
Arka membanting pintu mobil nya, masuk ke dalam rumah..
"Bang sudah pulang? " Tanya Meira, saat berpapasan dengan Arka di ruang tamu.
Namun Arka tidak menjawab pertanyaan Meira, Arka langsung masuk kedalam kamarnya.
"Bang Arka kenapa ya.. Kayak lagi marah gitu?? " Gumam Meira
Arka membuka pintu kamarnya, dan menutup nya kembali dengan kencang.
Braakkkk... (Suara pintu tertutup kencang)
"Sandra... Kenapa bukan kamu Sandra...!!! " ucap Arka bersandar di pintu kamarnya.
"Kalau saja itu kamu, aku mungkin tidak sekecewa ini.. Dan jika itu kamu, aku mungkin bisa memiliki kesempatan untuk berjuang mendapatkan mu" ucap Arka membentur-benturkan kepalanya di pintu kamar.
Tanpa Arka sadari ternyata ada Nayla di balik pintu kamar Arka, saat Arka membanting pintu kamar nya, Nayla yang sedang berada di tempat yang sama, langsung menghampiri Arka berniat untuk mencari tahu apa yang terjadi, namun ternyata dia malah mendengar semua kata-kata Arka.
"Bang Arka.. (Menutup mulut dengan kedua tangannya) Apa aku tidak salah dengar?? Jadi bang Arka menyukai kak Sandra?? Apa kak Sandra dan bang Satya mengetahui ini?? " gumam Nayla dan buru-buru pergi dari kamar Arka menuju ke ruang tamu.
Saat di ruang tamu dia bertemu dengan Meira, yang sedang asik membaca majalahnya.
"Kenapa dek?? Kayak yang habis lihat apa saja kamu?? " ucap Meira bertanya pada Nayla, karena melihat wajah Nayla yang panik.
"Aku ceritain jangan yaa.. Sama kak Meira?? " batin Nayla.
"Dek.. Hey kamu kenapa kok malah bengong?? " Meira langsung menghampiri Nayla yang masih berdiri dan diam di posisi nya.
"Emm.. Enggak ada apa-apa kak" ucap Nayla mencoba mengatur nafasnya perlahan.
"Sini.. Sini.. Duduk dulu.. Kamu kenapa?? Kamu bisa cerita sama kakak? " tanya Meira lagi sambil mengajak Nayla untuk duduk di sofa.
"Engga apa-apa kak, aku tadi cuma kelupaan sesuatu aja.. Kalau gitu aku ke kamar dulu ya kak, aku masih harus ngerjain tugas" ucap Nayla, pergi meninggalkan Meira, yang masih kebingungan dengan tingkah nya.
__ADS_1
"Ada apa sih sebenarnya dengan orang-orang di rumah ini, tadi bang Arka sekarang Nayla, kenapa aneh sekali?? " ucap Meira bingung.
Sedangkan di dalam kamar Satya, Satya dan Sandra sedang bersama di atas Ranjang, Satya duduk dan menyenderkan tubuh nya di kepala kasur nya sedang kan Sandra menyenderkan kepalanya di pundak Satya sambil memeluk pinggang Satya.
"Mas.. Makasih ya.. " ucap Sandra dengan muka berseri.
"Terimakasih untuk apa sayang?? " tanya Satya mengusap lembut rambut Sandra, karena sekarang Sandra sudah membiasakan dirinya untuk tidak memakai hijab di depan Satya. Bahkan terkadang Satya meminta Sandra untuk memakai baju tidur tipis yang sudah Satya sediakan seperti malam ini dia menyuruh Sandra untuk memakai lingerie berwarna peach.
"Untuk semuanya, untuk cincin nya, untuk kasih pengertiannya, dan untuk kasih sayang yang sudah kamu berikan, untuk mimpi saja aku bahkan tidak berani bisa di cintai oleh kamu, tapi Allah memang maha membolak-balikkan hati manusia, dan aku sangat bahagia sekali dengan semua ini" ucap Sandra memeluk Satya semakin erat.
"Semua ini tidak sebanding dengan rasa sakit mu sayang, aku sadar kalau aku tidak bisa lagi jauh dari kamu, aku sangat mencintai kamu dan anak kita " mengusap perut Sandra dengan lembut dan mencium kening Sandra. Pipi Sandra, hidung dan.. Saat Satya sedang ingin mencium bibir Sandra tiba-tiba ada panggilan masuk ke dalam. Handphone nya.
Tring.. Tring... (Suara telpon).
"Mas ada telpon" ucap Sandra menahan wajah Satya. Menggunakan tangannya
"Biarin aja sayang.. " ucap Satya, menepis lembut tangan Sandra
"Tapi itu takut nya masalah pekerjaan, mungkin saja itu telpon penting mas, karena menelpon berkali-kali?? " ucap Sandra.
"untuk apa dia telpon malam-malam?? " batin Satya saat melihat nama yang tertera di layar handphone nya.
"Angkat dong mas" ucap Sandra.. Sontak saja suara Sandra membuat Satya sadar
"Eh... Engga usah ini engga ada namanya, mungkin nomor salah sambung" ucap Satya kembali meletakkan handphone nya di atas nakas.
"Bagaimana mungkin salah sambung sayang.. Nomor kamu bahkan hanya beberapa orang saja yang tahu dan itu pun hanya yang terdekat saja " ucap Sandra.
"Udah ah.. Biarin saja.. Kita lanjutin aja yang tadi?? " ucap Satya, menarik tubuh Sandra agar lebih dekat dengannya dan Sandra pun mengikutinya.
Saat Satya hendak mendekatkan wajah nya tiba-tiba Handphone nya kembali berdering..
"Udah mas.. Kamu angkat dulu saja.. Mungkin itu penting?? " ucap Sandra menjauh dari wajah Satya.
__ADS_1
"Iya.. Iya.. " Satya kembali duduk dan mengambil handphone nya. Bukannya mengangkat Satya malah mematikan handphone nya.
"Ko di matiin telponnya mas? " tanya Sandra
"Aku lagi engga mau di ganggu.. " ucap Satya menarik Sandra kembali, Satya pun memulai aksinya malam ini.. Hal yang menjadi hobby terbarunya saat bersama Sandra.
(XXX)
-------------------
"Arrrggghhhh.... " Melempar Handphone nya.
Pranggggkkk... (Suara handphone terbanting ke lantai)
"Bella.. Kenapa?? Ko handphone nya di banting begini?? " Teriak Bima kakak nya Bella.
"Dia tidak mengangkat telpon ku kak, dia bahkan mengabaikan ku akhir-akhir ini!!! Ini semua gara-gara wanita Murahan itu!!! " ucap Bella bangun dari duduk nya dan beranjak pergi.
"Stoppp (menarik tangan Bella) kamu mau kemana malam-malam begini?? " ucap Bima kepada Bella
"Aku mau kerumah Bang Satya, Kak.. Aku mau melabrak wanita murahan itu!! " ucap Bella menggebu-gebu..
"Sabar Bella.. Jika kamu mencintai Satya bukan begini Cara nya.. Ini malah akan membuat Satya lebih membencimu, kamu harusnya tahu kan kalau Satya tidak menyukai cewek Agresif" ucap Bima mencoba menahan kepergian Bella.
"Tapi aku mencintai bang Satya kak.. Aku engga mau kehilangan dia.. Aku engga boleh diam saja disini jadi penonton kemesraan mereka?? " ucap Bella meneteskan air matanya.
"(Bima memeluk Bella) Aku tahu kamu mencintai Satya, tapi kamu tidak boleh gegabah, aku akan membantu mu kembali dengan nya tapi tidak dengan cara seperti ini! Kamu tenang ya.. Jangan bertindak di luar nalar. " ucap Bima mengusap punggung Bella.
"Kakak harus bantu aku.. Hanya aku yang pantas memiliki bang Satya bukan dia ataupun orang lain, masa bodoh dengan embel-embel anak di dalam perutnya" ucap Bella menangis di pelukan kakaknya.
"Aku akan membantu kamu sebisa mungkin, kamu harus mengontrol emosi mu Bella" ucap Bima lembut.
"Walaupun kamu bukan adik kandung ku, tapi aku sangat menyayangi mu melebihi diriku sendiri, saat ada orang yang menyakitimu, itu sama artinya dia menyakiti aku, dan aku tidak akan diam saja!! " Batin Bima. Berkata.
__ADS_1
Bersambung..