
Satya, Andika dan para pengawalnya sudah sampai di lokasi yang sama dengan letak GPS di jam rancangan khusus yang dibuat oleh Satya sendiri demi keamanan dan keselamatan anaknya. Lokasinya berada di pinggiran kota di dalam rumah kosong.
"Kalian lewat belakang" ucap Andika pada pengawalnya.
"Lewat sini Tuan" ucap Andika.
Dengan cekatan Andika menyuruh pengawalnya untuk langsung mendobrak pintu Brakkk.. 3 kali hentakan dapat membuka pintu tersebut.
"Baby Satria.. Dewi kalian dimana?" teriak Satya .
"Sepertinya kamar ini tuan" ucap Andika.
"Dobrak" ucap Satya.
Brakkk.... Kembali mendobrak pintu kamar.
"Mas Satya... Mas Andika.." ucap Dewi lari menghampiri Satya dan Andika sambil memeluk baby Satria.
"Kalian tidak apa-apa? Dimana orang itu?" Tanya Satya
"Sayang kamu tidak apa-apa kan" menggendong anaknya memeriksa seluruh badannya.
"Kami tidak apa-apa Mas" ucap Dewi
"Dimana penculik itu? apa kalian menemukannya" Teriak Satya kepada para pengawalnya.
"Di seluruh ruangan Kami tidak menemukannya Tuan" ucap beberapa pengawal A
"Di halaman depan tidak ada siapapun Tuan" ucap beberapa pengwal B
"Di halaman belakang juga tidak ada siapapun Tuan" Ucap beberapa Pengawal C
"Dewi tidak tau Mas, setelah menyuruh Dewi menandatangani surat dia langsung pergi" ucap Dewi.
__ADS_1
"Apa? tanda tangan apa? surat apa?" ucap Satya
"Tidak ada Mas, Dewi juga tidak tau itu surat apa mungkin surat biasa saja" ucap Dewi
"Kamu yakin itu bukan surat macam-macam kan? " ucap Satya.
"Dewi yakin Mas, lebih baik kita cepat pergi dari sini kasian baby Satria disini banyak Debu" ucap Dewi.
"Kamu benar, kita pulang sekarang, Andika kamu langsung telpon Dokter untuk memeriksa baby Satria dan Dewi, Dan beberapa dari kalian terus awasi tempat ini jika ada yang mencurigakan langsung laporkan" Perintah Satya
"Baik Tuan" ucap para pengawal berbarengan.
Dewi berjalan lebih dahulu masuk kedalam mobil nya Satya dengan menggendong baby Satria.
"Andika kamu tetap harus cari tau, surat apa yang di tandatangani Dewi, saya takut ada niat buruk di dalamnya" ucap Satya. sambil terus berjalan
"Baik Tuan" ucap Andika. menatap punggung Dewi sekilas.
**
"Sial!!! cepat sekali dia menemukan tempat persembunyian ku!! lain kali aku harus lebih hati-hati" ucap Pria misterius itu dan terus bersembunyi.
**
Andika menjalankan mobil nya dengan hati-hati sambil sesekali melirik kearah Dewi yang sedang duduk di belakang sambil menggendong baby Satria.
Beberapa jam kemudian Sampai di kediaman Satya, Dewi langsung naik ke atas kekamar Satya dan Sandra.
"Assalamualaikum mbak" ucap Dewi membuka pintu kamar.
"Dewi.. Annaku??" ucap Sandra berlari turun dari kasur untuk mendekat
"Sayang ku (menggendong anaknya yang sedang terlelap tidur sambil menciumi baby Satria) Kamu tidak apa-apa nak, maafkan Ibu ya.. Ibu tidak menjaga mu dengan baik, Dewi kamu tidak apa-apa kan dek?" ucap Sandra memegang tangan Dewi.
__ADS_1
"Tidak mbak Dewi tidak apa-apa" ucap Dewi tersenyum.
"Bagaimana ini bisa terjadi Dew, bukankah aku sudah menyuruh pengawal menjaga di depan pintu mu?" ucap Raya.
"Dewi yang salah mbak, Dewi meminta kedua pengawal untuk mengambilkan alat sholat untuk Dewi karena Dewi belum melaksanakan Sholat Dzuhur" ucap Dewi.
"Kenapa kamu tidak bilang padaku sebelum aku pergi?" ucap Raya.
"Maaf mbak Dewi pikir mbak sedang buru-buru, dan Dewi juga berpikir tidak akan terjadi apa-apa pada kami" ucap Dewi.
"Orang ini memang, orang yang cukup hafal dengan hotel milik Wijaya, orang ini juga punya koneksi yang kuat, aku akan tangkap orang itu sesegera mungkin" ucap Satya dengan nada keras.
"Sudahlah Mas, yang penting Dewi dan Satria sudah aman" ucap Sandra menenangkan suaminya.
"Masalah ini tidak sesederhana yang kita lihat sayang, kalian harus lebih berhati-hati, aku akan meningkatkan pengawalan untuk kalian" ucap Satya merangkul istrinya.
"Aku yakin Gusti Allah akan selalu melindungi kita" ucap Sandra tersenyum.
"Kamu memang istriku yang Sholehah, aku beruntung memiliki istri sebaik dan sesabar kamu" ucap Satya mencium kening Sandra.
"Stop.... kalau begitu gue sama Dewi keluar dulu , engga enak jadi nyamuk disini" ucap Raya menarik tangan Dewi.
"Apaan deh Ray" ucap Sandra
"Dewi sebentar lagi Dokter akan datang dan memeriksamu sementara kalian tunggu dikamar tamu, jangan dulu kembali kerumah" ucap Satya.
"Baik Mas" ucap Dewi
"Andika tolong kamu selesaikan acara, bawa adik-adikku pulang kerumah" ucap Satya menelpon Andika.
"Untuk Sekarang masalah ini sudah selesai, tapi entah masalah apa lagi yang akan datang, Aku Siap ya Allah, asal enggakau lindungi, Istri, Anak dan Keluargaku , aku siap jika harus mempertaruhkan nyawaku" Batin Satya sambil memandangi Sandra yang sedang tersenyum sambil menggendong anaknya.
Bersambung.
__ADS_1