
Dalam perjalanan pulang, Sandra tidak banyak bicara, Sandra memalingkan wajah nya ke luar jendela, Sedangkan Satya sesekali melirik sambil menyetir mobil nya. Satya sengaja menyuruh Andika untuk pulang lebih dulu, agar Satya bisa menjemput Sandra sendiri.
"Kenapa kamu diam saja? " ucap Satya
"Tidak apa-apa " ucap Sandra
"Kamu sudah makan? Kita makan dulu yaa?? " ucap Satya.
"Tidak usah, kita pulang saja aku lelah " ucap Sandra menyandarkan kepalanya pada jok mobil.
"Baiklah kalau begitu kita pulang saja " ucap Satya
Satu jam kemudian, mereka sampai di rumah Satya. Sandra langsung masuk ke dalam tanpa menunggu Satya terlebih dahulu.
Beruntung keadaan rumah sudah sepi, jadi Sandra langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Kemana dia?? " ucap Satya saat masuk kedalam kamarnya.
Satya mencari keberadaan Sandra, sampai di depan pintu kamar mandi dia mendengar suara air.
"Ternyata Dia sedang mandi" ucap Satya
Sandra keluar dari dalam kamar mandi menggunakan baju tidur panjang nya.
"Sudah selesai mandinya? " tanya Satya, melihat Sandra keluar dari kamar mandi
"Menurutmu" Jawab Sandra cuek
"Kamu marah sama saya? " ucap Satya mendekati Sandra.
"Tidak " ucap Sandra membelakangi Satya.
"Lihat aku? " ucap Satya membalikkan tubuh Sandra agar menghadap nya.
"Aw.. Kenapa sih? " ucap Sandra.
__ADS_1
"Sandra ucapan ku tadi serius, aku ingin menjalankan peranku sebagai suami" ucap Satya.
"Suami?? Kenapa sekarang kamu berubah pikiran? Bukannya dulu kamu tidak peduli padaku? Aku mohon jangan permainkan aku" ucap Sandra berkaca-kaca
"Sandra.. Apa segitu takut nya kamu denganku?? Aku tahu aku salah, maafkan aku seharusnya aku tidak memperlakukan kamu seperti kemarin, tapi aku tidak sedang main-main sekarang, aku ingin memperbaiki hubungan kita, tolong beri aku kesempatan?? " ucap Satya memegang kedua pundak Sandra.
"Aku tidak tahu, aku masih butuh waktu, maaf aku mau tidur" melepaskan tangan Satya di pundak nya.
Sandra berjalan ke arah sofa sambil membawa selimutnya.
"Kamu tidur di Kasur saja, biar aku yang tidur disini" ucap Satya.
"Tidak usah, aku sudah terbiasa disini" ucap Sandra.
"Disini bahaya untuk kamu, biar aku yang disini " ucap Satya memegang sofa
"Yasudah " Sandra berjalan ke ruang tidur Satya, dia merebahkan tubuh nya disana.
"Kenapa aku ini?? Kenapa aku harus memikirkan pertanyaan dia, harusnya aku langsung saja menolak nya. " gumam Sandra meringkuk memeluk bantal guling.
Sandra bangun setelah sholat subuh dia merapihkan ruangan tidur Satya, dia menatap foto Satya yang berada di atas meja.
"Sayang.. Apa yang harus bunda lakukan sekarang?? Apakah bunda harus mempercayai ayah mu" ucap Sandra mengusap perut nya.
"Ahh.. Apa ini??? Apa kamu bergerak?? Apa ini artinya Iya?? " ucap Sandra merasakan ada yang bergerak di dalam perutnya.
Sandra keluar mendekat ke arah Satya yang masih tertidur pulas.
"Apa aku mampu bersaing dengan wanita-wanita yang memperebutkan mu diluar sana?? Apa aku bisa mempercayaimu? " ucap Sandra duduk bersimpuh sambil menatap Satya dalam-dalam.
Sebenarnya Satya sudah bangun, saat Satya melihat Sandra menghampirinya dia pura-pura memejamkan matanya kembali.
"Aku takut setelah aku membuka hatiku kamu malah menyakitiku, aku takut berharap padamu, aku takut kecewa, aku juga ingin mempunyai hubungan suami Istri yang normal seperti orang lain, tapi apa itu bisa?? " ucap Sandra menunduk.
Diam-diam Satya bangun dan duduk.
__ADS_1
"Aku tidak akan berjanji padamu, tapi aku akan berusaha untuk menjalankan tugasku sebagai suami dan ayah untuk calon anakku" ucap Satya mengusap kepala Sandra yang tertutupi kerudung.
"Kamu..??? Sejak kapan kamu bangun?? " ucap Sandra terkejut langsung bangun berdiri
"Dari tadi " ucap Satya
"Kamu mendengar perkataan ku? " ucap Sandra
"Semuanya.. " ucap Satya menganggukkan kepalanya.
"Kamu??? Kamu jangan kepedean, aku cuma..?? " ucap Sandra berdiri, Satya berjalan ke arahnya.
"Tidak usah malu begitu " ucap Satya menatap Sandra
"Kamu jangan menatap aku seperti itu!! " ucap Sandra memalingkan wajah nya. Membelakangi Satya
"Kamu lucu kalau wajahmu memerah seperti itu" ucap Satya berbisik di telinga Sandra.
"Ihh... Jangan dekat-dekat begitu" ucap Sandra mendorong dada Satya.
"Kenapa.. Kamu malu?? " ucap Satya
"Tidak!! " jawab Sandra
"Kalau iya pun tidak apa-apa " ucap Satya.
"Aku mandi dulu ya sayang.. " ucap Satya
"Mandi ya mandi lah, ngapain ngomong aku" ucap Sandra.
"Takutnya kamu mau mandi lagi " ucap Satya, meninggalkan Sandra masuk ke dalam kamar mandi.
"Kenapa hati ku berdetak cepat seperti ini??Sadar Sandra" Ucap Sandra menepuk-nepuk kedua pipinya.
Bersambung...
__ADS_1