mengajak mu makan siang? kamu sudah makan belum?" tanya Andika
"Belum ka, tapi Dewi mau ke rumah sakit, Dewi mau menjenguk ka Bima" ucap Dewi
"Emm.. Kalau gitu aku yang antar saja, aku juga ingin melihat keadaan Bima" ucap Andika.
"Ah.. Baiklah, maaf merepotkan ya kak" ucap Dewi Tersenyum.
Didalam perjalanan mereka saling bercanda bersama, dengan cerita-cerita lucu yang di ceritakan oleh Andika.
Sampai di rumah sakit, bila dan Andika berjalan bersama melewati lorong-lorong rumah sakit untuk menjenguk Bima di ruangannya. Namun seketika Dewi menghentikan jalannya karena mendengar ucapan dari Bima, Dewi yang tadinya terkejut dengan kedatangan kakak nya Sandra menjadi diam membeku, Andika yang mengerti maksud dari kata-kata Bima ikut terdiam.
...----------------...
"Jangan seperti gue, Yang baru saja bertemu dengan cinta sejati gue, tapi justru hidup yang akan pergi dari gue" ucap Bima
"Gue boleh minta tolong?" tanya Bima
"Minta tolong apa?" ucap Satya
"Andika sepertinya tulus pada Dewi, apa kalian bisa mendekatkan mereka?" tanya Bima
"Maksud Lo?" tanya Satya
"Gue sadar akan diri gue sendiri, kalau hidup gue engga akan lama lagi, jadi gue harap akan ada yang menjaga Dewi, dan orang itu adalah Andika" ucap Bima.
"Dewi juga sangat mencintaimu ka" ucap Sandra.
"Tapi gue tidak bisa, gue tidak mau membuatnya sedih karena mungkin hidup gue tidak akan lama lagi" ucap Bima
"Umur semua Allah yang mengatur ka, di balik penyakit pasti Allah berikan Obatnya, yang terpenting kakak selalu berdoa dan berusaha, semangat, kakak pasti bisa sembuh" ucap Sandra.
__ADS_1
"Iya Sand Terimakasih ya.." ucap Bima Tersenyum, Tanpa mereka sadari ada yang mendengar kan pembicaraan mereka di balik pintu.
...----------------...
Dewi berjalan balik arah dan menuju ke kantin yang berada di rumah sakit.
"Dewi... Dew.. Kamu mau kemana? kenapa pergi?" Andika mengejar Dewi berusaha menyamakan langkahnya.
"Aku tidak apa-apa kak, aku lapar saja" ucap Dewi namun dengan wajah yang mulai memerah karena menhan laju air matanya.
"Kamu kenapa jujur sama aku?" ucap Andika saat mereka sudah sama-sama duduk di bangku yang disediakan di kantin.
"Aku tidak apa-apa ka" ucap Dewi
"Tapi mata kamu mengatakan hal lain" ucap Andika
"Dia sudah tidak menginginkanku ka" ucap Dewi
"Yang kamu maksud Bima?" tanya Andika
"Iya.. Dia sudah menyerah" ucap Dewi
"Dia mengkhawatirkan mu, itu berarti dia sangat mencintai mu" ucap Andika.
"Mungkin sebaliknya, ka Bima tidak mau melawan penyakitnya, karena sudah tidak menyukai ku lagi" ucap Dewi
"Apa kamu bisa berpaling pada yang lain?" tanya Andika.
Dewi melihat kearah Andika sekilas, dan menunduk lagi tanpa sepatah katapun.
"*Diam mu sudah menjadi jawaban, kalau Bima tidak bisa digantikan" Batin Andika.
"Ka Andika, maafkan aku, aku tidak tau harus menjawab apa, tapi aku juga tidak mau memberi kakak harapan, aku masih bingung dengan hatiku, aku harus memastikan hatiku" Batin Dewi Berkata*.
Bersambung.
__ADS_1