Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 33


__ADS_3

Melihat Sandra selesai Mandi, Satya pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dia langsung membersihkan dirinya.


"Lihat lah kamar ini, berantakan sekali " ucap Sandra saat berada di dalam ruang tidur Satya


"Handpone ku dimana?? Di sofa tidak ada " ucap Sandra mencari-cari handpone nya.


"Ini dia, kenapa bisa ada disini sih? Jangan-jangan dia juga yang bawa " ucap Sandra.


Saat Sandra hendak keluar kamar tiba-tiba Satya datang hanya memakai handuk saja..


"Aaaaa... Kamu ngapain engga pakai baju gitu?? " ucap Sandra menutupi matanya


"Saya habis mandi, masa saya mandi pakai baju?? " ucap Satya cuek.


"Kamu ngapain kesini bukannya cepat pakai baju" ucap Sandra.


"Saya masuk kamar sendiri apa harus izin kamu dulu?? Lagi pula mana saya tau kamu ada disini?? " ucap Satya.


"A.. Aku.. Cuma cari handpone aja.. E... Ee.. Kamu mau ngapain " ucap Sandra saat Satya mendekati nya.


"Stoppp... Kamu mau apa " teriak Sandra.


"Sttsss.. Aki cuma mau ambil Jam tangan ku, nih ada di belakang kamu " ucap Satya memperlihatkan Jam tangannya.


"Minggir.. " ucap Sandra lari keluar dengan muka yang memerah.


"Menarik.. " ucap Satya tersenyum melihat Sandra.


Setelah memakai, pakaiannya dengan rapih, Satya pun keluar kamar, pergi ke meja makan, disana ada Meira, Nayla, Sandra dan Arka. Kebetulan Arka duduk bersebelahan dengan Sandra.


"Dengan bang Arka dia bisa tertawa seperti itu, tapi denganku??? Mereka akrab sekali?? " gumam Satya menghampiri Sandra dan Arka.


"Ekhemm... " deheman Satya.


"Eh Sat udah rapih mau sarapan dulu?? " ucap Arka.


"Geser.. " ucap Satya pada Sandra


"Ah..?? " Sandra kebingungan.


"Kamu pindah ke sebelah sana, saya mau duduk disini? " ucap Satya.


"Kenapa engga kamu aja yang disana" ucap Sandra.


"Geserrr... " ucap Satya sambil menatap Sandra.


"Iya!! Geser ya.. Geser aja!! " ucap Sandra cemberut


Satya pun duduk di sebelah Arka, sesangkan Sandra ada si sebelah nya lagi, jadi sekarang posisi Satya ada di antara Arka dan Sandra.


"Ini apa?? " tanya Satya melihat buku-buku tentang ibu hamil


"Oh ini aku yang beli, kemarin kebetulan aku ke toko buku jadi sekalian beli ini untuk Sandra, biar dia bisa baca-baca " ucap Arka


"Oh" ucap Satya


"Makasih ya bang.. Nanti Sandra baca " ucap Sandra.


"Iya sama-sama Sandra" ucap Arka tersenyum.


"Oia Kak, katanya kemarin kakak ke rumah sakit, kenapa? " tanya Meira.

__ADS_1


"Kamu sakit Sandra??? " ucap Arka dengan nada terkejut


"Uhuukk.. Uhukk.. " Satya tersedak teh nya karena melihat keterkejutan Arka.


"Minum nya yang bener dong bang" ucap Nayla.


"Engga.. Aku cuma periksa kandunganku saja ko " ucap Sandra.


"Abang kira kamu sakit" ucap Arka. Dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Satya.


"Kamu kenapa, aku kan cuma khawatir saja sama ipar dan ponakan ku" ucap Arka


Mereka pun kembali meneruskan sarapannya, terlihat Sandra kesusahan untuk mengambil susu nya.


"Biar abang bantu kamu mau apa? " ucap Arka


"Sandra mau susu bang, makasih ya" ucap Sandra.


Arka beranjak dari duduk nya hendak mengambil susu Sandra yang ada di ujung meja, tiba-tiba Satya langsung menepis tangan Arka.


"Biar Satya saja bang" ucap Satya memegang gelas susu.


"Engga apa-apa abang aja " memegang gelas susu juga.


"Tapi Sandra itu istri Satya jadi sudah seharusnya Satya yang melayaninya " ucap Satya.


"Yasudah kalau gitu, abang cuma niat bantu aja" ucap Arka.


Satya pun mengambil susu itu dan memberikannya pada Sandra.


"Makasih " ucap Sandra pelan.


Selesai sarapan mereka pun pergi ke urusan nya masing-masing. Nayla dan Meira pergi ke kampus karena kampus mereka sama, Arka pergi ke tempat usahanya, Arka mempunyai Distro khusus perlengkapan laki-laki dan dia juga baru saja membuka Restauran, Satya seperti biasa pergi ke kantor sedangkan Sandra dia akan pergi ke butik nya.


"Tidak perlu saya bisa sendiri" ucap Sandra


"Tapi saya mau antar kamu, ayo.. " ucap Satya merangkul pundak Sandra.


"Engga usah aku mau bawa mobil sendiri" berusaha melepaskan rangkulan Satya.


"Diam, dibelakang ada adek-adek kamu mau ketauan mereka? " ucap Satya. Dan Sandra pun langsung terdiam.


Andika datang dan membukakan pintu belakang untuk Satya .


"Ayo masuk?? " ucap Satya


"Tapi?? " ucap Sandra


"Kamu mau masuk sendiri atau saya gendong? " ucap Satya


"Tidak.. Tidak saya bisa sendiri " ucap Sandra, terpaksa masuk ke dalam mobil Satya.


"Tumben Tuan bersikap seperti itu pada nona? Apa ini arti dari pertanyaannya kemarin?? " Gumam Andika sambil melirik ke arah Satya.


"Cepat jalan!! Kita antar Sandra ke butik dulu" ucap Satya


"Tidak usah, ke kantor kamu dulu saja, biar Andika yang antar saya nanti" ucap Sandra.


"Kenapa?? " tanya Satya


"Emm.. Butik saya lebih jauh dari kantor kamu, takut nya kamu akan telat " ucap Sandra.

__ADS_1


"Tidak masalah, saya kan Bos nya. " ucap Satya cuek.


"Benar dia memang Boss!! Boss memang selalu benar!! " Batin Sandra.


Hampir empat puluh lima menit, mereka sampai di butik milik Sandra.


"Terimakasih ya.. " ucap Sandra buru-buru keluar dari mobil Sandra.


"Eh.. Eh.. Kenapa kamu ikut keluar segala? " ucap Sandra.


"Saya cuma mau liat-liat butik kamu masa ga boleh?? Ayo masuk" ucap Satya.


"Masuk?? " ucap Sandra


"Iya masuk " ucap Satya


"Ke dalam?? " ucap Sandra lagi


"Iyaa... Ayoo buruaan" ucap Satya.


"Kamu kan harus bekerja, Andika sudah menunggu kamu itu" ucap Sandra.


"Gak masalah, waktu saya juga banyak" ucap Satya.


Dengan terpaksa Sandra pun mengajak Satya masuk ke dalam butik nya, untung lah di dalam butik Karyawannya tidak sebanyak di restauran.


"Apa nya yang banyak Waktu, padahal pagi ini kan Tuan ada meeting, Cinta memang dapat melupakan segalanya. " Batin Andika.


Masuk ke dalam Butik, beberapa Karyawannya memperhatikan Satya.


"Jadi bener kata berita, Mbak Sandra itu istri dari Satya? " ucap Karyawan A


"Sepertinya memang begitu nama istrinya juga sama, terlebih lagi kita ga tau suami mbak Sandra siapa" ucap Karyawan B


"Mungkin mereka hanya ada urusan bisnis" ucap Karyawan C


"Sttsss.. Jangan berisik " ucap Dewi, Manager butik


Di dalam Ruangan Sandra, Satya langsung duduk di kursi Kerja Sandra.


"Kamu mau minum apa? " ucap Sandra


"Tidak usah, Butik kamu lumayan besar juga ya?? " ucap Satya.


"Alhamdulilah " ucap Sandra.


"Apa kamu bahagia memiliki butik ini? " ucap Satya mendekati Sandra yang sedang duduk di sofa.


"Sangat!! Karena ini mimpiku" ucap Sandra.


"Kalau dengan ku? " ucap Satya


"Kenapa kamu nanya gitu? " ucap Sandra


"Hanya ingin tahu saja, Kalau tidak mau jawab juga tidak apa-apa " ucap Satya.


"Kalau begitu aku berangkat dulu ya ISTRIKU " Ucap Satya sambil berbisik tepat di telinga Sandra. Sandra hanya diam saja


"Pulang nanti aku jemput kamu lagi " ucap Satya dan pergi meninggalkan Sandra


"Ah.. Apa yang dia lakukan tadi.. Kenapa dia berubah jadi cowok genit seperti itu sih?? Ahh kenapa berdebar kencang seperti ini?? " ucap Sandra sambil memegangi dadanya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2