
Keesokan pagi nya, Sandra, Meira dan Nayla, sudah berada di Mall XZ, Mall terkenal di kota tersebut.
Mereka pun masuk ke dalam butik langganan keluarga Wijaya untuk memilih baju yang akan mereka kenakan malam nanti.
Selesai memilih mereka pun berjalan ke arah cafe untuk mengisi perut mereka yang mulai keroncongan.
"Mau makan apa kak? " tanya Meira.
"Samain aja deh " ucap Sandra.
"Aku kaya biasanya ya kak" ucap Nayla.
"Yaudah aku pesenin dulu ya" ucap Meira, Meira pun berjalan untuk memesan makanan.
"Kak? Usia kehamilan kaka udah berapa bulan? " tanya Nayla.
"Udah menginjak 4 bulan dek " ucap Sandra sambil mengelus perutnya.
"Apa kaka bahagia dengan pernikahan kaka? " tanya Nayla.
"Ah.. Emm kakak bahagia kok, kenapa kamu nanya gitu? " ucap Sandra.
"Habis nya aku gak pernah liat kaka dan bang Satya jalan berdua, atau sarapan di meja yang sama, apa bang Satya memperlakukan kaka dengan baik? " ucap Nayla.
"Em.. Bang Satya baik ko, mungkin dia sedang sibuk jadi kita jarang keliatan bareng" ucap Sandra.
"Iya sih, memang dia selalu sibuk, karena semua perusahan yang tangani bang Satya, bang Arka engga pernah mau gabung di perusahaan dia lebih senang membangun usahanya sendiri, dari kecil bang Satya selalu di tuntut untuk jadi yang terbaik, beda dengan bang Arka yang bisa memilih" ucap Nayla.
"Tapi bukan seharusnya anak pertama yang memimpin perusahaan ya? " ucap Sandra.
"Harusnya sih gitu, tapi setau ku Abi selalu menunjuk bang Satya dan bang Arka juga begitu selalu menyuruh bang Satya yang menjadi pemimpin di perusahaan, bang Arka malah lebih suka merintis usaha nya sendiri, saat ini dia baru buka restauran lo kak, katanya sih dia terinspirasi dari seorang wanita, mungkin itu wanita yang di cintai nya " ucap Nayla.
"Heh.. Anak kecil tau apa sih tentang Cinta! " ucap Meira, yang baru saja datang. Sambil membawa makanan yang tadi dia pesan
"Aku tau lah.. " ucap Nayla.
"Ah iyaa.. Kakak boleh tanya sesuatu engga? " tanya Sandra.
"Boleh kak mau tanya apa? " ucap Meira.
"Apa bang Satya punya kekasih sekarang atau sebelum menikah dengan kaka? " tanya Sandra.
__ADS_1
"Setau ku sih engga ada kak, soalnya bang Satya tidak pernah membawa wanita kerumah " ucap Nayla.
"Tapi semalam kaka menemukan foto, abang bersama wanita, apa itu kekasih nya? " ucap Sandra
"Foto??? " ucap Nayla dan Meira berbarengan.
"Ini fotonya " ucap Sandra memperlihatkan foto di handpone nya, karena kemarin sebelum Sandra menyimpan foto itu, Sandra sempat memfoto menggunakan handponenya
"Nayla seperti pernah lihat tapi siapa ya?? " ucap Nayla.
"Ini kan Bella " ucap Meira.
"Kamu kenal? " ucap Sandra.
"Ini sih teman Meira waktu SMA, kita memang dulu deket banget, dia juga sering main kerumah, setau Meira dia dekat dengan bang Satya karena abangnya juga berteman dengan bang Satya " ucap Meira.
"Ah iyaa, Nayla baru ingat, dia kan yang sering kecentilan itu, sering menggoda bang Satya, tapi bang Satya nya sih biasa aja " ucap Nayla.
"Begitukah? Soalnya kakak tidak mau jadi perebut pacar orang, kakak tidak enak" ucap Sandra.
"Ngapain kakak harus tidak enak, bang Satya kan sekarang suami kakak, kalaupun bang Satya punya pacar, ya pacarnya lah yang harus mundur bukan kakak" ucap Nayla.
"Tapi kita menikah kan bukan karena saling suka tapi karena " ucap Sandra menunduk.
"Udah kakak makan dulu, jangan mikir yang engga-engga, kasian dede bayi nya, nanti setelah ini kita ke salon yaa " ucap Nayla.
"Itu sih mau nya kamu!! " ucap Meira.
-------------
"Abi?? Kapan Abi sampai? " ucap Satya, melihat Abinya masuk ke ruangannya.
"Kemarin malam Abi sudah Sampai, kamu nya saja yang pulang larut, jadi engga sadar kalau Abi dan Umi sudah sampai " ucap Abi
"Maaf Abi Satya engga tau" ucap Satya.
"Engga apa-apa, bagaimana dengan acara kita malam ini apa ada kendala? " ucap Abi
"Tidak ada Abi semuanya berjalan dengan lancar, apa ada tambahan? " ucap Satya.
"Ada.. Malam nanti Abi mau mengenalkan Sandra pada klien-klien Abi dan Umi" ucap Abi
__ADS_1
"Apa?? Abi mau ngenalin Sandra?? Apa tidak terlalu buru-buru?? " ucap Satya gugup
"Apa yang buru-buru, ini malah terlalu lama.. Sudah berapa bulan Sandra mengandung?? Apa kamu mau mengenalkan dia setelah melahirkan? " ucap Abi.
"Bukan begitu Abi, tapi kan nanti malam akan banyak Media, apa tidak apa-apa? Satya takut nanti Media akan mengeluarkan statement yang akan merusak reputasi keluarga kita" ucap Satya.
"Lalu?? Apa kamu malu? Dan harus menyembunyikan istri dan calon anak kamu? Jangan lupa kalau ini perbuatan kamu, dan Satya Abi tahu kamu, jangan sampai kamu menyesal karena menyia-nyiakan Istri dan calon anak kamu" ucap Abi tegas.
"Maaf Bi" ucap Satya.
"Abi harap kamu bisa menyayangi Sandra, karena dia anak yang baik, cerdas dan mandiri, di usia muda dia sudah ditinggalkan orang tuanya dan sekarang dia sukses membangun usaha kedua orangtuanya" ucap Abi.
"Satya mengerti " ucap Satya.
"Dan jangan lupa kamu hubungin semua keluarga Sandra " ucap Sandra.
"Satya sudah menyuruh Andika menghubungi kerluarga Satya, tapi orang tua Raya sedang berada di luar kota, Bi imah dan Mang ujang juga sedang berada di kampung mereka karena ada acara juga. " ucap Satya.
"Kalau begitu, kamu kirimkan hadiah ke kampung mang ujang dan bi Imah, dan kirimkan hadiah juga untuk orang tua Raya " ucap Abi.
"Baik Bi " ucap Satya.
"Kalau begitu Abi keluar dulu " ucap Abi dan bangun dari duduknya
"Mau Satya Antar Bi? " ucap Satya
"Tidak perlu, Abi sudah bersama pak Budi " ucap Abi. Beranjak meninggalkan Satya
"Baiklah hati-hati Bi " ucap Satya.
Setelah kepergian Abi, Satya langsung menghubungi Andika untuk keruangan nya.
"Ada apa Tuan? " ucap Andika masuk kedalam ruangannya.
"Abi bilang dia mau mengenalkan Sandra pada klien-klien nya, Bagaimana ini? Kamu harus pastikan tidak ada media disana" ucap Satya
"Setiap tahun perusahaan kita memang tidak pernah mengundang Media, namun Media pasti akan menunggu di luar " ucap Andika.
"Kalau bisa pada Saat Abi mengenalkan Sandra, usahakan Media tidak ada yang mencuri foto, kamu pastikan pengamanan malam ini harus lebih ketat dari biasanya" ucap Satya.
"Baiklah Tuan kalau begitu saya permisi " ucap Andika berjalan keluar.
__ADS_1
"Semua harus berjalan lancar" gumam Satya.
Bersambung...