Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 49


__ADS_3

Untuk sebagian orang Cinta adalah hal yang indah, namun untuk bagian lainnya Cinta adalah trauma.


Disini Bella berada, dikamar hanya di temani dengan boneka-boneka lucu yang sekaligus menjadi saksi bisu Bella setiap harinya.


"Ka Andika pergi dengan perempuan, apa itu kekasih nya?" ucap Bella termenung sambil memeluk boneka panda kesayangannya.


"Kenapa Bella, ada apa dengan hati mu, kenapa terasa sakit saat membayangkan kejadian tadi" ucap Bella lagi


"Apa kamu mencintai dia? tidak, tidak boleh Bella, dia sudah mempunyai kekasih, kenapa kamu selalu mencintai orang yang bukan milikmu" ucap Bella memegang dadanya yang terasa sesak


"Jangan sampai kamu ulangi kesalahan yang sama Bella" sambung nya lagi.


...----------------...


Setelah makan siang, Raya dan Sandra kembali ke kantor nya, mereka berjalan masuk ke dalam ruangan.


"Bang Arka" ucap Sandra yang membuka pintu ruangan terlebih dahulu


"Hay Sand, Assalamualaikum, maaf aku kesini mendadak soalnya aku mau bertemu Raya" ucap Arka tersenyum

__ADS_1


"Waalaikumusalam, silahkan bang, Ray masuk" ucap Sandra pada Raya


"Lu temenin gue disini ya" ucap Raya memegang tangan Sandra, seolah menahannya


"Ray, bang Arka mau ngomong berdua sama kamu, ayo masuk bicarakan apa yang mau di bicarakan, selesaikan apa yang harus di selesaikan" ucap Sandra menatap mata Raya seolah memberi keyakinan pada Raya yang sedikit ragu.


"Masuk Ray" ulang Sandra pelan


Raya pun masuk, kedalam ruangan melangkah dengan pelan-pelan.


"Maaf bang, pintunya aku buka ya soalnya kalian kan belum" ucap Sandra terpotong


"Iya Sand aku mengerti" ucap Arka


"Waalaikumusalam" ucap Raya dan Arka berbarengan.


Setelah kepergian Sandra suasana pun menjadi hening.


"Ray" panggil Arka

__ADS_1


"Silahkan duduk" ucap Raya pada Arka. Dan mereka pun duduk saling berhadapan


"Ray, kenapa jadi canggung seperti ini?" ucap Arka


"Canggung bagaimana? aku bersikap seperti biasa saja" ucap Raya


"Ray, kita hampir seminggu tidak ada komunikasi, kamu kenapa tidak menjawab pesan atau panggilan dari aku? aku khawatir" ucap Arka ingin meraih tangan Raya, namun Raya lebih dulu menarik tangannya agar tidak bisa di jangkau oleh Arka


"Khawatir? apakah butuh waktu satu minggu untuk abang datang menghampiri orang yang abang khawatirkan?" tanya Raya


"Maaf Ray, tapi kamu tidak apa-apa kan?" tanya Arka


"Tidak apa-apa fisikku tapi Bagaimana kalau hati aku tidak baik-baik saja? apa abang tau?" ucap Raya dengan nada yang mulai bergetar


"Raya, satu minggu ini aku terus mencoba menghubungi mu, dengan kamu tidak menjawab apapun, ku fikir kamu memang memerlukan waktu untuk sendiri, jadi aku" ucap Arka menggantung


"Jadi dengan senang hati kamu tidak perlu menemui aku? begitu kan maksud kamu bang?" ucap Raya


"Aku tau, tidak sepenting itu aku untuk kamu, semua alasan kamu, tentang kamu sibuk, kamu memberikan aku waktu, itu hanya topeng saja, Tidak ada alasan sibuk untuk laki-laki jika wanita itu prioritasnya, untuk mengabari dalam waktu 24 jam, 5 menit saja tidak masalah seharusnya, kantor kita hanya berbeda 30 menit bang, itu sangat dekat bukan, dari pada kamu harus keluar kota memerlukan waktu berjam-jam, sibuk?? apa masih bisa dijadikan alasan untuk seusia kita?" ucap Raya menahan tangis nya.

__ADS_1


**Bersambung.


lansung lanjut cek berikutnya ya**...


__ADS_2