
.. Di Restauran FoodDream..
"Silahkan Tuan" Andika membukakan pintu mobil untuk Satya
"Usahakan kembali ke hotel secepatnya" ucap Satya dan memasuki restauran tersebut.
"Baik Tuan" ucap Andika sopan
"Selamat datang Tuan muda Satya" ucap seorang lelaki yang usia nya hampir sama dengan papi nya Satya.
"Terimakasih sudah mengundang kami Tuan Martin" ucap Andika mewakilkan Satya untuk menyapa Martin, Martin josev adalah pemilik perusahan yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan milik Satya.
"Tidak usah sungkan, kenalkan ini anak saya Josua josev" ucap Marti mengenalkan anak nya pada Satya.
"Selamat malam Tuan, perkenalkan saya Josua" ucap Josua memperkenalkan dirinya, namun Satya menjawab hanya dengan anggukan kepala.
"Ceh.. Sombong sekali, kita lihat saja nanti apakah kamu masih bisa sombong !! " batin Josua berkata.
"Ayah silahkan antar Tuan muda, biar saya yang pesankan minuman untuk Tuan muda" ucap Josua.
"Tidak perlu repot-repot Tuan biar saya saja yang pesan" ucap Andika.
"Kalian kan Tamu jadi sudah kewajiban saya menjamu kalian" ucap Josua, seketika Andika pun menatap Satya seolah meminta jawaban dan Satya pun menjawab dengan anggukan kepala sekilas, yang artinya biarkan saja.
"Baiklah kalau begitu, terimakasih Tuan" ucap Andika sopan.
"Tidak masalah" ucap Josua, Josua pun pergi meninggalkan mereka untuk memesan minuman.
__ADS_1
"Silahkan Tuan muda sebelah sini" ucap Martin menunjukkan jalan ke lantai atas karena. Ruangan VIP tempat duduk mereka. Ada di lantai atas.
.. Disisi lain..
"Lo yakin San enggak mau ikut gue aja? " tanya Raya memastikan kembali sebelum dia berangkat ke rumah saudaranya.
"Aku yakin, aku masih harus memastikan restauran ini tidak membuat kecewa karena dengar-dengar ada tamu penting yang sudah memesan tempat ini" ucap Sandra dengan raut wajah gembira.
"Baiklah tapi ingat lo harus hati-hati" ucap Raya
"Kamu tenang aja aku bisa jaga diri aku, kamu enggak mau mampir dulu ke dalam" ucap Sandra sambil menunjuk bangunan restauran milik nya.
"Maaf tapi gue buru-buru" ucap Raya
"Tidak apa-apa, kamu hati-hati dijalan kabari aku kalau sudah sampai? " ucap Sandra.
Namun di sisi lain ada seseorang yang sedang melancarkan aksinya, dia sengaja menyuruh orang untuk memasukkan sesuatu di gelas Satya.
" Apakan setelah ini lo masih bisa sombong setelah masuk perangkap gue!! " ucap Josua tersenyum sinis.
Josua sudah menyiapkan rencana untuk menjebak Satya, bahkan dia sudah memikirkan rencana ini dari jauh-jauh hari, tidak tau kenapa Josua sangat membenci Satya.
Sepeninggalan Raya, Sandra pun langsung memasuki restauran nya, Sandra langsung masuk ke dalam ruangannya, karena letak ruangan Sandra berada di atas diapun melewati ruangan VIP.
Karena menunggu kedatangan Josua jadi pintu ruangan VIP itu sengaja tidak di tutup oleh Martin membuat Satya Sekilas dapat melihat Sandra yang sedang melewati ruangan VIP tersebut.
"Apa itu perempuan itu lagi" batin Satya.
__ADS_1
Martin pun tidak menyia-nyiakan waktu yang ada dia bicara panjang lebar dengan kontrak yang akan mereka sepakati, Satya hanya menjawab seadanya saja. Karena fokus nya terbagi setelah melihat Sandra.
Tidak lama Josua pun datang bersama dua pelayan yang membawa beberapa menu.
"Silahkan tua muda, karena disini tidak menyediakan wine jadi saya pesankan soda" ucap Josua.
"Apa.. Kenapa restauran sebesar ini tidak menyediakan wine? " ucap Marti emosi
"Tidak apa tuan, kebetulan Tuan Satya memang tidak terbiasa meminum wine" ucap Andika.
"Milik siapa restauran ini, bagus sekali peraturannya" batin Satya berkata.
"Baiklah kalau begitu silahkan diminum Tuan" ucap Josua pada Satya.
Karena Satya merasa tenggorokannya kering tanpa merasa curiga dia pun langsung meminum nya. Walaupun hanya sedikit.
"Tidak apa sedikitpun sudah bagus, karena dosis nya sudah tinggi" batin Josua
Mereka pun kembali melanjutkan obrolan mereka, Namun Satya mulai merasakan tidak nyaman dari dalam tubuhnya. Dia pun meminta izin untuk ke toilet.
"Maaf saya permisi ke toilet dulu" ucap Satya
"Biar saya temani Tuan" ucap Andika hendak berdiri
"Tidak perlu, kamu lanjutkan saja, tidak sopan meninggalkan klien" ucap Satya dan Satya pun pergi meninggalkan ruangan itu untuk ke toilet, melihat Satya pergi, Josua pun mengetik pesan pada orang suruhannya untuk melancarkan aksinya.
Bersambung.....
__ADS_1