Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 55


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok.. (Suara pintu di ketuk)


"Permisi mbak, ini ada keluarga dari Bella" ucap Dewi berjalan masuk diikuti oleh Bima dari belakang.


"Silahkan duduk pak.. " ucap Sandra mempersilahkan Bima duduk.


"Terimakasih" Bima duduk di sebelah Bella.


"Abang kemana aja sih?? Lama banget?? " Bisik Bella di samping Bima.


"Ini bang Bima, abang aku seperti yang tadi sudah aku jelaskan dia juga mau membuat baju disini" ucap Bella.


"Kalau begitu kita mulai dengan desain nya saja yaa pak?? " ucap Sandra mengambil contoh dari gambar buatannya.


"Dew.. Bantu pak Bima untuk melihat-lihat ya.. " ucap Sandra pada Dewi yang berada di sebelah nya.


"Bagaimana kalau mbak Raya saja mbak, dia mungkin lebih berkompeten di banding aku?? " ucap Dewi mencoba menghindar

__ADS_1


"Kamu mencoba menghindari aku lagi?? " batin Bima sambil terus menatap Dewi yang berada di hadapannya.


"Raya masih belum kembali.. Tidak apa kamu saja, bapak boleh ikut dengan Dewi ya" ucap Sandra.


"Mari pak.. " ucap Dewi beranjak dari duduk nya.


Bima pun mengikuti Dewi untuk melihat-lihat koleksi jas yang ada di butik Sandra.


Dewi pun memilihkan beberapa Jas untuk Bima sambil menjelaskannya.


"Haruskah kamu bersikap formal seperti itu? " tanya Bima


"Jadi kalau di luar jam kerja kamu tidak akan bersikap formal seperti ini kah? " tanya Bima sambil menatap ke arah Dewi namun Dewi tidak menjawab nya, dan mengalihkan pembicaraan.


"Dewi apa kita bisa keluar malam ini?? " Bima menarik tangan Dewi.


"Maaf, malam ini aku tidak bisa " ucap Dewi menepis tangan Bima

__ADS_1


"Ada yang ingin aku bicarakan padamu, kenapa kamu selalu menghindar dari ku satu tahun ini?? " ucap Bima


"Jika ada yang ingin di bicarakan, bicarakan saja sekarang, tapi menurut aku, sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi " ucap Dewi.


"Maaf.. Aku masih ada kerjaan, jika ada yang perlu di tanyakan, kamu bisa tanya sama mbak Sandra.. " ucap Dewi, beranjak pergi meninggalkan Bima.


"Dewi tunggu.. Urusan ku bukan dengan wanita itu.. Aku kesini juga karena adikku, dan beruntunglah aku bisa bertemu dengan mu.. Lebih baik kamu bekerja di perusahaan ku, kamu boleh bebas memilih posisi apa yang kamu mau, kamu tidak akan di jadikan pelayan oleh wanita munafik itu. Aku tau kamu pasti tertekan, bekerja dengan wanita seperti itu?? Keluar lah dari sini, kamu bisa ikut dengan ku " ucap Bima.. Dewi langsung berhenti dan berbalik menghampiri Bima.


"Apa kamu berubah pikiran?? " tanya Bima pada Dewi.


"Tolong tarik kata-kata mu itu!!! Asal kamu tau perempuan yang kamu sebut munafik itu adalah kakakku!!! Dia yang mengurus dan membiayai hidup ku dan keluarga ku, dan asal kamu tau juga, aku tidak di jadikan pelayan disini!! " ucap Dewi.


"Apa?? Dia kakakmu?? " ucap Bima terkejut.


"Iya.. Apapun masalah kakak ku dengan adik mu, harusnya kamu mencari tau dulu kebenarannya, jangan asal memihak, kamu harus tau siapa yang harus kamu pihak, walaupun dia adik mu belum tentu dia yang benar! " ucap Dewi pergi meninggalkan Bima.


"Ternyata kamu adik dari Sandra.. Harusnya aku menjauhi mu, tapi kenapa hati ini merasa tidak rela." ucap Bima sambil menatap kepergian Dewi.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2