Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 65


__ADS_3

Bella terus berlari ke arah luar rumah sakit.


"Dasar orang-orang bodoh!! " ucap Bella


Bella mengambil Telpon dari saku baju yang dia pakai.


"Hallo, jalankan rencana berikut nya" ucap Bella mematikan telponnya.


"Kali ini aku sudah datang dengan rencana yang matang!! " ucap Bella tersenyum sinis.


Bella menunggu di luar pagar rumah sakit, dia sudah memakai kembali kacamata dan masker nya. Bella tersenyum ketika melihat dua orang yang berlari ke arah nya, dengan membawa sesuatu yang Bella inginkan.


"Bagaimana kalian sudah bawa anak itu? " tanya Bella pada salah satu laki-laki perawakan tinggi besar


"Sudah Bu, ini sudah saya pegang" ucap Laki-laki itu menunjuk balutan kain pernel seperti sedang membedong bayi.


"Bagus!! Ikuti aku" ucap Bella pada kedua laki-laki itu.


Mereka pun berjalan kearah parkiran mobil.


"Bawa masuk! " ucap Bella.


Saat mereka akan masuk mobil tiba-tiba ada suara teriakan dari seorang laki-laki yang Bella kenal suaranya.


"Tunggu!! " Teriak Laki-laki dari arah belakang


Bella membalikkan badannya.


"Bang Satya?? " ucap Bella, melihat Satya bersama dengan Andika dan dua orang pengawal nya.


Satya mendekat ke arah Bella.


"Saya tidak menyangka, kamu yang saya anggap seperti adik kandung saya sendiri tega melakukan hal jahat seperti ini!! " ucap Satya.


"Bang Satya Bella bisa jelasin" ucap Bella.


"Cukup!! Saya sudah tidak mau mendengar kata-kata kamu lagi!! Kamu harus mendapatkan hukuman yang sesuai dengan apa yang kamu lakukan! " ucap Satya.


"Bawa Mereka " titah Satya pada kedua pengawal nya. Dua pengawal itu langsung berjalan mendekat ke arah Bella.


"Tunggu bang, apa yang akan abang lakukan? Memang Bella salah apa? " tanya Bella pada Satya.


"Kamu masih belum mengakui kesalahan mu? " ucap Satya


"Aku tidak merasa melakukan apapun!! " ucap Bella.


"Baiklah kalau kamu belum mau mengakui kesalahan mu aku bisa membuat kamu mengakui nya sekarang, Bawa dua orang itu" ucap Satya

__ADS_1


Andika membawa dua orang laki-laki yang tangannya sudah di ikat oleh Satya.


"Kamu pasti tau kan mereka siapa? " tanya Satya.


Deg. Terlihat wajah Bella langsung pucat.


"Aku.. Tidak tau mereka siapa" ucap Bella gugup.


"Lalu kenapa kamu gugup seperti itu? Perlu aku akui, rencana mu benar-benar sangat bagus, tapi kamu tenang saja aku masih sanggup kalau hanya menemukan mereka berdua ini" ucap Satya.


"Oke aku ngaku, memang aku yang melakukannya!! Abang mau apa? " tanya Bella


"Bella ternyata aku salah sudah percaya sama kamu! " ucap Satya.


"Ini semua gara-gara abang!! Abang yang buat aku begini!! Kenapa abang lebih belain cewek kampungan itu dari pada Bella?? Apa kurang nya Bella bang? Bella yang hidup dari kecil sama abang harusnya Bella yang menikah sama abang bukan wanita itu!! " ucap Bella.


"Dari awal aku hanya bisa menganggap mu sebagai adik, aku tidak pernah berfikir sejauh sana, kamu salah menilai aku! " ucap Satya.


"Iya Bella emang salah, tapi kali ini abang akan jadi milik Bella, di tangan dia sudah ada anak abang, jika abang mau anak abang selamat, Abang harus menceraikan wanita itu dan menikah dengan Bella, Bella janji akan merawat anak abang dengan Baik! " ucap Bella


"Kalau aku tidak mau? " tantang Satya


"Aku akan menyuruh dia (menunjuk orang bayarannya) untuk menjatuhkan bayi ini di depan abang" ucap Bella


"Apa kata-kata kamu itu serius? " tanya Satya.


"Coba saja" tantang Satya.


"Jatuhkan anak itu! " ucap Bella


"Salahkan lah ayah mu yang tidak menyayangi mu itu bayi kecil! " ucap Bella tersenyum sinis


Dua orang lelaki itu menurut untuk menjatuhkan gendongan di tangannya.


Brughhhh (suara benda jatuh)


"Apa Boneka? " teriak Bella melihat yang jatuh adalah Boneka berbentuk Bayi.


"Maaf Bos, kami tidak bisa melakukannya " ucap Dua orang itu dan berlari mendekat ke arah Satya.


"Kalian ternyata membohongi aku hahh!!! " ucap Bella marah-marah


"Bagaimana Bella? Apa ada cara lain? " ucap Satya


"Kenapa bisa seperti ini!! " ucap Bella.


#Flashback on.

__ADS_1


"Tuan muda, dua orang yang tuan tunggu sudah ada di ruangan tuan " ucap Andika membukakan pintu ruangan Satya.


Terlihat Dua orang sedang duduk di sofa, Satya langsung menghampiri dua orang tersebut dia membuka kacamata hitam yang dia pakai dan duduk di seberang dua orang itu.


Tanpa diminta dua orang itu langsung menceritakan kronologi kejadian dimana mereka disuruh untuk mencelakai Sandra, mereka mengaku bahwa di bayar oleh Bella untuk melakukan semua itu.


Satya sangat marah mendengar semua pengakuan dari dua orang itu, dia pun langsung menyusun rencana. Saat mereka sedang ngobrol terdengar suara telpon berdering ternyata telpon itu adalah milik Andika.


"Tuan muda, ada yang mengabari jika nona Bella akan melakukan sesuatu lagi malam ini" ucap Andika kepada Satya.


"Cepat sekali dia bertindak, kalau begitu kita harus bereskan dia malam ini juga" ucap Satya. Andika menundukkan kepalanya sopan.


#Flashback off.


"Jadi bang Satya sudah merencanakan semua ini? Kenapa bang? Kenapa tega sama Bella? " ucap Bella.


"Diam!!! Tangkap dia Andika. " ucap Satya pada Andika.


Bella berusaha berlari namun masih tetap terkejar oleh Andika, Andika pun mengikat kedua tangan Bella kebelakang.


"Lepaskan tanganku!! Lepaskan jika tidak aku akan mencelakai mu juga!! " ucap Bella pada Andika, namun Andika tetap menjalankan tugasnya.


"Bang Satya tolong bang jangan seperti ini" ucap Bella.


"Jangan seperti apa?? Kamu sudah berani mencelakai istriku dan kamu juga berencana untuk mencelakai anakku!! Darimana kelakuanmu yang bisa aku maafkan hah?? " bentak Satya.


"Tapi bang ini semua karena aku mencintaimu!! " ucap Bella.


"Dari awal aku sudah selalu bilang padamu kalau aku hanya menganggapmu sebagai adikku saja, kenapa kamu tidak mengerti!! Perasaan itu tidak bisa di paksakan Bella" ucap Satya.


"Engga, aku engga mau kalau cuma jadi adik aja, aku mau jadi istri kamu, aku mau memiliki kamu bang!! Tolong lepasin Bella bang sakit!! " ucap Bella


"Maafkan saya Bella, saya terpaksa melakukan ini, karena saya sudah sangat kecewa sama kamu!! Saya sudah suruh orang untuk membawa mu kembali ke singapure, saya sudah jelaskan pada orangtua kamu dan mereka sudah mengerti, saya tidak mau melihat muka mu, sebelum kamu berubah jadi orang yang lebih baik, kamu akan saya masukkan di tempat yang terjamin agamanya " ucap Satya.


"Abang mau ngusir aku? Engga bisa bang, Bella engga mau, Bella mau dekat sama abang aja" ucap Bella.


"Masih untung saya tidak memasukkan kamu kedalam penjara mengingat saya pernah menganggap mu sebagi adik, tapi kamu tidak bisa menolak keputusan saya!! " ucap Satya.


"Bawa dia pergi, pastikan semuanya sesuai dengan perintah saya. " ucap Satya pada Andika


"Baik Tuan muda" ucap Andika


"Bang Satya tolong maafin Bella, Bella engga mau pergi " ucap Bella


Andika tetap membawa Bella untuk pergi keluar negri, sesuai perintah Satya.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2