
Satya dan Sandra sudah berada di dalam kamar, Satya melihat Sandra masih melamun sambil bersandar di kepala ranjang nya.
"Kamu masih mikirin kata-kata bang Arka tadi? " Satya menggeser duduk nya, merapat ke samping Sandra.
"Aku takut Mas, takut kalau bang Arka berbuat nekad, aku enggak mau jadi penghancur hubungan kalian" Sandra meneteskan air matanya.
"Hei.. Kamu bukan penghancur hubungan kita, kamu ini Istriku dan aku berhak mempertahankan kamu, walau nyawa sekalipun taruhannya" ucap Satya memegang kedua pundak Sandra. Menghapus air mata Sandra
"Tapi Mas, bagaimana jika umi dan abi tahu? Aku takut mereka akan salah paham" Ucap Sandra
"Kamu tenang saja, (menyenderkan kepala Sandra di pundaknya) aku yang akan menjelaskan pada mereka, kamu jangan terlalu memikirkan hal ini, kasian anak kita" mengelus perut Sandra lembut.
"Iya mas.. " menganggukkan kepalanya.
"Maaf kalau aku tanya ini, tapi apa memang benar kalau kamu gadis bercadar itu? " tanya Satya.
Sandra merubah posisi duduk nya, sekarang posisi mereka saling berhadapan.
"Aku juga lupa Mas, tapi memang aku pernah punya Restauran di kota Y, tapi aku tidak ingat pernah menolong seseorang" ucap Sandra
"Kalau begitu apa ada gadis lain yang ikut bareng kamu? " tanya Satya
"Emm.. Ah iya.. Saat itu ada Raya dan Dewi, kita memang memakai cadar karena Saat itu kita habis menghadiri pengajian " ucap Sandra.
"Kalau Raya aku tahu, Dewi siapa? " ucap Satya
"Dewi adalah anak dari mang ujang dan bi Imah, waktu kecil dia tinggal di kampung menemani nenek nya, tapi sewaktu-waktu sering kerumah aku sudah menganggap nya sebagai adik ku sendiri, dan dia sekarang menjadi orang kepercayaan ku di butik, kemarin dia tidak ikut hadir karena baru saja menyelesaikan kuliahnya. " ucap Sandra.
"Kalau gitu mungkin salah satu dari mereka" ucap Satya
"Ah.. Iya benar kalau gitu akan aku tanyakan pada mereka " Mengambil Handphone nya di atas laci.
"Ekhem.. Besok aja tanya nya.. Sekarang lebih baik kita... " Satya menarik tangan Sandra, mukanya penuh arti
"Lebih baik apa? " Tanya Sandra bingung.
"Kamu lupa pesan dokter tadi pagi? " ucap Satya
"Pesan dokter?? " mengulang kata-kata Satya
__ADS_1
"Dokter minta aku sering-sering nengok dedek bayi" ucap Satya.
"Ah apa iya?? Aku lupa " ucap Sandra pura-pura lupa
"Ayo dong sayang.. Jangan pura-pura lupa gitu" ucap Satya
"Ih apa sih mas, muka kamu mesum gitu" ucap Sandra
"Mesum sama istri sendiri boleh dong" Satya menggoda Sandra
"Tapi aku malu.. " ucap Sandra
"Untuk apa malu padaku sayang.. Ini akan menjadi malam pertama kita yang tertunda" ucap Satya..
"Tapi mas.. " ucap Sandra ragu
"Jika kamu masih ragu, aku mengerti, kita tidur saja ya.. " ucap Satya kecewa
"Baiklah.. Lakukan apa yang kamu mau Mas.. Aku siap" ucap Sandra..
"Kamu serius?? " ucap Satya antusias
"Kali ini.. Jika kamu berubah pikiran aku tidak akan menghiraukannya. " ucap Satya semangat.
Satya pun membuka kerudung Sandra Pelan-pelan, dia sudah tidak sabar melihat sosok Sandra yang sepenuhnya.
"Aku buka yaa.. SubhanAllah, kamu cantik sekali sayang.. " ucap Satya melihat langsung wajah Sandra yang tidak berkerudung.
"Jika sedang bersamaku, apakah kamu mau membuka kerudung mu? " ucap Satya
"Apapun yang kamu minta akan aku turuti" cuma Sandra pelan.
Satya pun memulai nya dengan lembut dengan mengikuti ajaran-ajaran islam yang dia ketahui.. Ini pertama kalinya dalam posisi sadar Sandra dan Satya berhubungan suami istri dan mereka menikmati itu.
"Terimakasih sayang.. Kalau tau seperti ini aku tidak akan menyia-nyiakan mu dari awal " ucap Satya mencium kening Sandra di akhir kegiatannya.
Bersambung..
Adegan Ranjangnya di tuutttt nyaa biarkan hanya Sandra dan Satya yang tau hehehe.
__ADS_1
Kali ini aku mau mengenalkan visual tokoh Sandra, Satya dan kawan-kawan, semoga cocok yaa..
Sandra Violla.
Satya Wijaya
Meira
Raya
Nayla
Bella
Dewi
Andika
**Arka
Nyari nya lumayan susah yaa.. Tapi imajinasi ku seperti ini, jika ada kritikan boleh komen, tapi harus sertakan nama Siapa yang cocok dengan karakter mereka??.
__ADS_1
Thanks.. 🤗**