Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 79


__ADS_3

"Tuan Nona Dewi dan Baby Satria diculik" ucap salah satu pengawal dari Satya.


"Apa???" ucap Sandra dan Satya berbarengan.


"Bagaimana bisa seperti ini??" ucap Sandra tiba-tiba tubuh nya menjadi lemas seketika karena mendengar Adik dan Anaknya di culik.


"Sabar sayang.." ucap Satya memeluk Sandra


Satya menghadap ke arah Andika, seketika Andika langsung mengerti apa maksud dari Satya, sementara Satya menenangkan Sandra, Andika lah yang bertindak.


Andika masuk ke ruangan dimana tempat Satria dan Dewi diculik. Terlihat sepucuk surat yang dituliskan untuk Sandra dan Satya.


Isi Surat.


"Jika kalian ingin Dewi dan Satria selamat, Sandra dan Satya harus datang ke gudang zzz, dan menandatangani perjanjian, tanpa mengundang siapapun. Jika melanggar bisa di pastikan mereka hanya tinggal jasadnya saja!!".


Kira-kira begitulah isi pesan yang di tulis oleh penculik.


"Cepat kerahkan semua pengawal, dan minta bantuan pada pengawal cadangan, jangan kembali jika kalian belum dapat kabar !!! " ucap Andika meremas surat itu dan membuangnya.


Sandra sudah berada di dalam kamar Hotel di temani oleh Raya, sedangkan Satya sudah menyusul Andika untuk mencari Anak dan Adik ipar nya.


"Bagaimana keadaan anakku dan Dewi, Ray apa dia di beri susu??" ucap Sandra lemas


"Maafkan aku Sand, kalau saja aku tidak meninggalkan mereka berdua, mereka pasti tidak akan diculik seperti ini" ucap Raya.


"Ini bukan salahmu Ray, ini salahku tidak becus menjaga anakku sendiri" ucap Sandra menangis.


"Sabar Sand, aku dengar Tas khusus keperluan baby Satria juga tidak ada disana, pasti orang itu membawa nya, semoga mereka baik-baik saja" ucap Raya.

__ADS_1


"Kenapa selalu musibah yang datang kepadaku Raya, aku lelah sekali rasanya, sampai kapan akan seperti ini?" ucap Sandra menangis.


"Sampai musuh mu benar-benar tuntas, selama mereka masih berkeliaran, mereka akan menghalalkan berbagai cara untuk menjatuhkan kalian" ucap Raya.


"Aku tau, tapi kenapa harus anakku dan Dewi mereka tidak tahu apa-apa" ucap Sandra


"Bukan mereka yang dia incar, mereka hanya sanderaan saja, setelah apa yang dia inginkan terwujud, dia pasti akan mengembalikan Dewi dan Baby Satri pada kita" ucap Raya.


Disisi lain, Dewi baru sadar dari pingsannya, dan di pinggirnya ada baby Satria sedang tidur.


"Sayang.. kamu tidak apa-apa kan, tidak ada yang terluka kan nak?" ucap Dewi buru-buru bangun dan menggendong baby Satria.


"Wah kalian sudah bangun rupanya" ucap Pria bermasker dan memakai topi.


"Siapa kau? mau apa ?" ucap Dewi sambil memeluk baby Satria.


"Tenang saja.. aku tidak akan menyelakai baby itu, asalkan kamu mau menuruti kata-kata ku, aku sudah mencampurkan racun pada susu ini, jika kamu mau menandatangani surat itu aku akan membuang susu ini, tapi jika tidak aku akan memaksa bayi itu untuk minum susu ini, kamu bisa bayangkan apa yang terjadi" ucap Pria itu memegang botol susu dan menyodorkan surat .


"Kalau begitu biar aku berikan susu ini pada bayi itu, satu tetes saja sudah cukup membuatnya tiada" ucap Pria itu mendekat pada Dewi hendak merebut baby tersebut.


"Jangan, tolong dia masih bayi dia tidak tau apa-apa, sebenarnya siapa kamu? kenapa kamu memaksaku untuk tanda tangani surat perjanjian menikah?" ucap Dewi ketakutan.


"Kamu tidak perlu tau siapa aku, lebih baik kamu tanda tangani ini sebelum aku berubah fikiran." ucap pria itu menarik tangan Dewi kasar untuk memegang pulpen.


"Apa setelah aku menandatangani kamu bisa berjanji tidak akan menyakiti baby Satria?" tanya Dewi.


"Kamu bisa pegang kata-kata ku, CEPAT!!!! waktu ku tidak banyak" ucap Pria itu.


"Ba-baik asal kamu tidak menyakiti baby Satria akan aku lakukan" ucap Dewi.

__ADS_1


"Bismillah ya Allah tolong lindungi hamba, tolong bantu hamba, selamatkan keponakan hamba, Jika Kau merestui ini akan aku lakukan demi keponakan ku, Aku ikhlas" Batin Dewi. Sambil menjatuhkan air matanya dan menandatangani surat itu.


"Bagus! kalau begitu aku akan membuang susu ini" ucap Pria itu beranjak pergi.


"Tunggu dulu!! Aku sudah menandatangani surat itu, kalau begitu biarkan kita pergi" ucap Dewi.


"Tunggu, baby itu pasti akan aku kembalikan pada orang tuanya, tapi kamu akan menjadi milikku" ucap Pria itu dan tertawa kencang.


"Astagfirullah" ucap Dewi saat pria itu menutup pintu dengan kencang.


"Sabar ya nak, yang penting sekarang kamu baik-baik saja, Ayah mu pasti akan menemukan kita segera" ucap Dewi mencium Baby Satria.


"Apa menandatangani surat itu adalah keputusan yang benar ya Allah, yang penting keponakanku baik-baik saja, semoga keputusan itu tidak akan merugikan orang lain" Batin Dewi.


-----------------------------


"Tuan saya menemukan titik lokasinya" ucap Andika.


"Langsung kesana" ucap Satya


"Tapi bagaimana jika membuat celaka baby Satria atau Dewi" ucap Andika


"Saya bilang kesana ya kesana, SEKARANG!!!" teriak Satya .


Andika langsung mengemudikan mobilnya untuk mendatangi tempat yang ada di GPS nya, untuk antisipasi Satya sengaja menaruh GPS di jam yang digunakan baby Satria karena dia takut hal yang tidak di inginkan terjadi.


**Bersambung.


Konflik nya tiada habis ya??? Sebenarnya ini sudah aku pikirkan, sebelum aku membuatnya ya... Jika terlihat di paksakan mohon maaf karena aku hanya penulis amatiran, Semoga kalian bisa menerimanya ya. Kiss* love dari Author 😘😘**

__ADS_1


Aku tidak pernah memaksa kalian, tidak suka pun tidak apa tapi jangan sampai menjatuhkan. Aku percaya para pembaca ku tidak seperti itu.



__ADS_2