Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 62


__ADS_3

Lampu ruang operasi sudah dimatikan, pertanda bahwa Dokter Sudah selesai melakukan operasi.


"Operasinya sudah selesai kayanya mbak? " ucap Dewi pada Raya.


Seorang Dokter keluar, Satya, Raya dan Dewi dengan cepat menghampiri Dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan istri dan anak saya? " ucap Satya


"Alhamdulilah anak Tuan terlahir dengan selamat tapi.. " ucap Dokter menggantung.


"Tapi apa?? Bicara yang benar! " teriak Satya


"Istri Tuan.. Karena kehilangan banyak Darah dan terjadi benturan di kepala membuat nona Sandra, Kritis sekarang kami akan memindahkan keruangan ICU " ucap Dokter


"Apa?? Bagaimana ini bisa terjadi " menarik baju Dokter dengan kencang.


"Sabar Satya.. Dokter sudah berusaha dengan baik " ucap Raya melerai Satya

__ADS_1


"Maaf Tuan kami akan melakukan yang terbaik, tapi lebih baik Tuan sekarang keruangan bayi untuk mengadzani bayi Tuan" ucap Dokter tersebut.


Satya pun melepaskan tangannya.


"Aku titip Sandra dulu ya " ucap Satya, Raya dan Dewi langsung menganggukkan kepalanya.


Satya berjalan mengikuti Dokter untuk melihat bayi nya.


"Silahkan Tuan " ucap Dokter menunjuk salah satu tempat tidur bayi yang ada di ruangan itu.


"Iya, ini anak Tuan, laki-laki, semua normal walaupun usia nya masih kurang untuk di lahir kan, sungguh maha besar keajaiban dari Allah, dengan segala hal yang sudah di lalui Bayi tuan bisa selamat, sehat dan Normal" ucap Dokter.


"Apa aku boleh menggendong nya? " ucap Satya yang mulai berkaca-kaca


"Tentu saja Boleh Tuan, sus tolong " ucap Dokter pada seorang suster.


Suster tersebut menggendong bayi nya Satya dan memberikannya pada Satya.

__ADS_1


"Silahkan Tuan" ucap Suster tersebut. Satya menggendong nya dengan sangat hati-hati. Bayi itu membuka mata indahnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya Tuan" ucap Dokter dan meninggalkan Satya yang masih fokus dengan bayinya.


"Satria.. Aku akan memberi kamu nama Satria, karena sedari kamu di kandung sampai di lahirkan kamu sangat kuat seperti seorang kesatria, dan semoga kamu juga bisa melindungi ayah, ibu dan adik-adikmu kelak, Ibu akan segera sehat dan berkumpul dengan kita" ucap Satya mencium gemas pipi anak nya, sebelum pergi Satya mengadzani anaknya dengan meneteskan air matanya.


Sedangkan Raya dan Dewi berada di luar ruangan ICU karena mereka belum di perbolehkan ada yang menjenguk Sandra.


Raya meneteskan Air matanya melihat dari pintu kaca, Sahabat yang dari kecil bersamanya harus menderita seperti itu, bertarung nyawa dengan alat-alat medis yang di pasang di tubuh nya. Seperti keinginan keluarga Sandra masih tetap memakai hijab nya, karena mereka yakin Sandra juga ingin tetap memakai hijab nya.


"Ini gara-gara wanita ular itu dan kakaknya. Aku harus membuat perhitungan dengan mereka. " ucap Raya. Raya pergi untuk menelpon seseorang dan berjalan menjauh meninggalkan Dewi yang masih terus memerhatikan Sandra. Dari pintu kaca.


"Mbak, Kalau saja Dewi tau mbak akan hadir di pesta itu, Dewi pasti akan menemani Mbak, mbak tidak akan sendirian disana, mbak pasti sedih banget kan saat itu??" ucap Dewi pelan sambil meneteskan air matanya.


"Ya Allah, tolong sembuhkan lah kakak hamba, masih banyak yang membutuhkannya ya Allah, apalagi sekarang dia sudah menjadi ibu, jangan pisahkan mereka ya Allah " ucap Dewi sambil terus menatap Sandra.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2