Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 41


__ADS_3

Keesokan paginya Bima bangun lebih awal menatap Dewi yang masih tertidur lelap di samping nya.


"Kamu pasti kecapean ya semalam" ucap Bima sambil membenahi rambut Dewi yang jatuh di antara mukanya.


"Aku bahagia sekali, bisa menikahi mu, aku juga bahagia sekali, akhirnya kita bisa bersama, semoga tidak akan ada lagi yang memisahkan kita, tidak ada lagi masalah berat yang melanda kita, janjiku, aku akan bahagiakan mu, aku akan jadikan kamu wanita yang paling berharga di dunia ini" ucap Bima mengecup kening Dewi.


Karena gerakan dari Bima, membuat Dewi terbangun dan menyipitkan kedua matanya.


"Emm.. Kak Bima.. Jam berapa ini?" Tanya Dewi dengan suara khas bangun tidurnya.


"Kamu sudah bangun sayang?? apa aku mengganggu tidur mu?" tanya Bima


"Tidak.. Ini jam Berapa kak?" tanya Dewi lagi.


"Jam 08.00 sayang" Jawab Bima


"Apa?? Jam 08:00 !!! " teriak Dewi terkejut dan langsung bangun dari tidurnya.


"Awwss.. Aaww" Dewi meringis memegang area sensitif nya.


"Kenapa?? apa yang sakit ?? yang mana yang sakit sayang?" ucap Bima khawatir dan langsung duduk di sebelah Dewi. Memeriksa setiap tubuh Dewi.


"Ini ku sakit Kak" ucap Dewi dengan polosnya.


"Emm.. Itu maaf ya sayang" ucap Bima dengan senyum di bibirnya.

__ADS_1


"Kok Kakak malah senyum-senyum sih, aku lagi kesakitan juga" ucap Dewi cemberut.


"Nanti juga enakan kok" ucap Bima.


"Ini pasti gara-gara kakak semalam.." ucap Dewi.


"Maaf sayang.. kalau gitu kita ulangi lagi, biar kamu terbiasa" ucap Bima mengedipkan sebelah matanya.


"Gak ada... Gak mau ya.. aku masih sakit" ucap Dewi pada Bima dengan muka jutek nya.


"Iya udah.. Engga.. Jangan cemberut gitu dong mukanya, nanti malem aja ya..." bisik Bima tepat di telinga Dewi.


"Gak mau.." teriak Dewi.


"Hati-hati dosa ya menolak keinginan suami" ucap Bima mengedipkan sebelah matanya.


"Becanda sayang.." mengacak rambut Dewi dengan gemas nya.


...----------------...


Satu jam kemudian, Dewi keluar kamar lebih dulu, dia menghampiri Sandra yang sedang berada di meja makan.


"Wah adikku yang cantik ini baru bangun??" tanya Sandra pada Dewi.


"Iya mba, mungkin kemarin aku kecapean, jadi tidur ku lelap" ucap Dewi.

__ADS_1


"Kecapean kemarin atau semalam??" tanya Sandra mulai meledeki adiknya


"Mbak apaan sih, mulai deh" ucap Dewi dengan wajah yang memerah karena malu.


"Iya engga apa-apa sih dek, karena itu ritual yang harus di jalankan pengantin baru" ucap Sandra.


"Ritual tuh seperti apa saja kedengarannya" ucap Dewi.


"Yaudah duduk sini sarapan dulu, panggil lah suamimu dek" ucap Sandra.


"Iya mbak, nanti juga kak Bima kesini" ucap Dewi.


Tidak lama Bima datang dan duduk di sebelah Dewi, di susul oleh Satya yang sedang menggendong baby Satria.


"Wah ada pengantin baru, bagaimana semalam lancar acaranya?" tanya Satya pada Bima


"Lancar dong, walaupun ada hambatan sedikit" ucap Bima menimpali ucapan dari Satya. Seolah paham dengan apa yg sedang di bahas oleh Satya.


"Bagus lah, awal memang harus ada hambatan" ucap Satya.


"Kalian ini, ngomongin apa sih, udah makan dulu sarapannya, jangan ngelantur masih pagi" ucap Sandra menyendok kan nasi pada Satya.


"Iya Kakak ipar, Kakak ipar ku marah-marah kau apain semalam?" tanya Bima pada Satya.


"Ku buat begadang semalam" ucap Satya tersenyum.

__ADS_1


"Makan sarapannya" ucap Sandra dengan nada jutek dan tatapan tajamnya. Langsung membuat dua laki-laki itu terdiam.


Bersambung.


__ADS_2