Istri Yang Tidak Di Anggap

Istri Yang Tidak Di Anggap
Bab 49


__ADS_3

.. Lanjuttt..


Karena Sandra dan Satya sudah tahu, awal pertemuan mereka, Sandra pun berinisiatif untuk mempertemukan Raya dan Arka, agar berdua nya saling tahu, saling mengobrol, dan tidak akan terjadi ke salah pahaman lagi.


"Aku telpon bang Arka sekarang ya?? " ucap Sandra mengeluarkan handphone nya.


"Aku saja yang telpon, kalau kamu yang telpon nanti dia berpikir yang tidak-tidak" ucap Satya mengambil handphone nya di saku celananya.


"Melihat situasi kalian lebih baik Sandra yang telpon, karena jika kamu yang telpon belum tentu dia mau di ajak kamu bertemu" ucap Raya.


Raya dan Dewi juga sudah tahu apa yang terjadi pada Satya dan Arka, Sandra menjelaskan semuanya jadi Raya bisa menilai itu, dan itu juga salah satu faktor yang membuat Raya menyetujui usulan Sandra yang ingin mempertemukannya dengan Arka.


"Yang di katakan mbak Raya betul juga pak Satya" ucap Dewi.


"Bapak? Panggil saya Bang Satya saja, biar sama seperti adik-adik Saya" ucap Satya pada Dewi.


"Baiklah bang Satya" ucap Dewi


"Baiklah kalau gitu kamu yang telpon, tapi jangan lama-lama, jangan basa-basi langsung pada intinya saja" ucap Satya.


"Iya Mas, kamu tenang aja" ucap Sandra


Sandra pun menelpon Arka, untuk mengajak Arka bertemu, dan Arka pun langsung menerima ajakan dari Sandra. Dengan senang hati.


Tempat dan jam bertemu pun sudah di setujui oleh keduanya.


"Mall A, Restauran Love's, jam 4 sore " ucap Sandra pada Satya, Raya dan Dewi


"Restauran Love's?? " tanya Raya memastikan apa yang di katakan oleh Sandra


"Love tanda kutip S kah mbak Sandra? Sepertinya aku baru dengar nama Restauran seperti itu" ucap Dewi meyakinkan


"Iya dia bilang nya begitu, Mungkin itu Restauran baru, jadi kita belum mendengar nama Restauran nya. " ucap Sandra mengangkat kedua bahunya. Dan memasukan kembali handphone nya ke dalam tas nya.


"Love's, setau aku memang bang Arka berniat untuk membuka Restauran di Mall A, karena Mall A juga salah satu di bawah asuhan perusahan Wijaya" ucap Satya

__ADS_1


"Apa jangan-jangan S itu artinya Sandra? Jika benar dia memang tergila-gila pada mbak " ucap Dewi.


"Apa-apaan dia, terlihat seperi anak Abg yang jatuh cinta, norak sekali" ucap Satya mengejek.


"Abang mu loh itu, yang sedang kamu ejek" Sandra mengingatkan Satya


"Dia bukan abang ku lagi, semenjak dia mengajakku bersaing untuk merebut Istriku " ucap Satya tegas.


"Hush mas, engga boleh ngomong gitu, ikatan darah lebih kental dari ikatan apapun" ucap Sandra.


"Iya.. Deh.. Terserah istriku saja. " ucap Satya tersenyum.


"Lagi pula itu cuma sebuah nama aja dan kalau pun benar seperti yang Dewi katakan, itu karena dia belum tau yang sebenarnya, jadi kita harus memberitahukannya dengan cepat, agar masalah ini tidak berlanjut" ucap Sandra.


"Iya kamu benar, agar dia tidak merebut istriku, walaupun aku tidak takut jika dia ingin bersaing denganku, bagaimana pun pernikahan kita Sah, dan aku adalah ayah dari anak yang kamu kandung, yang berarti keponakannya sendiri, jadi dia tidak bisa memaksakan kehendaknya, aku tidak akan membiarkannya kecuali aku mati! " ucap Satya


"Mas.. Apa deh ko kata-katanya kaya gitu, itu gak baik, kamu harus sehat, kalau engga siapa nanti yang jagain aku dan anak kita? " Sandra menatap Satya dalam-dalam.


"Iya sayang, aku janji aku akan jaga kamu dan anak-anak kita nanti seumur hidup aku" ucap Satya mengusap kepala Sandra yang tertutupi oleh kerudung.


"Anak-anak? " Sandra menatap Satya dengan tatapan yang penuh tanya.


"Ekhemm.. Bisa liat situasi engga sih.. Ada dua jomblo nih disini, emang di pikir kita pajangan apa?? "ucap Raya


"Pajangan juga kalau bisa ngomong teriak mbak, gak kuat liat mereka sangking romantis nya. " ucap Dewi.


"Mangkanya kalian cepat cari gebetan dong, biar cepat-cepat halal " ucap Sandra meledek Raya dan Dewi.


"Mbak Raya sih kayanya sebentar lagi dapet, nah aku kapan? " tanya Dewi.


"Anak kecil ngalah sama yang lebih Tua" ucap Raya, dan membuat mereka tertawa karena perkataan nya.


"Gimana kalau kamu sama sekertaris Andika aja?? Dia juga engga kalah tampan loh? " ucap Sandra menggoda Dewi.


Sandra rasa Andika pria yang baik jadi dia cocok untuk Dewi dan bisa menjaga Dewi

__ADS_1


"Sama patung berjalan itu? Enggak ah, tar yang ada makan hati, punya suami kaya patung begitu, aku tebak aja dia sehari berkedip hanya 10kali" ucap Dewi


"Halah.. Kamu ini Dew.. Dew.. Kayak yang tau aja, Andika itu orang yang setia loh, tampan, pintar walaupun irit sekali bicaranya" ucap Sandra.


"Husshh.. Sayang ko kamu muji-muji cowok lain di depan suami loh ini?? Aku gak suka dengernya.. " ucap Satya cemberut.


"Maaf Mas.. Aku cuma mau menjelaskan pada Dewi saja" mengusap-usap tangan Satya.


"Maafkan atau tidak bagaimana Aksi mu nanti malam" bisik Satya dan langsung membuat muka Sandra merah merona.


"Kenapa merah gitu Sand mukanya? " ucap Raya


"Engga apa-apa Ray " menunduk malu.


"Tapi jangan salah Dew, lo juga tau kan berita kakak ipar lo itu (menunjuk Satya menggunakan ekor matanya) terkenal sebagai pria batu es, tapi sekarang lo liat kelakuan sama istrinya beda banget sama apa yang di kabarkan orang-orang " ucap Raya.


"Maksud kamu, saya dingin gitu?? Sinis? " tanya Satya pada Raya


"Lebih dari itu kayanya ya.. " ucap Raya.


"Tak, kenal maka tak sayang Dew" ucap Sandra


"Kamu mau buka biro jodoh sayang?? " mencium kening Sandra dan memeluk pinggang Sandra.


"Mas.. Malu ada Raya dan Dewi" ucap Sandra mencoba menghindar


"Engga apa-apa, lagian mereka juga tau kalau kita sudah suami istri" ucap Satya mempererat pelukannya.


"Gue gak mau liat ya.. " menutupi kedua mata dengan tangannya


"Aku juga gak liat" melakukan hal yang sama seperti Raya.


Selama menunggu waktu yang telah di sepakati mereka pun mengobrol bersama, dalam obrolan itu Satya banyak menemukan sifat-sifat Sandra yang mengejutkan, ternyata Satya dari awal memang benar menilai Sandra bahwa Sandra adalah gadis yang baik, apalagi saat pertemuan pertama merek, waktu itu Satya sudah merasakan getaran-getaran di dalam tubuhnya.


"Bodoh nya gue kemarin-kemarin kenapa gue memandang istri gue sebelah mata!! Padahal berapa beruntung nya gue bisa mendapatkan istri yang nyaris sempurna" Batin Satya berkata. Sambil matanya tidak lepas memandangi wajah istrinya.

__ADS_1


Bersambung..


Maaf ya temen-teman up nya belum sehari sekali karena Author masih di landa flu, tapI tenang saja aku akan usahakan hadir untuk menemani Siang kalian.


__ADS_2