Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
P2 Bab 38


__ADS_3

Setelah mendengar perjelasan panjang dari Bima pada Dewi, akhirnya Dewi bisa merima alasan dari Bima, karena memang sebenarnya Dewi juga masih sangat mencintai Bima.


"Dewi.. Aku sadar memang sangat salah, tidak tau kenapa aku juga sangat egois, harusnya aku tidak boleh menerima tawaran dari Andika, tapi kenapa aku malah langsung mengiyakan tawaran ini" ucap Bima menundukkan kepalanya.


"Mungkin ini sudah takdir kita Ka, dari awal aku sudah bilang jangan menyerah dengan hubungan kita, tapi kakak selalu merasa kalah dan selalu bilang tidak akan ada kesempatan lagi, tanpa kakak sadari kalau kesempatan pasti ada jika kaka mau berusaha" ucap Dewi.


"Sudah lah kak, (memegang kedua pundak Bima dan mengarahkan untuk menghadap pada dewi) Semuanya sudah terjadi, Dewi hanya sedikit terkejut campur dengan kecewa, tapi sekarang Dewi merasa bahagia, karena suamiku yang sebenarnya adalah kakak" sambung Dewi tersenyum menata Bima.


"Benarkah seperti itu?" tanya Bima pada Dewi


"Iya..." Dewi menganggukkan kepalanya pelan.


"Aku bahagia sekali" ucap Bima refleks mendekatkan dirinya untuk mengecup kening Dewi.


"Kakak.. " ucap Dewi dengan manja.


"Kenapa sayang?" tanya Bima

__ADS_1


"Kan malu" ucap Dewi dengan wajah memerah.


"Jangan malu dong sayang, kita kan sudah SAH bahkan nanti malam aku akan..." ucap Bima terpotong dengan ucapan Dewi.


"Ish.. Sudahlah Kak tidak perlu dibahas" ucal Dewi mencubit paha Bima.


"Aw... Nakal ya sudah mulai cubit-cubit" ucap Bima.


"Iih.. sudahlah" ucap Dewi beranjak berdiri. Namun langsung di tahan dan di peluk oleh Bima dari belakang.


"Dewi.. Cinta ini tulus untuk kamu, sayang ini sangat nyata untuk kamu, maafkan aku yang selalu menyelipkan luka di hatimu yang lembut, aku tidak akan berjanji, tapi aku akan berusaha selalu membahagiakan mu dengan sekuat tenagaku" ucap Bima.


"Aku memang tidak salah memperjuangkan" ucap Bima memegang pundak Dewi dan mencium kening Dewi dengan sangat lembut.


...----------------...


Sedangkan di luar Sandra dan Satya berada di dalam ruangan, Sandra duduk merenung di sofa. Satya yang melihat istrinya sedang merenung langsung berjalan mendekati Sandra.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang??" ucap Satya duduk di samping Sandra. memegang tangan Sandra.


"Aku engga apa-apa Mas (ucap Sandra tersenyum lesu) aku cuma sedang bingung, kasian Bi Imah dan Mang Ujang, mereka terlihat sangat sedih karena kejadian ini" ucap Sandra.


"Tidak ada apa-apa sayang, semua sudah kembali normal, Bima dan Dewi pun terlihat sudah baik-baik saja." ucap Satya menenangkan Sandra.


"Iya Mas aku tau, tapi aku merasakan perasaaan mereka, yang tidak sesuai dengan bayangan" ucap Sandra menyenderkan kepalanya di bahu Satya.


"Kamu tenang aja sayang, semuanya sudah baik, acara pun akan berjalan lagi" ucap Satya.


"Iya Mas, bagaimana dengan baby Satria?" tanya Sandra yang mengingat anak nya, sedang di titipkan pada suster.


"Baby lagi tidur, dia baik-baik saja sayang" mengusap kepala Sandra yang di balut hijab nya.


Bersambung.


**Ramadhan ya Marhaban, selamat menjalankan puasa bagi kalian yang menjalankan, semoga kita sama-sama lancar sampai di hari akhir.

__ADS_1


Semangat dan sehat selalu**.


__ADS_2