Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 31


__ADS_3

Namun telat Sandra sudah melihat apa yang Raya lihat sebelum nya...


"Sand??? " panggil Raya.. Namun Sandra masih terdiam melihat pandangan di depannya.


"Sandra..?? " Panggil Raya lagi.


"Eh.. Iya Ray... " ucap Sandra


"Lo gapapa kan? " ucap Raya.


"Gue gapapa Ray" ucap Sandra


"Kita pergi dari sini aja ya?? " ucap Raya.


"Engga usah, kita duduk di sana aja" ucap Sandra menunjuk tempat duduk di depan Satya.


"Tapi Sand?? " ucap Raya.


"Aku engga apa-apa Ray" ucap Sandra tersenyum.


Sandra dan Raya pun berjalan ke arah meja yang Sandra tunjuk tadi.


"Lo yakin Sand, kita bisa pindah tempat ko? " ucap Raya


"Kenapa harus pindah, disini nyaman ko " ucap Sandra. Sambil duduk di kursi dan di temani oleh Raya.


"Sand itu.. Emm.. " ucap Raya bingung mencari kata yang tepat.


"Iya itu Satya " ucap Sandra.


Seorang pelayan menghampiri mereka, sambil membawa buku menu


"Kamu pesan apa " menunjukkan buku menu


"Samain aja " ucap Raya sambil matanya masih tertuju pada Satya. Memang terlihat Satya tidak banyak merespon cewek itu, namun cewek itu terlalu agresif untuk seusia nya.


"Itu aja ya mbak" ucap Sandra pada pelayan


"Mohon ditunggu ya mbak" ucap pelayan itu, dan pergi meninggalkan mereka.


"Cewek itu pasti bukan klien nya kan? Engga mungkin sampe akrab gitu" ucap Raya


"Dia adik temannya Satya, mereka memang sudah akrab dari kecil" ucap Sandra.


"Tadi lo bilang dia ada meeting, tapi sekarang dia malah makan sama cewek lain" ucap Raya


"Engga apa-apa Ray" ucap Sandra menunduk


"Engga bisa gitu dong lo kan istrinya?? Walaupun kalian menikah karena terpaksa tapi kan kalian udah punya anak, dia ga bisa terus main-main seenaknya gitu, apa selama ini dia memperlakukan lo dengan baik?? Jujur sama gue Sand? " ucap Raya.


"Baik ko Ray, kita baik-baik aja " ucap Sandra menutupi


"Lo masih belum mau cerita sama gue Sand?? Gue tau kalo lo lagi gak baik-baik aja " ucap Raya.


"Maaf Ray.. " ucap Sandra menunduk.


"Yaudah kalau lo belum mau cerita, tapi lo ga bisa diem aja dia suami lo Sand, bahkan kemarin gue liat media, lo pakai cadar di acara itu, apa itu juga Satya yang minta?? " ucap Raya


"Ray.. " ucap Sandra menggantung.


"Oke lo ga perlu jelasin lagi, gue udah tau jawabannya apa. " ucap Raya.


"Kamu mau apa?? " ucap Sandra, melihat Raya membongkar isi tasnya.


"Dimana hasil USG dan buku kehamilan lo? " Ucap Raya.


"Buat apa?? " ucap Sandra


"Ini dia (mengambil hasil USG) lo ga mau, tapi gue mau, gue yang akan balas " ucap Raya


"Ya ampun.. Ini hasil USG anak lo?? Lucu banget sih.. Suami lo pasti seneng banget yaa mau punya anak?? " Ucap Raya sengaja membesarkan suaranya.

__ADS_1


"Stttsss.. Ray kamu ngapain sih" ucap Sandra.


"Udah lo diem aja " ucap Raya


"Tapi tadi suami lo apa SANDRA?? Sibuk yaa?? Sayang banget ga bisa liat anaknya SENDIRI tadi lucu banget padahal" ucap Raya dengan suara besar.


------------


Mendengar nama Sandra di sebut, Satya yang tadi nya tidak memperdulikan langsung mencari sumber suara itu.


"Siapa tadi? Sandra? USG? Apa itu Sandra, dimana dia?? " Batin Satya mencari keberadaan Sandra.


"Itu Sandra?? Iya itu Sandra.. Sama Raya?? Kapan mereka masuk kesini?? Mereka pasti salah paham, Andika masih ada di kantor bagaimana aku menjelaskan pada mereka" batin Satya sambil menatap ke arah Sandra.


-------


"Ray udah dia liat kesini? " ucap Sandra


"Biarin aja.. " ucap Raya


"Anak lo tadi katanya laki-laki ya Sand?? Wahh hebat pasti nanti kalau dia sudah besar akan melindungi lo dari orang-orang yang nyakitin lo!!! " Ucap Raya menatap kearah Satya.


----------


"Anaknya laki-laki?? Anakku?? " batin Satya.


"Bang kenapa diam aja?? Ini makan lagi?? Aaaaa??? " ucap Bella menyuapi Satya, namun Satya menepisnya dan beranjak bangun dari duduknya.


"Bang... Mau kemana?? Bang Satya?? " ucap Bella memanggil Satya yang bangun dan meninggalkannya.


Satya berjalan menghampiri ke arah meja Sandra dan Raya...


"Sandra??? " panggil Satya.


"Gampang sekali memancingnya" Batin Raya


"Ah.. Siapa ini?? Satya ya??? " ucap Raya


"Tapi lo sibuk nemenin cewek lain, begitu Tuan Satya Wijaya yang terhormat?? " ucap Raya berdiri dari duduk nya menatap tajam ke arah Satya.


"Ray udah.. " ucap Sandra menahan tangan Raya.


"Kenapa kamu bicara seperti itu sama saya?" ucap Satya.


"Kenapa?? Bukankah pria yang duduk di sana dengan seorang perempuan itu kamu?? Kamu pikir saya tidak tahu bagaimana kamu memperlakukan Sandra?? " ucap Raya.


"Eh.. Eh... Eh... Apapaan ini, kalau ngomong di jaga ya.. Kamu engga tau dia siapa?? " ucap Bella menghampiri Satya.


"Justru saya sangat tahu dia siapa, mangkanya saya bisa bicara seperti ini, kamu memang siapanya?? " ucap Raya.


"Aku.. Aku teman dekat nya, mungkin kita akan menikah nanti, kalian siapa sih?? " ucap Bella.


"Ohh.. Teman dekat yang akan menikah.. Waaww.. Sudah sangat jauh sekali hubungan kalian?? Kalau begitu kenalkan ini Sahabat saya.. Sandra.. ISTRI dari laki-laki yang kamu bilang teman dekat itu" ucap Raya memperkenalkan Sandra.


"Heh.. Kalau mau bohong juga jangan ketinggian dong.. Siapa yang akan percaya sama kata-kata kamu itu, ini Karyawan yang waktu itu ketemu aku kan? " ucap Bella.


"Apa?? Dia bilang kalau lo Karyawannya?? Kalau gitu lo tanya kan saja sama orang nya. " ucap Raya.


"Bang apa benar?? Bang Satya jawab?? " tanya Bella.


"Iya.. Dia istriku " ucap Satya.


"Apaaa??? Bang jangan becanda kapan bang Satya menikah? " ucap Bella.


"Apa kamu tidak punya media sosial??? Satu negara ini sudah tahu bahwa mereka sudah menikah dan Sandra sedang mengandung anak dari Satya" ucap Raya.


"Hah.. Anak??? Bang??? Ini ga mungkin kan " ucap Bella terkejut.


"Memang kenyataannya begitu Bella" ucap Satya.


"Bang.. Abang tau kan kalau aku mencintai abang?? Kenapa abang menikahi orang lain, kenapa bang?? " ucap Bella menangis.

__ADS_1


"Nanti abang jelaskan Bella" ucap Satya.


"Bella kecewa sama abang " ucap Bella, berlari meninggalkan mereka.


"Kenapa engga lo kejar? " ucap Raya.


"Untuk apa, saya memang tidak pernah menjanjikan apapun padanya" ucap Satya.


"Ternyata kamu memang lelaki yang tidak memiliki perasaan ya Satya" ucap Sandra, pergi meninggalkan Sandra.


"Sand.. Tunggu, saya... Tidak bermaksud Seperti itu.. Sandra.?? " teriak Satya. Hendak mengejar Sandra namun Raya menahannya.


"Lebih baik lo tetap kan hati lo mulai hari ini, sebelum lo menyesal, jika lo masih memperlakukan Sandra dengan buruk, gue sendiri yang akan bawa Sandra dan Calon anak lo pergi, gue pastikan lo gak akan menemukan mereka!! " ucap Raya pergi meninggalkan Satya.


"Sand.. Saya tidak bermaksud seperti itu" ucap Satya menunduk.


#Flashback.


"Bagaimana semua sudah selesai kan? " ucap Satya sambil merapihkan beberapa dokumen.


"Sudah Tuan, sisanya biar saya yang urus, Tuan bisa pergi menemani nona" ucap Andika.


"Syukurlah, apa dia sudah sampai di Rumah Sakit? " ucap Satya


"Sudah Tuan " ucap Andika


"Kalau gitu saya pergi" ucap Satya.


Namun saat Satya hendak pergi tiba-tiba datang Bella menghampiri mereka.


"Bang Satya... Abang mau kemana? " ucap Bella menghampiri Satya.


"Abang.. Emm ada urusan di luar " ucap Satya


"Bella ikut ya bang.. Bella janji engga akan gangguin bang Satya, Bella bosen di rumah sendirian " ucap Bella merangkul tangan Satya.


"Tapi meeting nya pasti akan lama, kamu akan bosan juga, kamu minta temani Meira saja " ucap Satya


"Mereka juga sedang sibuk, ayolah bang Bella ga akan gangguin abang, bang Bara juga kan menitipkan Bella sama abang" ucap Bella


"Baiklah kalau begitu " ucap Satya.


"Tapi Tuan?? " ucap Andika..


"Tolong kamu urus ya.. " ucap Satya


Satya dan Bella pergi keluar, sebelum itu Satya menemani Bella ke Mall.


"Karena abang ga jadi meeting jadi temani aku yaa" ucap Bella


"Iya.. " ucap Satya singkat.


"Udah gini kita makan ya bang, Bella belum makan siang" ucap Bella.


"Iya.. " ucap Satya singkat. Pikirannya masih melayang memikirkan Sandra.


Setelah puasa berbelanja Bella dan Satya pun pergi ke Restauran, Bella memesan banyak menu untuk mereka berdua.


"Bang kenapa diam aja sih?? Abang sakit?? " ucap Bella memegang dahi Satya.


"Enggak" ucap Satya menepis tangan Bella.


"Dimakan dong bang, jangan diam aja? " ucap Bella.


"Mau Bella suapin?? " ucap Bella


"Engga usah abang sendiri aja" ucap Satya mengaduk-aduk makanannya.


"Ko di aduk terus sih, dimakan dong bang.. Aaa... " ucap Satya hendak menyuapi Satya. Namun Satya sudah berjalan meninggalkan Bella.


#**Flashback Off

__ADS_1


Bersambung**...


__ADS_2