
Sandra dan Satya sudah sampai di Restauran, mereka masuk ke dalam Restauran sambil bergandengan tangan.
"Selamat pagi mbak Sandra, pak?? " ucap Seorang pelayan
"Satya, saya suaminya Sandra" ucap Satya
"Pak Satya Wijaya?? Yang terkenal itu? " ucap pelayan terkejut
Mendengar kata Satya Wijaya semua Karyawan Sandra langsung menghampiri Sandra, beruntung Restauran masih sepi karena masih pagi jadi belum di buka untuk umum.
"Ah.. Iya.. Karena semuanya sudah berkumpul sekalian saja saya mau mengenalkan suami saya.. Kalian kan selalu menanyakan siapa suami saya dan sekarang saya perkenalkan pada kalian" ucap Sandra
"Berarti benar apa yang di beritakan media kalau mbak Sandra istri dari Tuan Wijaya " ucap Karyawan A
"Iya.. Betul saya suami dari Sandra " merangkul pundak Sandra
"Wah.. Selamat ya mbak" ucap para Karyawan
"Terimakasih " ucap Sandra
"Pasangan yang serasi" ucap Maya kasir di Restauran
"Terimakasih" ucap Satya
"Maya.. Kamu lihat Dewi tidak? " tanya Sandra pada Maya
"Kak Dewi lagi keluar mbak, katanya ada urusan sebentar di kampusnya" ucap Maya
"Emm begitu, yasudah kalau gitu saya ke atas dulu" ucap Sandra
"Baik Mbak " ucap Maya
Sandra dan Satya naik ke lantai dua, masuk ke dalam ruangan Sandra
Di dalam ruangan Satya duduk di sofa, Sandra seperti biasa memeriksa beberapa dokumen yang sudah tersedia di atas mejanya.
"Mas.. Kamu mau sarapan apa biar aku pesankan? " Tanya Sandra
__ADS_1
"Apa saja sayang.. Biar aku saja yang pesan kamu pasti sedang sibuk " ucap Satya
"Engga apa-apa Mas biar aku telpon Maya saja" ucap Sandra
"Baiklah terimakasih sayang" ucap Satya
"Iya Mas" ucap Sandra tersenyum
Sandra menghubungi Maya memesan sarapan untuk mereka berdua. Sedangkan Satya masih sibuk dengan handphone nya. Selesai mengecek pekerjaan lewat handphone, Satya pun menghampiri Sandra
"Istriku lagi sibuk banget kayanya?? " ucap Satya sambil memijat-mijat pundak Sandra
"Nyaman sekali mas " Sandra tersenyum
"Bagaimana kalau kita melakukan sesuatu pagi ini?? " bisik Satya tepat di telinga Sandra
"Melakukan sesuatu?? Melakukan apa?? " tanya Sandra
"Kita ehmm... " ucap Satya menggantung
"Aih iya bener kita harus melakukan sesuatu" ucap Sandra buru-buru berdiri
"Iya mau lah.. " Sandra beranjak dari duduk nya
"Baiklah kalau gitu sekarang saja ya?? " ucap Satya merapihkan dirinya.
"Kamu ngapain? " tanya Satya melihat Sandra sedang mengobrak-abrik tasnya.
"Cari handphone mas" ucap Sandra
"Hah.. Kamu mau pakai handphone?? " ucap Satya
"Iyalah Mas, kamu kenapa sih? " tanya Sandra
"Iya.. Kan kita mau melakukan sesuatu?? " ucap Satya pelan
"Iya aku memang mau melakukan sesuatu, aku mau menelpon Raya.. Aku mau mencari tau siapa gadis itu" ucap Sandra
__ADS_1
"Oh.. Gitu.. Aku kira apa.. " ucap Satya
"Ah ini dia handphone nya" Sandra pun mulai menelpon ni Raya, namun Raya tidak mengangkatnya sama sekali
"Raya kemana sih, tumben engga di angkat gini?? " ucap Sandra kesal
"Kenapa sayang?? " memeluk Sandra dari belakang
"Raya tidak mengangkat telpon ku mas, enggak biasanya dia begini" ucap Sandra cemberut
"Sabar sayang, mungkin Raya sedang sibuk, gak boleh cemberut gitu ah" ucap Satya
"Iya tapi aku kan pengen masalah ini cepat selesai " membalikkan tubuh nya kini posisinya berhadapan dengan Satya
"Iya tapi kamu harus sabar ya.. Semua masalah pasti ada solusinya" ucap Satya
"Aku takut kamu ninggalin aku, gara-gara ini" ucap Sandra sedih
"Itu enggak akan mungkin sayang.. Nyawa sekalipun taruhannya aku enggak akan ninggalin kamu " ucap Satya.
"Makasih ya mas, kamu udah percaya sama aku" ucap Sandra
"Sama-sama Sayang" ucap Satya.
Satya hendak mendekatkan wajahnya pada Sandra, namun tiba-tiba pintu di ketuk, ternyata maya datang membawa nampan yang berisi sarapan untuk Sandra dan Satya.
"Maaf mbak, pak, ini sarapannya" ucap Maya
"Terimakasih Maya" ucap Sandra
"Sama-sama mbak saya permisi ya, pak" ucap Maya.
Mereka pun memakan Sarapan yang tadi di bawakan oleh Maya dengan sesekali Satya menyuapi Sandra.
Bersambung..
**Haii temen-teman maaf ya kalau ceritanya ga jelas, Author sedang di landa Flu, terimakasih untuk dukungannya love love
__ADS_1
Salam manis..
Niandra.