Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 32


__ADS_3

..Lanjuttt....


"Jadi siapa yang mau bicara lebih dulu?" tanya Satya pada Andika dan Bima.


"Biar gue yang jelaskan" ucap Andika.


"Silahkan" ucap Satya.


#Flash back (Sepuluh hari sebelum pernikahan).


Andika sedang berada di dalam ruangan kerjanya, dia sedang melamun menatap jendela, beberapa hari ini Andika lebih banyak melamun. Mendekati pernikahan harus nya membuat calon pengantin bahagia, dan menunggu tidak sabar, tapi beda dengan Andika yang terus memikirkan hari pernikahannya. Tiba-tiba telpon Andika berbunyi.


"Hallo Assalamualaikum, dengan bapak Andika?" ucap seseorang yang sedang menelpon Andika.


"Waalaikumusalam, betul saya sendiri? Ada apa ya?" Tanya Andika menjawab seseorang dalam telponnya.


"Begini pak kita dari RS XXX, jika ada waktu apa boleh bapak kemari, ada yang harus kita bicarakan" ucap Seorang pria yang berada di seberang telpon.


"Baiklah pak, saya kesana sekarang" ucap Andika.


"Kami tunggu ya pak Wassalamualaikum" ucap nya


"Waalaikumusalam" ucap Andika sambil menutup telponnya.


Beberapa menit kemudian, Andika pun sampai di rumah sakit XXX tersebut, dia langsung berjalan menemui seseorang yang menelponnya.


"Dengan bapak Andika?" tanya seorang perawat menghampiri Andika.


"Iya saya" ucap Andika


"Mari pak, bapak sudah di tunggu di ruangan Dokter Ilham" ucap Perawat tersebut sopan.


Andika pun mengikuti perawat tersebut.


"Silahkan pak" ucap Perawat tersebut membukakan pintu ruangan dokter.

__ADS_1


"Terimakasih" ucap Andika


Andika pun masuk kedalam ruangan, disana sudah ada seorang dokter muda yang menunggunya.


"Silahkan duduk pak Andika" ucap Dokter Ilham


"Iya Dok, jadi ada apa ya?" Tanya Andika


"Begini pak, jadi saya mau membicarakan tentang donor Jantung nya untuk bapak Bima" ucap Dokter Ilham.


"Apakah sudah ada Dok?" tanya Andika


"Sudah ada yang cocok pak" ucap Dokter


"Alhamdulilah" ucap Andika


"Jadi saya jelaskan tentang Riwayat pendonor ya pak (......Menjelaskan pada Andika......) Seperti itu pak, apa sudah jelas?" tanya Dokter.


"Sudah Dok, jadi apa secepat nya bisa di lakukan tindakan?" Tanya Andika


"lalu masa penyembuhannya Dok, apa seminggu kedepan Bima bisa keluar dari rumah sakit?" tanya Andika


"Tergantung dengan tubuh bapak bima sendiri, jika semuanya lancar seminggu bapak Bima sudah bisa keluar dari rumah sakit, tapi tetap harus sering-sering cek up" ucap Dokter Ilham.


"Jadi sekarang yang terpenting bapak Bima siap atau tidak nya untuk di lakukan operasi esok" Sambung Dokter


"Baik Dok kalau begitu saya akan bertanya pada Bima sekarang, karena lebih cepat lebih baik" ucap Andika.


"Betul pak Andika" ucap Dokter Ilham


"Saya permisi Dok, terimakasih untuk bantuannya" ucap Andika berdiri dan mengulurkan tangannya pada Dokter Ilham.


"Sama-sama pak itu sudah tugas saya" menyambut jabatan tangan Andika.


"Assalamualaikum" ucap Andika

__ADS_1


"Waalaikumusalam" ucap Dokter


Andika pun beranjak pergi dari ruangan tersebut, saat Andika membuka pintu. Brukkkk... (Suara benda terjatuh).


"Maaf-maaf saya tidak sengaja" ucap Seorang perawat. berjongkok untuk membereskan berkas-berkas yang jatuh tercecer.


"Tidak apa-apa saya juga tidak lihat-lihat tadi" ucap Andika ikut berjongkok dan membantu membereskan.


Saat Andika sedang mengambil buku kecil berwarna hitam, tiba-tiba perawat itu pun ikut mengambil dan tangan mereka saling bersentuhan. Refleks saling menatap.


"Maaf lagi pak saya tidak sengaja" ucap Perawat langsung tersadar dan berdiri seketika.


"Tidak apa-apa, nih bukunya" memberikan buku kecil hitam tersebut.


"Terimakasih pak" ucap Perawat itu menundukkan pandangannya.


"Itu kan perawat tadi, lucu sekali tingkahnya" batin Andika.


"Sama-sama saya permisi" ucap Andika tersenyum, perawat itu hanya menganggukkan kepalnya.


Namun di saat kepergian Andika, perawat itu terus memandangi punggung Andika yang berlalu.


"Ekhem" Deheman dari Dokter Ilham yang mengejutkan Perawat tersebut.


"Ihh.. Kakak kaget tau" ucap Perawat tersebut, yang ternyata adik kandung dari Dokter Ilham.


"Naksir ya...??" menggoda adiknya.


"Ih apaan sih" ucapnya sambil tersenyum malu.


"Tapi pak Andika memang tampan dan baik dek" ucap Dokter Ilham.


"Kakak...." merengek..


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2