
Sampai di tempat tujuan Sandra dan Raya langsung memasuki hotel yang telah mereka pesan sebelumnya.
"Biar gue yang ambil kuncinya, lo tunggu aja disini" ucap Raya pada Sandra. Sandra pun menjawab dengan anggukkan kepala
Sandra duduk diantara sofa yang berderet dia memilih sofa yang hanya cukup untuk satu orang dan dapat di lihat langsung dari pintu masuk hotel tersebut.
Disaat Sandra sedang membaca majalah yang berada di atas meja, Satya dan Andika pun masuk kedalam hotel tersebut, saat Satya masuk dia langsung bisa melihat dengan jelas wanita yang tadi ditabraknya di bandara.
"(Tiba-tiba Satya menghentikan langkahnya)"
"Ada apa Tuan? "Andika bertanya pada Satya
"Apa Dia juga menginap disini? " Ucap Satya pada Andika sambil menunjuk seorang wanita berhijab dengan ekor matanya
"(Andika pun mengikuti tatapan dari Satya) Sepertinya begitu, biar saya tanyakan. " Ucap Andika pada Satya.
"Tidak perlu, tapi usahakan kamar Dia bersebelahan dengan kamar saya" ucap Satya datar, langsung memasuki hotel tersebut dan duduk di sofa dekat dengan Sandra. Dan memainkan Handpone nya
"Ada apa ini, apakah Tuan sedang mengincar wanita itu? "Andika berkata pada dirinya sendiri
"Ayo kita masuk" ajak Raya pada Sandra, tanpa menjawab Sandra pun langsung membawa koper nya mengikuti Raya.
__ADS_1
"Apa wanita itu tidak melihat saya" ucap Satya pelan sambil memasukkan kembali handpone ke dalam saku jas nya.
Setelah kepergian Sandra, Andika pun datang menghampiri Satya, tanpa perlu di tanya Andika pun langsung menjawab.
"Saya sudah dapat kuncinya Tuan, kamarnya tepat berada di sebelah kamar Tuan" ucap Andika pada Satya, tanpa menjawab Satya langsung berdiri dan Andika pun langsung berjalan di belakang Satya.
Sampai di dalam kamar
"Jam berapa kita pergi? " tanya Satya pada Andika yang sedang membereskan beberapa dokumen
"(Melihat jam tangan) 2 jam lagi Tuan, Tuan bisa beristirahat dulu" ucap Andika
"San malam ini kaya nya gue engga bisa nemenin lo dulu, soalnya ada kerabat dari nenek gue tinggal disini dan mereka minta gue mengunjungi ke sana, apa lo mau ikut aja bareng gue? " tanya Raya pada Sandra.
"Oya aku engga tau kalo kamu punya saudara disini? " ucap Sandra.
"Saudara jauh sih, jadi kita jarang ngumpul bareng, tapi hari ini mereka ada acara dan papah nyuruh gue wakili mereka karena kebetulan gue ada disini, lo ikut gue aja ya? " tanya Raya
"Enggak bisa Ray, aku harus cek cabang baru disini, malam ini akan ada acara penting yang menyewa restauran ini, ini merupakan acara pertama jadi aku mau membuat kesan bagus pada mereka, aku engga mau sampai mengecewakan" ucap Sandra melukis senyum di bibirnya.
"Yasudah kalau begitu, tapi kamu yakin mau sendiri tinggal disini, atau aku jemput aja setelah kamu selesai? " ucap Raya
__ADS_1
"Enggak usah Raya, itu terlalu merepotkan, kamu nikmati saja acara kamu dan keluarga kamu lagi pula kamu jarang-jarang kan pergi kesini" ucap Sandra.
"Ceh.. Lo bilang merepotkan sama siapa? Kita ini saudara tau! " ucap Raya cemberut.
"Iya maaf, tapi aku serius, aku tidur disini aja, cuma satu hari juga kan, ga masalah" ucap Sandra.
"Hem iya deh, tapi kalau ada apa-apa kamu langsung kasih kabar ya? " ucap Raya.
"Tidak akan ada masalah, semua nya beres" ucap Sandra sambil mengangkat ibu jarinya.
"Tapi perasaan gue, bilang sebaliknya. " ucap Raya khawatir.
"Itu cuma perasaan kamu aja, karena kamu mau ninggalin aku sendiri, tapi Insya Allah semuanya akan baik-baik saja" ucap Sandra menenangkan Raya, padahal hati kecil Sandra pun merasakan hal yang sama, tapi dia tidak mau membuat Raya khawatir atau sampai membatalkan acara dengan keluarganya.
"Amin" ucap Raya.
Sandra pun merapihkan baju-baju nya, memasukkan nya kedalam lemari yang tersedia di hotel tersebut, karena rencananya mereka akan menginap selama 3 hari kedepan.
Sedangkan Satya masih sibuk dengan handpone nya Dia sedang membalas pesan dari Adik dan Mami nya. Karena hanya dihadapan mereka Satya akan berubah menjadi sosok yang penyayang lembut dan apa adanya.
Bersambung..
__ADS_1